
"Kita sudah sampai tuan"
Aksara sampai di rumah sudah akan memasuki waktu makan malam.
"Rayz sudah sampai?"
"Iya dad, baru saja"
"Duduk lah dulu"
Aksara mendekat menurut pada Daddy Ditya nya, sang Daddy meletakkan teh hangat di samping camilan nya itu.
"Mommy mu tadi siang membawa seseorang"
"Aksa sudah tahu dad"
Wajah sang Daddy kaget, lantas menjadi raut muka yang bingung sekali. Aksara tersenyum ceria memandang sang Daddy.
"Nanti bisa dijelaskan saat makan malam"
Ucap Aksara sembari berdiri menuju ke kamar nya.
Jujur badan Aksa lengket karena seharian dia harus bolak-balik kantor dan rumah utama.
'Aku harus menyelidiki wanita baru ini!'
Gumam Aksa sambil membuka pintu kamar nya.
"Tuan sudah pulang?"
"Iya aku mau mandi dulu"
"Baik lah"
Dengan melihat wajah Cinta, Aksa sangat bersemangat kembali. Setelah 1 jam berendam Aksara kini sudah berganti pakaian rumahan. Mereka keluar dari kamar lantai dasar, kamar utama yang paling besar.
Beberapa jam yang lalu ketika Mbaru tiba dikediaman Alkatiri, Karenina alias Cinta palsu memasuki rumah dengan keadaan yang menyedihkan.
"Cinta sudah setahun lebih kami mencari mu tapi tak kunjung ditemukan, tapi hari ini kamu kembali, sungguh mommy senang sekali"
"Iya"
"Nah ayo naik ke lantai 2 ini kamar mu?"
Mommy Diah memberikan kamar yang khusus untuk tamu, ketika Karenina tinggal menjadi calon menantu Alkatiri juga dia tinggal disana.
'Brengsek kenapa wanita tua ini memberikan kamar ini lagi, bukan kah kamar Rayz ada di lantai 3'
Gumam Karenina mengepalkan tangannya.
"Sementara kau tinggal disini dulu, karena Rayz masih sibuk, setelah tidak sibuk maka dia juga akan membawa mu tinggal di kamar kalian dulu"
Karenina tersenyum senang.
"Apa kau senang?"
Karen mengangguk.
Mommy mengantarkan Karen masuk, memberikan beberapa baju sederhana juga layak.
'Cih hanya rongsokan para pelayan, brengsek jika bukan demi tujuan ku maka sudah barang pasti aku tidak Sudi memakai pakaian lusuh ini'
Gerutu nya di dalam kamar.
Karenina segera mandi dengan sabun aroma terapi yang begitu wangi.
"Aku harus bisa memikat Rayz ku, dia hanya milik ku seorang"
Setelah 2 jam merendam badan nya yang tadi mengenakan baju lusuh milik pelan nya itu. Karenina pergi ke lemari pakaian terdapat beberapa dress, dia menarik dress warna salem, tadi nya memakai diatas lutut, namun teringat dia sedang menyamar maka Karen menggunakan dress dibawah lutut. Dengan dress yang tertutup namun nyaman digunakan, dia kuncir rambut nya agar sedikit rapih.
"Selamat malam"
"Nak Cinta ayo sini duduk kita makan bersama tapi tunggu Rayz ya karena baru datang"
Benar saja tak berselang lama kedua sepasang suami istri itu pun datang.
"Kau sudah mandi?"
Karen hanya mengangguk.
"Bagaimana apa kau nyaman disini?'
Kembali Karen mengangguk.
"Ini rumah kita, kau dulu pernah tinggal disini"
Karen tersenyum, sementara Aksara duduk diantara keduanya, Cinta sebelah kanan dan Karen sebelah kiri.
"Kenalkan dia istri kedua ku, kami baru menikah 2 bulan lalu, dia sedang mengandung bayi milik ku"
Karen menunduk berusaha berakting untuk sedih karena tidak bisa kembali tepat waktu.
"Sudah....sudah perkenalan nya kita makan malam dulu, Daddy mu sudah kelaparan"
Daddy Ditya tersenyum, mereka berlima segera memulai makan mereka. Sesekali Aksara melirik kearah wanita yang mengaku diri nya sebagai Cinta ini, namun bagaimana pun wanita ini dibawa oleh mommy nya sendiri.
'Yang penting saat ini aku harus menjaga bayi kami dan juga istri ku'
Ucap Aksara dalam benak nya.
'Jangan harap kalian bahagia, karena makan malam ini tercipta atas ijin ku, tapi tidak untuk lain kali'
Gumam Karen sambil mengunyah makanan yang ada dalam mulut nya.
"Oh menyebalkan sekali berpura-pura menjadi wanita brengsek itu!"
Ucap Karen di dalam kamar nya di lantai 2.
Setelah menyelesaikan makan malam merek masuk ke kamar masing-masing.
"Minum vitamin dan susu mu dulu"
"Baik tuan"
Cinta hampir terpeleset untung Aksa sigap menangkap nya.
"Hati-hati sayang"
Wushhh.....pipi Cinta bersemu menahan malu, karena dipanggil sayang oleh suami nya.
"Kenapa?"
"Tidak"
"Mau tidak sekarang?"
Cinta mengangguk, Aksara segera mendekat.
"Apa mau begadang?"
"Tuan...."
"Tidur lah"
Aksara tersenyum melihat istri nya malu, Cinta segera berbaring miring. Tak membuang kesempatan Aksara segera memeluk istri nya dari belakang. Mengelus perut istri nya yang masih rata, Cinta hanya terdiam dan dengan cepat memejamkan mata nya.
"Huh, bukan kah dia begitu mencintai perempuan udik ini, tapi kenapa tidak dihiraukan apa karena istri kedua nya hamil"
Karen membaringkan dirinya di kasur empuk itu lagi.
"Bukan kah aku bisa meminta dia untuk bergilir tidur, toh aku juga sama istri nya"
Ucap Karen, dia tersenyum senang karena ada ide yang muncul. Karen merasa tidak nyaman juga jika harus memakai topeng sambil tidur. Maka dia segera melepas nya dan memakai masker wajah di mukanya kemudian terpulas untuk tidur.
BERSAMBUNG.