
2 Minggu yang lalu Andra sudah bisa pulang dan bisa rawat jalan di rumah.
Mommy Jasmin dan Daddy Rei juga datang untuk menjemput anak semata wayang mereka.
"Ayo Vin"
Ucap Daddy Rei, Andra segera bangkit dari duduk nya, dia sudah berganti pakaian seperti biasa nya.
Setelah perawatan 6 bulan lama nya, kini dia bisa sembuh dengan sempurna. Tak lagi drop karena menerima kabar dadakan, atau tiba-tiba lumpuh.
Kurun yang tak sebentar itu membuat Andra terus semangat agar cepat pulih.
"Kau sudah sembuh nak, mom sangat bahagia"
"Terimakasih mom"
"Nanti kita ke rumah baru saja ya?"
Andra menggelengkan kepala nya.
"Tidak dad, kenangan masa kecil ku mengalahkan apa pun, aku tak rela jika mansion keluarga besar Mid dimiliki oleh orang lain"
Daddy Rei dan mommy Jasmin sejenak saling pandang mereka lantas tersenyum dengan hangat.
"Baik lah, tapi Daddy minta kau harus terus bersemangat jangan murung, Daddy tidak suka"
"Iya dad"
Mereka berjalan bertiga, Roy datang membawakan semu pakaian dan keperluan yang di bawa selama Andra di rawat.
1 jam kemudian berkendara Andra sampai di kediaman keluarga Mid, mansion besar yang sudah Andra rindukan itu.
"Masih seperti dulu"
Lirih Andra.
"Benar sekali nak, kau masuk lah ke kamar mu untuk istirahat"
Andra mengangguk tersenyum, dia naik ke lantai atas seperti ada yang berbeda meskipun design kamar nya sama.
"Apa yang terjadi selama aku tak sadarkan diri?"
Ucap nya kala memasuki kamar nya dan sang istri, Andra mengelus foto wanita cantik yang masih tergantung di sebelah nya itu.
"Sayang mas pulang, kembali lah mas mohon, kau tahu hidup nya seperti raga tak berjiwa"
Ucap Andra mendekat pigura foto dari wanita yang amat teramat dia cintai.
"Aduh.....sssttt"
Tengah malam di kamar hotel mewah seorang wanita cantik dengan perut bulat nya mengaduh karena sedikit tendangan dari sang anak.
Ya wanita itu Rindi yang sedang hamil 7 bulanan saat ini perut nya membesar, dia mengandung kedua bayi dalam perut nya.
"Kalian belum tidur?"
Mengelus perut buncit nya, dan segera ada tendangan halus yang Rindi rasakan.
"Tidur yuk anak manis, ibu mau istirahat ya"
Beberapa kalia tendangan diberikan seperti nya sang anak memang cerdas sekali.
Setelah menunggu beberapa saat Rindi pun kembali pulas tertidur, dai tak ingin berpikir apa pun mumpung bia tidur.
Pagi ini sekeluarga Alkatiri terdiri dari Daddy Rei, mommy Jasmin dan Andra sedang sarapan pagi di mansion keluarga Mid ini.
Roy datang ke meja makan untuk melaporkan berita penting.
"Ada apa Roy?"
"Nyonya Lisa Lordian telah melahirkan anak perempuan cantik semalam tuan"
Daddy Rei dan mommy Jasmin saling pandang dan tersenyum hangat.
"Cari hadiah yang paling indah untuk bayi perempuan kita akan berkunjung ke rumah sakit"
Ucap Daddy Rei.
"Mereka nanti siang akan pulang ke mansion Lordian tuan"
"Baik lah nanti semua nya akan berkunjung kesana"
Andra tersenyum senang mendengar kabar bahagia ini.
"Carikan juga hadiah dari ku Roy"
"Baik tuan muda"
Watak Andra kini kembali ke semula acuh, cuek dan tak peduli apa pun yang terjadi di sekitar nya.
Mereka selesai sarapan dan berkumpul di ruang keluarga.
"Kita akan melihat generasi baru dari kediaman Lordian, mereka pasti sangat bahagia ya dad?"
"Ibu pasti bahagia sekali ya mom"
Daddy Rei dan Mommy Jasmin mengangguk.
"Maaf Andra belum bisa memberikan cucu untuk mommy"
Mommy Jasmin terdiam.
"Mommy suda cukup bahagia hanya dengan memiliki mu nak"
Andra mengangguk dengan pasti dan tersenyum hangat.
"Sudah jangan bersedih sebaik nya kita segera bersiap untuk menyambut tuan putri keluarga Lordian"
Ucap Daddy Rei yang diangguki oleh kedua ibu dan anak nya itu.
Roy, Novan, Anita dan Aryos juga ikut dalam satu mobil. Mommy dan Daddy Rei duduk di jok tengah, Roy dan Andra di jok paling belakang, lalu Novan memegang kemudi dan di samping nya ada Anita sedangkan dibelakang mereka ada papah Afar dan Aryos asisten Daddy Rei.
Hanya butuh waktu 45 menit saja, mereka sudah sampai di kediaman megah nan mewah di keluarga Lordian.
Mereka bergegas keluar, security datang menghampiri mereka.
"Maaf tuan, tuan German dan keluarga masih di rumah sakit menunggu cucu pertama lahir"
"Kapan mereka pulang?"
"Mungkin sedang dalam perjalanan tuan"
"Baik lah kami menunggu di dalam saja"
"Silahkan tuan"
Security memanggil kepala pelayan untuk menyambut keluarga Alkatiri, mereka menjamu dengan minuman dan camilan khas yang mahal dan terjamin gizi nya.
"Silahkan di nikmati tuan, merek baru saja keluar dari rumah sakit 10 menit lalu"
"Baik lah, terimakasih"
"Iya tuan"
Kepala pelayan pamit undur diri lantas segera mengerjakan yang lain nya.
"Bawa beberapa bodyguard masuk dan hias rumah German ini"
Ucap Daddy Rei, para security dan pelayan hanya melongo saja. Mereka juga tak bisa membantah yang dikatakan pimpinan Alkatiri ini.
Hiasan sudah selesai dalam 10 menit di dominasi dengan warna yang cerah dan cantik, ada kue untuk menyambut si cantik kecil lantas hadiah-hadiah yang banyak.
Bahkan hidangan istimewa, minuman bergizi serta camilan nan enak pun tersedia.
"Cepat kalian bersiap di depan pintu"
Mereka seluruh security, pelayan dan bodyguard segera berbaris dengan rapih.
Aditya yang menyetir, disebelah nya terdapat stroller, dan semua perlengkapan bayi.
Kedua orang tua baru itu ada di jok tengah, William merangkul Lisa yang nampak masih kelelahan. Sedangkan di jok belakang ada kedua suami istri yang sudah lanjut usia menggendong si cantik imut kesayangan mereka.
Aditya hanya menggelengkan kepala nya saja lantas tersenyum melihat mereka sangat bahagia hanya dengan diberi cucu saja.
"Mom, dad, kok sepi ya"
Ucap Aditya.
"Hah, kok bisa, kemana security, tukang kebun dan pelayan"
Ucap German emosi.
"Dad jangan emosi kita turun dulu, ada Rubby yang harus masuk kedalam rumah loh"
German menghela nafas, dia lupa karena sudah menjadi kakek, dan ada cucu cantik nya yang pulas dengan mata terpejam.
Mereka semua sepakat untuk turun dan masuk kedalam rumah lantas membuka pintu utama mansion keluarga Lordian.
KLEAK.....KRRIIEETT.......
Pintu utama dibuka dan ........
"Selamat datang baby girl"
Ucap semua orang yang hadir, Daddy German, ibu Amelia, dan Aditya nampak kaget.
Sedangkan Lisa dan William berpelukan, Lisa nampak menangis terharu. Papah Agar mendekat memeluk anak sulung nya.
"Selamat ya nak, selamat menjadi ibu dari putri cantik mu, cucu papah yang membawa berkah"
Lisa suda bercucuran air mata mendengarkan ungkapan tulus dari sang papah yang dia kenal sejak kecil ini papah kandung nya.
BERSAMBUNG.