TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.316


Flashback on.


1 bulan setelah berita penangkapan Elian dan Aditya Marco ibu dan anak adopsi itu. Rupa nya berita itu sampai ke siaran televisi karena perusahaan milik Daddy Rei juga mencakup kesemua negara bukan hanya di negara Z saja.


PRANNGG.......


Sebuah gelas terjatuh karena melihat sosok muda yang di borgol di tengah keramaian pesta itu.


"Cari berita itu, kabar kan pada ku segera"


Geram sekali lelaki baya yang mungkin seumuran dengan Daddy Rei. Hanya menunggu waktu satu jam saja, semua informasi sudah ada di tangan nya.


Lelaki yang tak lain adalah German Lordian yang tak lain adalah sepupu dari dokter Andalas yang sudah menyembuhkan Andra dari penyakit lumpuh nya.


Lelaki itu membaca dengan seksama semua riwayat hidup putra sulung nya, ya seorang German pernah memiliki bisnis kuliner ketika dia berada di negara Z dan menjalin cinta dengan seorang gadis cantik bernama Amelia.


Mungkin ini takdir yang rumit namun bagaimana pun kenyataan nya memang Aditya Marco putra tidak sah nya. Kendati demikian German sangat mencintai wanita itu, hanya wanita itu yang bisa bertahta dalam hati nya dari 40 tahun lalu lama nya.


Ya setelah German merayu Amelia dan wanita itu menyerahkan segala nya pada German lantas German di kurung oleh kedua orang tua nya.


Singkat kata orang tua nya memberikan negosiasi jika German mau menikahi ibu kandung dari putra sah nya William Lordian maka kedua orang tua nya berjanji akan mengurus wanita yang di cintai nya beserta bayi yang sedang di kandung nya.


German tidak pernah melupakan Amelia, dia menempatkan beberapa pengawal dan mencukupi semua kebutuhan Amelia. Sampai wanita itu melahirkan, kedua orang tua German membuang anak kandung German yaitu anak sulung nya yang lahir dari wanita yang sangat German cintai.


German mendapat kabar jika Amelia depresi lalu di ungsikan ke tempat terpencil. German mencari nya sampai 15 tahun lama nya, namun saat ditemukan ternyata Amelia sudah menjadi seorang istri pria lain dan ibu dari gadis cantik yang tak German tahu jika anak Amelia adalah anak sambung dari perkawinan nya dengan suami nya.


German frustasi dia menyerah dengan Amelia, tapi tetap mengawasi wanita yang dia cintai itu. Hingga kedua orang tua nya meninggal dan dia menemukan buku diary sang ibu yang mencatat semua peristiwa itu. German mencari anak sulung kandung nya kesemua panti asuhan hasil nya namun nihil.


Dan sekarang setelah 40 tahun penantian nya kini terkabul.


"Siapkan jet pribadi?"


William dan Rebecca yang sedang duduk bersantai itu kaget melihat Daddy atau paman dari Rebecca itu pergi dengan tergesa sekali.


"Ada apa dengan Daddy mu?"


"Entah lah mungkin pria tua itu hanya ingin bisnis nya berjalan lebih maju lagi"


Ya Willian tidak perduli dengan itu karena harta nya tidak akan habis hingga 12 turunan pun.


German mendadak segera pergi menemui sang anak sulung di dalam penjara setelah 23 jam berada di udara.


"Hei kau Aditya ada yang menengok mu"


Aditya tercengang.


"Siapa?"


Tanya nya kaget pasal nya selama sebulan lebih di penjara belum ada yang menengok nya.


"Temuilah si pembesuk itu"


Ucap Elian yang kini sedang sakit-sakitan.


"Iya mah, semoga papah mau memaafkan kita"


Elian hanya mengangguk pasrah saja.


Aditya berjalan dengan lesu karena di dalam sel mereka kerap di bully di hajar hingga tak di beri jatah makan oleh tahanan lain. Aditya sudah pasrah karena nya namun hingga sebulan lama nya tak ada dari mereka yang sekedar membesuk diri nya.


Kini dia sudah di hadapan seorang baya yang seumuran dengan papah adopsi nya.


"Siapa kau? apa suruhan papah Rei?"


Tanya Aditya yang sekarang sudah kurus kering dengan tampilan urakan. Pria dengan stelan berkelas itu berbalik yang tadi hanya berdiri bersandar di pintu sel kini menghadap Aditya.


Sekilas Aditya memandangi lelaki di hadapan nya.


"Bagaimana kabar mu?"


Bukan nya menjawab pertanyaan Aditya namun lelaki itu malah bertanya.


"Aku baik, siapa kau?"


"Makan lah dahulu"


Lelaki itu menyodorkan sebungkus makanan dan minuman kesukaan Aditya.


"Terimakasih tuan"


Lantas Aditya memakan makanan itu dengan lahap dengan cepat, lelaki itu tentu saja trenyuh.


"Sekarang ceritakan kenapa kau sampai di masukkan ke dalam penjara?"


"Kenapa aku harus bercerita pada mu"


Ucap Aditya nyalang.


"Itu tergantung diri mu jika kau mau bebas maka bercerita lah tentang hidup mu"


Aditya diam menunduk, dia tak tahu harus bercerita dari mana.


"Ceritakan saja tidak apa-apa"


Aditya mendongakkan kepala nya kearah lelaki itu, lalu menganggukkan kepala nya.


"Aku adalah seorang anak yatim piatu di sebuah panti asuhan, aku sebatang kara......"


Ada rasa sakit bak pedang yang menghunus ulu hati German, anak kandung yang paling dia sayangi menganggap diri nya yatim piatu.


"Lalu?"


Aditya menghela nafas nya lalu kembali bercerita.


"Aku selalu di asingkan oleh anak lain karena nilai sekolah ku lebih baik, tak jarang aku di pukuli mereka hanya seorang gadis kecil yang terpaut 2 tahun usia nya dari ku lebih muda dia lah Camelia Renata, sejak hari dimana Camelia Renata menolong ku dia sudah ku anggap adik ku"


German lega karena anak nya memiliki saudara.


"Kami selalu bermain berdua hingga umur ku 10 tahun, aku termasuk yang paling tertua di panti tak ada yang mengadopsi ku, karena aku janji jika aku diadopsi maka Camelia juga harus ikut"


Aditya seolah menerawang jauh kedalam masa nya.


"Lantas datang lah Tante cantik yang baik hati dialah Roselian biasa di panggil Tante Elian, dia sudah bersuami orang kaya raya namun rahim nya diangkat hingga tak memiliki anak, singkat kata beliau tertarik pada ku dan mengadopsi kami berdua"


"Aku diadopsi, bersekolah di sekolah elit , meski papah angkat ku agak dingin namun dia pekerja keras dari keluarga kaya raya"


"Siapa papah angkat mu?"


"Tuan Arei Refiensah Aryandy Alkatiri"


Mata German melotot, jelas dia mengenal lelaki sebaya nya itu. Pantas dia tidak pernah menemukan apa pun tentang anak kandung nya itu ternyata bernaung di bawah diri nya. German tahu lelaki itu tak bisa di bohongi atau di curangi apa lagi di khianati.


"Saat usia ku menginjak 17 tahun itu lah sumber Mala petaka ku saat ini jika waktu boleh aku putar maka aku ingin sekali mengulang nya dan tak mengikuti study wisata itu"


Aditya menangis sesegukan, German terdiam karena dia tidak ingin mengganggu jalan cerita nya.


"Saat kelas sebelas aku mengadakan study wisata ke suatu desa dekat dengan desa para paman yang pernah mengasuh ibu angkat ku, begitu pun dengan adik adopsi ku karena kami pun sekolah satu sekolah. Aku yang terlena dengan harta dari papah ku, menganggap diri ku memang lah anak seorang konglomerat, papah ku tidak pernah protes dengan segala hal yang membahagiakan sampai waktu terkutuk itu tiba"


Meski terlihat tak sanggup bercerita lagi namun Aditya dengan ternyata bata menceritakan kisah nya kembali.


"Bus wisata kami turun di sebuah sekolah dasar, pertama kali aku sebagai lelaki remaja melihat gadis cilik yang cantik, dia seperti bidadari dan jantung ku berdetak karena bertemu dengan nya. Singkat cerita aku yang malas meminta dia memandu ku saja untuk segera menyelesaikan tugas namun karena gadis itu ceroboh maka menumpahkan jualan es nya ke tugas ku aku pun marah hingga mengadukan nya ke paman"


"Minum lah dahulu kau pasti haus"


Aditya mengangguk pasti, menyeruput es teh manis milik nya.


"Aku punya dua paman, yang satu rentenir dan yang satu juragan yang berdagang, gadis yang ku sukai saat itu hany memiliki seorang ibu dan seorang adik lelaki. Jadi aku meminta paman ku agar rencana ku terealisasi, kebetulan ibu anak perempuan itu memiliki hutang pada paman ku yang rentenir hingga ku suruh segera menagih nya karena sudah jatuh tempo dan paman juragan juga memiliki dendam karena toko nya sepi"


"Lalu?"


"Malam yang kelam itu, aku bergegas menuju gubug di tengah hutan, disana gadis yang ku sukai itu sudah menunggu awal nya aku ingin membawa gadis kecil itu tapi entah bagaimana aku memperkosa gadis itu hingga pingsan karena panik mamah Elian datang aku segera melucuti perhiasan dan baju gadis itu, aku suruh anak buah paman mengangkut gadis itu ke kota"


Aditya menunduk malu ketika menceritakan aib nya.


"Tak serta Merta demikian gampang, malam itu ibu gadis itu pergi ke rumah juragan dan di pukuli anak buah nya sedangkan adik nya datang pada ku untung saja kakak nya sudah ku naikkan dalam mobil, maka anak itu di tendang oleh anak buah paman hingga lumpuh dan ku dengar buta karena terjatuh dan kepala nya membentur akar pohon"


"Aku mencari tubuh seorang gadis di hutan, dan menemukan mayat lantas aku bubuhi darah yang sama lalu ku mutilasi dan wajah nya ku rusak, ku suruh anak buah ku untuk membuang nya di tempat sampah desa"


Aditya menghela nafas berat lantas menundukkan kepala nya mengingat masa lalu kelam nya.


"Apa selesai sampai di sana?"


Tanya German, Aditya menggelengkan kepala nya.


"Benar ku kira sudah selesai, selepas tamat sekolah menengah niat nya aku akan keluar dari rumah papah, aku mendengar telepon dari mamah setelah 3 hari jika papah adopsi ku menemukan putra semata wayang kandung nya di desa itu. Dan lebih sakit lagi anak yang, anak buah ku tendang malam itu adalah anak kandung papah........"


German memejamkan mata nya.


"Apa papah mu tahu?"


"Entah lah aku juga tak tahu karena Arvin tidak pernah cerita apa pun meski aku sempat mengancam nya dahulu dan sekarang"


"Rencana hanya tinggal rencana, gadis yang ku perkosa koma, lantas aku memohon pada mamah adopsi ku Elian untuk membangun ruang bawah tanah, dia setuju karena dia ingin menyembunyikan mayat mamah nya dan aku menyimpan tubuh koma kekasih hati ku"


German mengusap kasar wajah nya kesalahan demi kesalahan putra kandung nya kini dia ketahui.


"Entah berapa banyak dosa ku, aku juga yang selalu membully anak kandung papah ku, tapi aku tidak pernah main fisik karena aku takut trauma terdahulu tentang kebutaan dan kelumpuhan nya hingga berusia 32 tahun, dia pun pergi dari rumah memilih tak pernah berkunjung ke rumah Daddy nya karena diri ku dan perusahaan pun dia mendirikan sendiri perusahaan nya sedang aku mengelolah punya papah"


"Lalu bagaimana kau di penjara?"


"Awal nya karena mamah Elian tidak setuju dia mengambil alih perusahaan hingga diadakan acara malam perkenalan karena Arvin sudah menikah tapi itu semua hanya kedok karena ruang kerja mamah Elian di bobol"


German manggut-manggut.


"Setelah nya di temukan jika mamah adalah anak haram dari wanita yang ingin merampas harta serta kedudukan mamah kandung Daddy Rei aku pun terkejut karena mamah adopsi ku adalah seorang penjahat ulung, lalu di temukan obat yang nyata nya bisa membuat mommy dari Arvin koma dan setelah nya di temukan tubuh koma dari kekasih ku"


"Jadi karena itu kau di penjara?"


"Itu salah satu nya alasan tak sengaja yang mereka temukan atas kesalahan ku, yang utama nya aku menculik ibu dari kekasih ku yang ada di rumah sakit jiwa untuk aku siksa sebagai ancaman untuk menghilangkan jejak, ternyata karena ibu itu justru ketahuan semua kejahatan ku"


"Baik lah apa semua sudah selesai?"


Aditya mengangguk.


"Aku akan membebaskan mu dengan banding besok, sekarang kau, adik mu dan ibu mu bebas bersyarat"


"Adik ku, istri ku, adik ipar ku dan dua keponakan ku sudah meninggal, pada hal aku belum sempat meminta maaf pada mereka bertiga karena aku dan adik ku Camelia sudah menikah sirih. Aku juga belum mengakui kedua putra ku"


Aditya kembali menangis tersedu.


Astaga German sudah tidak bisa menahan lagi rasa bersalah yang putra nya lakukan semua nya dosa.


"Baik lah ajak ibu mu pergi bersama ku"


Aditya mengangguk lantas kembali ke dalam sel membangunkan Elian.


"Mah ayo kita keluar, ada orang baik yang mau membebaskan kita"


Sudah membangunkan sang mamah namun tetap saja mamah nya tidak bangun.


"Tadi ibu mu sesak nafas"


Kata salah seorang penghuni penjara itu.


Aditya memeriksa nafas sang mamah dia kaget karena nafas nya sudah tidak ada.


"Mamah.........!"


Aditya meraung menangisi kepergian sang mamah dengan pilu, German berlari menuju ruangan penjara itu. German memanggil beberapa orang membawa pengurus jenazah untuk di makamkan dengan layak. Aditya begitu merasa tertampar dengan keadaan karena kepergian seluruh orang yang menyayangi nya.


"Sabar, ayo kita pergi"


"Maaf tuan saya hanya ingin disini"


"Ikut lah dengan ku, karena aku adalah papah kandung mu!"


Aditya mendongak pada lelaki itu, di usap nya air mata itu.


"Aku mau ikut dengan anda tapi dengan syarat aku tidak ingin mommy dari Arvin bangun dari KOMA"


Flashback off.


BERSAMBUNG.