TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.118


Saluna Dimitri merupakan gadis cantik di jurusan designer, dia termasuk sangat cerdas. 20 tahun usia yang begitu berkharisma bagi seorang gadi bak bunga yang sedang mekar. Saluna selesai mandi sore dan sedang menyisir rambut, dari dia berpisah dengan para sepupu nya. Dia pernah mendengar memiliki sepupu sebaya diri nya kembar sepasang dan lebih muda 1 tahun lebih dari nya kembar 3. Namun tak menyangka akan hal dimana hari itu tiba.


"Sayang!"


Rista berteriak, memanggil bungsu nya itu.


"Mami, sini mam, Saluna ingin bicara"


Si bungsu cantik Rista menarik nya untuk segera duduk di ranjang nya.


"Kenapa? kok buru-buru?"


"Itu apa benar sepupu Saluna?"


"Benar sayang"


"Ahh dan yang sebaya Saluna itu model internasional kan mam?"


"Benar"


"Dia sepupu Salun?"


"Benar"


Gadis itu berteriak dengan penuh kegembiraan yang tiada tara. Seolah menemukan harta Karun yang melimpah.


"Kenapa sebahagia itu?"


"Salun pengen belajar dari tante Cinta"


"Panggil dia mamah, mamah Cinta tidak akan suka jika kamu memanggil nya tante"


Salun terdiam sesaat kemudian gadis itu mengangguk dengan cepat.


"Mami nanti makan malam, kumpul sama mereka lagi tidak?"


"Tentu"


"Rekomendasikan aku buat kerja sama mamah Cinta ya, please"


"Pasti sayang"


"Yeaahh mami paling baik"


Tanpa dipersilahkan Haris memasuki kamar putri nya.


"Papi ada apa?"


"Cepet dandan kita ke rumah opah sama Oma"


"Baik pih"


Sedangkan Damian Dimitri pria pekerja keras itu masih berada di ruang kerja nya.


"Dam, apa papi boleh masuk"


"Iya pih"


"Hentikan pekerjaan mu, kita makan malam nanti ke rumah opah sama Oma"


"Papi duluan saja nanti Dam menyusul"


"Mereka saudara kita, ayo lah"


Damian tersenyum.


"Dam tidak ingin kalah dari Raksa"


Sambil menunduk mengutarakan pemikiran nya.


"Maaf pih, Dam takut tidak secerdas papih"


"Kau bodoh, papi jelas lebih bodoh dari mu, kenapa?"


Damian mendongak.


"Karena papi tidak merasa bersaing, tapi papi membantu papah Aksara di perusahaan itu"


Damian mengangguk lemah.


"Maksimalkan kemampuan mu untuk maju bukan untuk bersaing"


"Baik pih"


Mereka berenam langsung masuk disambut dengan makanan mewah seafood segar. Aroma pembakaran juga wangi bumbu langsung membuat perut meronta. Damian langsung bergabung Rieka lantas berbincang akrab dengan model itu.


"Bagaimana keadaan mu?"


"Baik tentu saja"


Damian diam-diam menatap wajah gadis cantik nan sexy ini, meski dia menggunakan pakaian yang biasa saja. Namun seorang Rieka tentu saja mempunyai pesona untuk menuntun jiwa lelaki milik Damian.


"Ada apa?"


"Ah tidak"


Damian merasa kikuk sendiri dengan keadaan diri nya itu, dia malu jika kepergok menatap gadis cantik yang berada di sebelah nya. Sementara sepasang mata yang terus memperhatikan gadis berprofesi model itu juga ada di pojok sana. Pria matang yang patah hati hingga padam perasaan cinta nya pada lawan jenis kini jantung itu berdetak lagi, hanya dengan melihat seorang gadis muda 20 tahun.


'Hanya halusinasi, mungkin karena mirip'


Gumam nya dalam hati.


Sementara Cinta berkumpul dengan Rista mereka membawa anak gadis masing-masing.


"Cinta"


"Iya kak, makan lah"


"Kakak boleh minta sesuatu?"


"Katakan saja kak"


"Saluna ingin ikut dengan mu, dia sangat menyukai design"


Cinta langsung menatap Saluna, lantas tersenyum manis. Saluna langsung menundukkan kepala nya itu.


"Jadi keponakan mamah ini adalah designer juga?"


Salun mengangguk.


"Hi...hi..dia pemalu dan cantik ya mah, dia sangat cocok dengan kak Raksa"


Riana langsung menutup mulut nya karena keceplosan.


"Lusa kita akan ke butik, papah Aksa sudah memilih butik dengan lokasi yang sangat strategis"


"Sungguh"


"Benar, Riana juga designer loh"


"Wah kita satu profesi ya"


"Iya Benar"


Mereka saling pandang dan sama-sama tersenyum manis. Malam semakin larut acara makan malam telah usai mereka kini kembali ke kediaman masing-masing untuk beristirahat.


BERSAMBUNG.