
Makanan yang mereka pesan di resto datang, mereka menghentikan pembicaraan sebentar untuk menyantap hidangan.
"Entah ini takdir atau bukan tapi lihat lah kontrak nya"
Min melihat nama perusahaan yang membutuhkan model untuk iklan barang yang akan dipasarkan perusahaan itu.
"Lantas kenapa?"
"Perusahaan raksasa yang semakin berkembang pesat dua tahun belakangan, dulu kita pernah bekerja disana"
"Aku Cate Mid, lalu masalah nya dimana? aku mencari uang bukan mencari apa pun"
"Jadi bagaimana?"
"Terima saja kenapa harus khawatir"
Andreas memandang wanita 23 tahun didepan nya yang sangat dengan percaya diri berkata demikian.
"Baik lah jika tidak masalah"
"Baik lah, aku pergi jemput Arvino dulu lalu ke lokasi pemotretan"
"Iya, hati-hati"
Min berlalu dengan segera, sementara Andreas memandang nya hingga hilang dari pandangan mata nya.
'Apa benar yang kau katakan barusan? apa kau tidak akan berubah pikiran, setidak nya aku takut kau akan kembali ke pelukan nya'
Gumam Andreas dalam hati.
Flashback on.
Dua bulan saat semua sibuk akan perhelatan pernikahan pemilik perusahaan terbesar Arei Rafiensah Aryandy, namun perusahaan memiliki produk baru yang dipasarkan dengan jaringan internasional. Ya perusahaan Rei sudah maju dengan pesat di seluruh dunia, dengan sikap pengerjaan yang Rei pimpin dapat berada di puncak kesuksesan.
"Tuan"
Rei mendongak melihat lawan bicara nya.
"Katakan?"
"Bagaimana memilih model untuk produk kita?"
"Bukan kah banyak model?"
"Benar, tapi banyak juga yang mengajukan diri tuan"
"Sesuaikan dengan produk kita saja"
"Baik, semua yang diseleksi adalah model terbaik di internasional lagi pula mereka semua memenuhi syarat untuk produk eksklusif nya"
Aryos memberikan semua foto calon model produk pada Rei, memang benar terdapat hampir ribuan model. Wajar jika Aryos bingung memilih mereka.
Rei tersenyum, rupa nya produk nya itu sudah tercium ke seluruh dunia. Tak lama lagi dia sudah bisa menguasai dunia.
"Diskusikan dengan tim perencanaan"
"Kami sudah berdiskusi, menurut mereka semua model ini hampir setengah nya model lawas namun performa mereka bagus"
"Lalu?"
"Semua rata-rata ingin kembali naik daun dan bersaing dengan model yang berada pada puncak kejayaan"
Rei menganggukkan kepala nya lantas mengetuk meja dengan jari-jari nya. Rei berpikir keras, karena produk nya di pertangahan tahun ini termasuk eksklusif tidak asal keluar untuk memenuhi pasaran.
"Ada berapa model yang sedang naik daun di pasaran internasional?"
"Ada sekitaran sepuluh orang tuan, itu model yang sangat di minati para perusahaan raksasa seperti kita di seluruh negara, lagi pula saya sudah menyelidiki mereka bekerja sangat profesional karena tidak menunggu arahan dari perusahaan tapi produk yang mereka promosikan tidak pernah gagal"
"Bagus apa mereka mengajukan diri mereka untuk promosi produk kita?"
"Benar, tapi hanya sekitar tujuh orang diantara mereka"
"Lalu ketiga orang itu bagaimana?"
"Dua diantara nya sudah dikontrak tetap oleh perusahaan lain, dan hanya tersisa satu model itu pun model paling terbaik saat ini"
"Oh model dengan bayaran tertinggi kah?"
"Benar, bukan hanya tertinggi bayaran nya tapi juga terpadat jadwal nya"
"Begitu kah?"
"Benar tuan"
"Baik coba cari koneksi dan hubungi dia"
"Tuan tertarik dengan model itu, bagaimana jika menolak?"
"Gunakan koneksi agar dia melonggarkan jadwal nya"
"Baik tuan"
"Ingat jangan gagal"
Aryos pun sedikit ngeri akan tuan nya yang selalu menguasai pasar internasional nya meskipun dengan tangan dingin.
Flash back off.
Min menjemput Arvino, bocah lelaki dua tahun itu melambaikan tangan nya dengan senyum mengembang.
"Sudah keluar ya"
Dia hanya mengangguk, dengan segera Min menggendong anak lelaki kecil itu.
"Mom......."
"Kan sudah di bilang harus panggil mamah kok panggil mom sih"
"Kan semua panggil mom"(Dengan pengucapan cadel karena masih dua tahun ya guys, bayangkan sendiri saja)
"Semua teman Vino ya?"
"Iya mom"
"Kan kita dengan mereka tidak sama sayang"
"Kenapa Vino tidak sama, apakah karena Vino tidak punya Daddy"
(Dengan logat cadel)
"Nanti Vino mau makan apa sesampai nya di rumah?"
"Mau makan Daddy"
Ucap bocah kecil itu sambil tertawa dengan renyah.
"Nakal ya nanti mommy jewer"
Min kembali fokus menyetir kendaraan roda empat nya, tak berapa lama mereka sampai di rumah keluarga Mid.
"Sayang kita sudah sampai!"
Tidak ada jawaban, Min melihat kebelakang ternyata bocah kecil nya tertidur dengan gaya yang sangat menggemaskan. Min tersenyum, mungkin selama dua jam anak lelaki nya sangat aktif disekolah anak tadi.
"Baik lah, bocah nakal"
Min membuka pintu melepaskan seat belt dari kursi khusus bayi lantas menggendong tubuh mungil itu.
"Sudah pulang ya, cucu Oma tidur ya?"
"Iya, dia lelah sekali pada hal hanya dua jam saja disekolah"
"Nama nya juga anak-anak jadi wajar mereka lelah"
"Iya, aku keras dulu ya mom"
"Iya, sayang"
Tak berapa lama Min kembali turun ke lantai bawah.
"Mau pemotretan lagi?"
"Iya mom, tolong jaga Vino ya"
"Iya, hati-hati sayang"
Nyonya Mandy sedang membuat kue kesukaan cucu tunggal nya, dia sangat suka pada bocah lelaki itu.
Setelah 2 bulan akhir nya Aryos tersenyum senang, dia segera pergi menemui Rei dengan bahagia karena bonus nya akan berlipat.
Tok......tok......tok.
"Masuk"
Aryos dengan tersenyum senang memasuki ruangan tertinggi milik bos nya setelah dua bulan dia tidak bisa tidur atau pun makan.
"Kenapa? kau tersenyum tidak jelas Yos"
"Tuan, manager model internasional itu memberi kabar dia bisa menjalin kontrak dengan kita"
Rei mendongak dan tersenyum senang, tujuan pemasaran produk nya akan segera selesai.
"Baik lah atur kontrak kerjasama, cari lokasi, akomodasi model dan sebagainya, segera bersibuk"
"Baik tuan"
"Kabari aku jika perencanaan mu selesai"
"Baik tuan, segera"
"Ini untuk akomodasi tim dan ambil bonus mu bulan ini sampai tiga bulan kedepan"
"Siap, terimakasih tuan"
Aryos segera memberitahu kepada tim perencana agar mengatur semua nya.
Rei memang orang seroyal itu jika karyawan atau bawahan nya setia dan menuruti semua keinginan nya.
Tok.....tok.....tok.
"Masuk, kenapa lagi Yos?"
"Kok Yos"
Rei mendongak ternyata Elian wanita yang baru saja dia nikahi dua bulan lalu.
"Kenapa datang kemari?"
"Hanya ingin mengantarkan makan siang mu"
"Taruh saja, cepat lah pulang"
"Ada masalah yang ingin ku bicarakan!"
"Silahkan"
"Apa tidak bisa kita berbicara sebentar sambil makan siang?"
"Aku belum lapar, nanti kalau sudah lapar aku akan makan, bicara saja aku pasti dengarkan"
"Baik lah"
Elian atau Roselian itu menatap lelaki yang sudah dua bulan ini menjadi suami nya. Meski menikahi dengan lelaki yang di puja nya sejak kecil namun itu hanya sebuah status karena dia tidak akan bisa mengandung benih lelaki tercinta nya.
"Kenapa diam?"
"Aku ingin mengadopsi anak dari salah satu panti asuhan, sebenar nya itu anak angkat ku"
"Baik, adopsi saja, tapi jangan menambahkan nama belakang keluarga ku di belakang nama anak itu"
"Benarkah kau setuju kak?"
"Iya lakukan apa pun yang kau sukai selama tidak menyusahkan orang lain, selama itu membuat mu bahagia dan tidak merebut suami orang lakukan saja aku akan mendukung mu"
"Baik lah, terimakasih kak, aku akan membawa anak-anak itu ke rumah kita"
Rei mendongak melihat wanita cantik, sexy lagi terawat itu.
"Berapa orang?"
"Hanya dua orang, satu nya lelaki berusia lima tahun dan satu nya perempuan berusia tiga tahun"
"Baik lah, atur saja"
Elian segera pamit dari ruang kerja milik Rei dia sangat bahagia bisa diijinkan mengadopsi anak yang dia suka.
BERSAMBUNG.