
Kontrak sudah Min bubuhi tanda tangan.
Tok.....tok......tok.
"Masuk"
Klek pintu dibuka dari luar, rupa nya mommy Mandy yang datang ke kamar Min.
"Cate........."
"Iya mom"
Mommy Mandy sudah merubah semua panggilan nya agar terbiasa dan lagi sudah ada Arvino bocah lelaki yang tampan itu.
"Eh Arvin belum tidur ya?"
"Yum"
Bocah kecil cadel dengan umur dua tahun itu sudah bisa menjawab pertanyaan.
"Cate, Arvin pintar sekali ya"
Yang menjadi omongan langsung bertepuk tangan menandakan dia mengerti akan obrolan kedua orang dewasa di sebelah nya.
"Benar, mom, dia sangat cepat tanggap"
"Bagus cucu Oma memang pintar"
Nyonya Mandy langsung mengecup pipi si kecil Arvino. Dia begitu sangat suka dengan cucu tunggal nya.
"Mom kenapa malam-malam kesini?"
"Ah, hampir lupa ya"
Min hanya menggelengkan kepala nya, memang mommy nya agak pelupa beberapa tahun ini.
"Cuma mau tanya memang bener kamu menerima kontrak dengan perusahaan negara Z itu"
Min mengangguk.
"Kenapa?"
"Karena itu bisa mendatangkan uang bagi aku dan si kecil"
"Sayang jangan memaksakan diri, mom masih bisa kerja di butik"
"Tidak memaksakan diri, kan itu pekerjaan terus maksud mom apa?"
"Andreas khawatir, jadi kemaren dia datang ke butik mom dan berbicara, kamu jangan marah ya"
"Iya, mom. Tenang aja kok"
"Dia seperti itu karena khawatir sama kamu, dia lebih tahu kisah mu karena melihat langsung, tidak seperti mom yang hanya mendengar cerita dari mu"
Min terdiam, sedangkan nyonya Mandy mengelus tangan nya.
"Mom tahu semua masa lalu dari Andreas setahun lalu, kamu tumbuh dengan berat bahkan harus menjalani seluruh kehidupan mu dengan berat"
"Semua sudah takdir, aku sudah ikhlas dengan semua. Bukan kah aku sudah mati, ini adalah Cate putri mu bukan Jasmin lagi"
Nyonya Mandy langsung memeluk putri semata wayang nya.
'Maaf sayang mommy menyesal karena bisa hidup dengan kalian satu persatu tidak semua nya bisa di sisi mom, mungkin ini cara Tuhan agar mom tidak pilih kasih'
Gumam nyonya Mandy di dalam hati nya, wanita paruh baya itu sempat terisak di punggung sang anak. Melihat Oma dan mommy nya berpelukan si kecil Arvino langsung mendekat kepada mereka memeluk kaki kedua nya. Hingga kedua wanita itu sadar dan tertawa bersama dengan si kecil yang tawa nya begitu senang.
"Dia sangat bahagia loh, sayang"
"Iya mom, dia selalu bahagia tanpa sebab yang jelas"
"Baik lah, mom mau tidur, si kecil juga kelihatan nya sudah mengantuk"
"Iya"
Nyonya Mandy segera keluar dari kamar anak bungsu nya. Min melihat putra nya sudah terkantuk-kantuk lantas segera membopong tubuh kecil yang sudah berbalut piyama tidur bergambar jerapah imut ke dalam ranjang nya.
"Selamat tidur pria kecil tampan nya mommy"
Min pun segera menyusul anak nya untuk terbuai dalam alam mimpi.
Flashback on.
Setahun yang lalu, Min pernah mengalami kecelakaan mobil saat pemotretan untuk iklan perusahaan parfum ternama dunia. Untung nya Min segera dilarikan ke rumah sakit oleh Andreas, jika terlambat setengah jam saja maka nyawa nya itu akan tak tertolong lagi.
Daddy Jorge Mid sedang dalam perjalanan bisnis ke negara H, dia mendapat kabar dari Andreas dan langsung pulang meski Min sudah ditangani pihak rumah sakit ternama.
"Dad bagaimana ini?"
"Mom ada dimana sekarang?"
"Sudah di rumah sakit"
"Oke tenang, jangan panik, kita harus tenang Cate pasti tak apa-apa, Dad baru keluar dari airport tenang ya"
Setelah berada selama 1 jam di pesawat pribadi nya, Jorge merasa lega karena sudah bisa ke tempat putri mereka.
Tak henti nya Jorge berdoa untuk Min sesuai keyakinan nya. Dengan kecepatan penuh yang supir keluarga Mid bisa mereka akhir nya sampai dalam waktu 45 menit.
"Bagaimana?"
Disana Jorge melihat istri nya yang sedang khawatir, juga Andreas bahkan cucu lelaki tampan nya juga sedang terlelap dipangkuan pengasuh nya.
"Cate sedang ditangani oleh dokter ahli nya, uncle"
Ucap Andreas yang selama ini berada disana menyaksikan jalan nya operasi. Andreas berusaha membuat suasana agar tidak menegangkan.
"Iya kita semua harus tenang"
Hanya kalimat itu yang bisa Jorge ucapkan, dia sendiri tidak tahu perasaan nya yang begitu campur aduk. Dia sudah kehilangan seorang anak yang membuat pikiran nya merasa frustasi hingga menjadi gila.
"Istirahatlah dengan Arvin didalam ruangan kasihan dia dipangku sepanjang malam, badan nya akn sakit mom"
Nyonya Mandy melihat cucu nya yang masih tertidur lelap, bayi dua tahun itu tampak tertidur pulas.
"Tunggu sebentar lagi ya, dad"
Jorge menghela nafas nya dengan perlahan.
"Baik lah"
Tak berapa lama kemudian dokter yang menangani operasi Min keluar dari ruang gawat darurat.
"Bagaimana dok?"
Mereka serempak bertanya.
"Kalian semua keluarga pasien?"
"Benar kami kedua orang tua nya"
Jorge menjawab dengan lantang, membuat nyonya Mandy menoleh pada suami nya itu.
"Kami butuh donor darah AB resus negatif"
"Apa di bank darah tidak ada dok?"
Andreas langsung menjawab karena kedua orang tua itu masih bertatap-tatapan.
"Golongan darah ini terhitung cukup sedikit penyedia nya, jadi tolong sediakan kami bisa menunggu selama setengah jam saja"
"Ambil darah ku saja"
Jorge langsung maju kedepan tanpa diminta. Membuat nyonya Mandy heran tak terkecuali dengan Andreas.
"Kalau bukan keluarga takut nya tidak bisa pak, apa lagi pasien memiliki golongan darah yang terbilang sedikit didapat dari pendonor, jangan lupa ini keadaan darurat, hubungi keluarga lain nya barangkali ada yang cocok"
Dokter bergegas pergi, namun Jorge Mid segera menahan lengan kanan dokter itu.
"Ini surat dari dokter yang menyatakan bahwa kami ayah dan anak kandung"
Jorge menyerahkan hasil tes DNA nya dengan Min. Mata nyonya Mandy membulat sempurna, namun Jorge segera mengikuti perawat untuk mengambil darah nya untuk Min.
"Mari ikuti perawat untuk pengambilan darah nya"
Andreas seakan mematung dengan pernyataan tuan Jorge barusan.
"Aunty.........."
Andreas menepuk punggung milik nyonya Mandy itu, wanita paruh baya yang sedari tadi hanya terdiam.
"Ayo kita duduk, pakai lah selimut ini, semakin malam semakin dingin"
"Baik lah"
Tak berapa lama Jorge keluar, operasi Min pun segera dilaksanakan dengan lancar.
"Ayo mom, dad antar istirahat"
Mereka segera memasuki salah satu ruangan pasien disebelah yang berhasil Jorge sewa untuk sekedar istirahat sang istri.
"Dad bagaimana bisa?"
Nyonya Mandy menanyakan itu kepada suami nya karena rasa penasaran pernyataan barusan.
"Dad tidak sengaja melihat bukti medikal Min, jadi dad coba tes, hasil nya dia anak kandung kita"
"Lalu bagaimana dengan Cate?"
"Kemungkinan dokter salah kasih bayi waktu di negara H, jadi salah satu anak kita tertukar mom"
"Syukur lah, meski terlambat tapi kita bisa melindungi nya"
"Benar, tuhan maha adil mom"
"Iya dad"
Flashback off.
BERSAMBUNG.