TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.291


Sepasang pengantin baru atau lebih tepat nya pengantin gelap itu makan dengan lahap, sesekali Andra memandang gadis yang duduk di depan nya itu.


"Ternyata kalian disini?"


Mereka berdua menengok kearah sumber suara, itu paman Rindi.


"Paman, mari bergabung"


Sang paman hanya menatap lelaki muda yang makan semeja dengan keponakan cantik nya. Lalu berlalu begitu saja menuju meja klien yang ada di pojok restoran ala China itu.


Andra memandang kearah Rindi yang makan dengan lahap.


"Kok diem aja yang?"


Rindi yang di panggil sayang oleh Andra terdiam, lalu menatap lelaki yang masih berdiri di depan nya itu.


"Memang aku harus apa?"


"Bujuk paman dong biar ikut makan bareng"


"Kan paman ada klien"


"Oh iya juga ya"


Andra kembali lanjut makan menemani istri cantik nya.


Drtt....ddrrtt.


Ponsel Andra berbunyi, Andra mengangkat nya. Setelah mendengarkan orang berbicara di seberang Andra langsung menutup ponsel nya.


"Yang nanti tolong bayar makanan nya ya"


Andra mengambil kartu milik nya sebanyak 3 kartu.


"Yang hitam buat kamu, yang gold buat bayar trus yang biru itu kartu kredit buat belanja apa pun buat kamu"


Rindi hanya memandang ke tiga kartu itu, Andra juga masih membuka dompet nya terdapat sekitar belasan kartu termasuk KTP dan kartu nama.


"Ada apa?"


"Aku punya sendiri kok"


"Iya tahu, tapi aku mau ngasih kamu nafkah kalau tidak terpakai ya simpan saja lah"


Rindi menerima nya, sementara Andra bergegas pergi dari sana.


"Nanti sore ku jemput di perusahaan paman ya"


Rindi mengangguk senang, sang paman memperhatikan keponakan nya yang berjalan menuju kasir restoran ala China itu.


Rindi kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaan nya, hingga menjelang jam pulang kerja. Rindi melihat lelaki tampan berdiri di samping mobil nya yang banyak di perhatikan oleh karyawan sang paman.


"Selamat sore sayang"


"Sore"


"Ayo masuk"


Rindi tidak meminta ijin pada paman nya, dia segera bergegas naik ke mobil suami nya.


"Kita ke suatu tempat dulu ya sebelum makan malam"


"Iya"


Andra mengendarai mobil nya menuju pantai yang indah yang berdampingan dengan taman bunga.


"Ini indah sekali"


Andra tersenyum, lantas memeluk istri nya yang sangat cantik.


"Kita belum minta ijin paman atau papah buat tinggal bersama"


Andra mengangguk lantas menggesekkan hidung mancung nya pada leher istri nya itu. Seketika bulu kuduk Rindi meremang geli tapi diri nya menyukai itu.


"Geli"


Andra malah menyesap leher Rindi dengan nikmat nya seperti menyesap teh manis di sore hari.


"Akhhh......"


Pelan namun itu sebuah ******* kecil, Andra tersenyum di sela-sela kegiatan nya. Sementara Rindi membekap mulut nya karena tanpa sadar mengeluarkan suara aneh.


"Geli"


Andra melepaskan leher istri nya karena sudah berwarna merah disana.


"Ayo kita makan malam dulu"


Rindi mengangguk, sebelum mereka sampai di restoran dekat pantai mereka berjalan diantara taman dengan bunga-bunga indah. Berjalan di sepanjang jalan taman, membuat hidung Rindi mencium aroma bunga yang wangi dan nyaman.


"Disini wangi banget ya"


"Iya, wangi seperti kamu"


Rindi melihat Andra begitu pun sebalik nya.


"Mau buat kenang-kenangan?"


"Apa"


Tanpa aba-aba Andra langsung menarik Rindi dan ******* bibir nya. Namun bukan hanya itu ketika mereka sama-sama memejamkan mata nya kamera mengabadikan moment itu.


"Lihat"


Andra menyerahkan ponsel nya, Rindi melihat diri nya dan suami nya itu sedang berciuman dengan mesra nya.


wajah Rindi tersipu malu dibuat nya.


"Mesum banget"


"Maka dari itu aku menikahi mu dengan cepat supaya kalau mesum bisa berlanjut"


Rindi memandang horor lelaki disamping nya.


"Apa"


"Tidak ada"


Andra menggandeng istri nya menuju restoran. Hidangan makan malam sudah tersaji disana, mereka menikmati hidangan istimewa itu.


"Kok mau nikahin aku, tidak bilang sama paman atau papah"


"Yang menikahkan kamu sama aku itu papah kandung mu, sayang"


"Kapan?"


"Jadi kita beneran sudah nikah?"


"Iya dong, habis nya kamu cantik aku takut khilaf kalau bersama dengan kamu"


"Ih gombal, mesum"


"Wajar dong kan sama istri sendiri"


Rindi tersenyum bahagia, dia tidak menyangka bisa menikah dengan lelaki idaman nya.


"Nanti malam ke rumah yuk?"


"Rumah siapa?"


"Rumah suami mu, mau ya"


"Emang kenapa?"


"Aku kangen kamu"


"Sekarang kan kita lagi bertemu"


"Kalau malam kangen nya"


"Emang kalau siang tidak kangen?"


"Apa siang juga boleh kangenin kamu?"


"Tentu"


"Janji ya"


"Janji"


"Ayo kita pulang"


"Tidak ijin ke paman dulu"


"Nanti setelah dari rumah ku, kita ke rumah paman sama-sama"


"Baik lah"


Rindi menaiki mobil Andra, lelaki itu selalu tersenyum dan selalu menggenggam tangan milik Rindi tak pernah di lepaskan sedetik pun.


Hanya berselang 1 jam dari perusahaan sang paman, mereka sudah sampai di rumah mewah milik Andra.


"Megah sekali"


"Ini rumah dimana Daddy sama mommy pernah tinggal"


Rindi mengangguk dengan antusias.


"Ayo kita naik ke kamar"


"Disini sangat sepi"


"Kenapa?"


"Aku takut kalau tidak ada siapa pun"


"Takut kenapa?"


"Tidak ada orang, tapi rumah nya besar, kan horor"


"Lampu tidak ada yang dimatikan, lagi pula ini terang banget yang"


Rindi masih merinding dengan suasana rumah megah milik Andra.


"Kalau malam-malam aku harus bagaimana?"


"Turun pakai lift"


"Gak ada asisten rumah tangga atau bibik gitu?"


"Ada cuma sepuluh orang, ini sudah mau larut malam jadi mereka sudah pada istirahat"


"Oh"


"Kalau takut semua sudah ada di kamar, atau di sebelah kamar dekat balkon luar kamar ada dapur kecil lengkap yang"


Rindi mengangguk, Andra menggandeng istri nya dengan menuju kamar mereka.


"Nah ini kamar kita"


Setelah sampai di lantai teratas di rumah megah itu.


"Luas banget kaya apartment aja"


"Kan biar tidak sumpek yang"


"Ya sudah aku mau mandi dulu"


"Baju ayang ada di lemari sebelah kiri"


Rindi tersenyum, rupa nya suami nya sangat peka hingga menyediakan baju dan sebagainya. Andra menyewa tukang rias kamar khusus karena akan membawa istri nya pulang untuk pertama kali nya.


"Gak sia-sia nih bagus banget malah, semoga dia suka nanti"


Lama Andra menunggu, dia sudah mandi di ruang mandi sebelah bahkan. Tapi istri gadis nya tak muncul jua.


"Lama sekali"


Andra bergumam karena sudah sejam lewat.


"Sayang....!"


Tok.....tok.....tok.


Andra mengetuk pintu kamar mandi yang sedikit buram itu.


"Kok tidak ada jawaban sih?"


Andra sudah ancang-ancang akan masuk ke kamar mandi. Ketika akan memasukan kunci cadangan tiba-tiba...


KLEK....


Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan wajah segar Rindi yang sangat cantik natural tanpa make up.


Andra dibuat takjub oleh istri nya, sungguh Andra berkali-kali menelan ludah nya.


BERSAMBUNG.