
Mommy Jasmin turun ke lantai bawah untuk bergabung bersama dengan Daddy Rei dan yang lain nya.
"Loh Arvin kemana mom?"
Ucap Daddy Rei.
"Mereka masih tidur"
Ucap mommy Jasmin santai, Daddy Rei hanya menggelengkan kepala nya saja lantas mereka memulai makan malam.
"Nanti kalau mereka bangun juga makan sendiri"
Lanjut mommy Jasmin kembali.
"Oh ya, kata Arvin kalian akan tinggal disini?"
"Iya Tante"
Ucap William.
"Iya kasihan Arin nanti akan kesepian dari pada tinggal sendiri-sendiri lebih baik tinggal disini, pilih saja kamar nya karena semua kamar selalu dibersihkan"
"Terimakasih Tante"
Ucap William, Lisa hanya menunduk saja sambil menyuapkan makanan nya.
"Semoga kalian betah ya"
Ucap mommy Jasmin dengan tersenyum.
"Iya Tante, dia ingin keramaian dan tidak ingin berpisah dengan papah serta adik nya"
Ucap William sambil tersenyum.
"Memang nya suami mu tak kerepotan harus tinggal disini Lisa?"
Tanya papah Afar pada anak sulung nya.
Lisa terdiam dia melirik William agar berbicara membela nya pada sang papah.
"Aku tidak keberatan pah, lagi pula aku ini seorang pengangguran loh, jadi ya wajar saja aku ikut Lisa kemana pun dia pergi"
Papah Afar tertawa sejenak lantas kembali menyuapkan makan malam nya itu.
"Kalian kan bisa berkunjung kemari kapan pun, lagi pula Lisa seorang istri tidak boleh membantah apa pun perkataan dan keinginan nya selama itu tidak merugikan orang lain, dan kau sebagai istri harus bisa membuat suami mu selalu bahagia apa pun cara nya"
Ucap papah Afar seakan menampar Lisa yang semakin menundukkan kepala nya.
"Seorang gadis yang sudah menikah itu ikatan nya lebih kuat ke suami dari pada ke papah nya"
Lisa hanya mengangguk saja, dia sama sekali tak menjawab.
"Mumpung papah masih ada jadi bisa menasehati kalian, jika kalian ada masalah jangan malu meminta nasihat pada papah, meski tidak bisa memberi solusi namun papah bisa memberi saran"
Lanjut papah Afar.
"Terimakasih pah, sudah mau memberi nasihat untuk kami yang masih awam ini"
Ucap William.
Mereka melanjutkan makan malam mereka dengan keheningan. Sementara paman Rindi sudah pulang ke negara Z untuk kembali mengurus bisnis ditemani oleh Roy.
Paman Rindi saat ini sedang berada dalam pesawat pribadi milik Rei, menuju ke negara Z.
"Apa tuan ingin makan sekarang?"
"Tidak Roy, aku lelah hanya ingin istirahat, dan lagi kau panggil saja aku paman tidak usah memanggil ku tuan aku bukan tuan mu"
"Tuan adalah besan tuan besar paman dari bos ku jadi sama saja bos ku juga"
"Tidak perlu kau anggap.aku ini bos, anggap saja paman mu lagi pula kau adalah anak angkat keluarga Alkatiri secara nyata kau anak Rei juga teman ku itu memiliki 4 anak"
"Benar tuan"
"Setelah pesawat ini mendarat bangunkan aku Roy"
"Baik tuan"
Meski paman melarang Roy memanggil nya tuan, namun Roy tetap saja memanggil paman dari istri bos nya dengan sebutan taun sebagai tanda hormat pada orang tua juga tidak salah.
Setelah 5 jam mengudara akhir nya mereka sampai di negara Z.
"Tuan kita sudah sampai"
"Oh, baik lah"
Mereka turun dari pesawat pribadi itu dengan nyaman, Roy langsung mengemudikan mobil nya dan membawa barang dari paman Rindi.
Perjalanan dari bandara ke rumah megah paman membutuhkan waktu sekitar 2 jam an.
"Terimakasih Roy"
"Sama-sama tuan"
"Apa ku langsung akan kembali ke negara A?"
"Ah baik lah, terimakasih Roy, sampai jumpa"
"Baik sampai jumpa tuan"
Roy segera memutar kemudi kembali ke bandara untuk segera mengudara kembali ke negara A karena bos nya pasti sudah menunggu nya jika pulang tak tepat waktu.
Kini Roy nampak terlelap pulas di dalam pesawat yang sedang menuju kembali ke negara A. Dan setelah 13 jam tepat nya Roy sudah kembali mendarat di negara A.
"Sampai jumpa tuan"
Ucap para pilot dan pramugari nya.
"Terimakasih"
Roy langsung mengendarai mobil sport keluaran terbaru nya menuju jalan raya, meski agak letih namun dia segera mengambil jalan pintas yang memutar ke sekitar pemukiman padat penduduk.
CEKKIITTT........
BRAAKKK.........
Meski Roy sempat mengerem namun kening dari Roy terantuk kemudi hingga mengakibatkan lelaki tampan yang akan menuju kepala 4 setahun lagi itu pingsan.
Para penghuni pemukiman padat penduduk pun mengerumuni lelaki yang pingsan di dalam mobil nya itu.
"Bawa keluar cepat korban nya"
Ucap salah seorang pemegang jawaban di pemukiman itu.
"Ke rumah ku saja pak, karena aku yang menyebabkan dia mengerem kendaraan nya"
Ucap gadis cantik yang polos, lugu dan cantik dengan kesederhanaan nya. Mereka segera bergegas menuju rumah gadis cantik yang alami itu.
Tak lupa mereka memanggil dokter yang ada di pemukiman padat penduduk itu.
"Bagaimana keadaan nya dokter?"
Ucap gadis itu.
"Dia hanya terbentur di kepala, luka ringan saja lagi pula dia hanya kelelahan karena banyak pekerjaan saja nona jangan khawatir"
Ucap sang dokter lantas segera bergegas keluar setelah gadis itu membayar upah dokter tersebut.
"Kau tampan sekali"
Gadis itu berucap sambil mengelus wajah tampan milik Roy. Dan setelah 2 jam di infus Roy pun menggeliatkan tubuh nya.
Dia meneliti tempat nya berbaring ini bukan kamar nya, Roy mengingat kejadian sebelum dia pingsan.
"Dimana aku?"
Lirih Roy.
"Andra di rumah ku tuan, tadi anda pingsan di jalanan karena mengerem mendadak karena saya mendadak lewat di jalan"
"Maaf merepotkan"
"Seharusnya saya yang berucap demikian itu karena sudah membuat anda pingsan tuan"
"Aku Roy, siapa kau?"
"Rose"
"Baik lah Rose, ini kartu nama ku, aku sekarang sedang buru-buru, aku pamit dahulu"
Setelah berkata demikian Roy bangkit, namun segera duduk kembali karena rasa sedikit pusing mendera nya.
"Andra masih pusing, makan lah dahulu bubur ini supaya tenaga anda cepat pulih lagi"
"Baik lah, terimakasih"
Roy memakan bubur tersebut supaya bisa segera mengemudi kembali dan bisa kembali ke rumah bos nya itu.
"Minum teh hangat nya supaya tidak lemas lagi"
"Baik lah"
Setelah semua tandas gadis tadi membawa puring dan gelas kotor ke dapur.
"Ini kunci mobil anda tuan"
"Terimakasih"
Roy menerima kunci mobil milik nya.
"Maaf jika mobil baru anda ada yang penyok atau pun baret"
"Tidak apa ini hanya kecelakaan saja, ini sudah hampir sore, saya akan pulang dahulu maaf merepotkan dan terimakasih jika butuh bantuan hubungi nomor ponsel ku yang tertera di kartu nama ku saja"
"Baik"
Roy keluar dari rumah gadis itu lantas segera mengendarai mobil nya.
BERSAMBUNG.