TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.160


Di pusat kota besar, keluarga Alkatiri adalah keluarga terkaya di negara itu apa lagi dengan ada nya ketiga pasangan generasi muda mereka yang terjun di bisnis masing-masing. Ya pewaris perusahaan raksasa itu sendiri adalah putra bungsu keluarga itu yang sangat misterius, namun tidak dengan ketiga pasang kakak nya.


Raksa dan Saluna mereka cenderung ke properti rumah tangga, sehingga mereka hanya menjual barang jadi. Lain hal nya Damian dan Indri yang terjun di konstruksi yaitu mendirikan jasa pembangunan semua jenis bangunan karena Damian sendiri seorang arsitek makanya dia tidak mengerti di bidang bisnis perusahaan tapi lebih ke lapangan. Begitu pun Riana dan Herdan yang baru menikah 5 tahun lalu mereka menggeluti bisnis makanan instan.


Mereka nampak sarapan bersama di rumah keluarga Alkatiri, mereka tinggal di satu rumah baik Raksa, atau Riana tinggal dalam satu rumah. Meski Damian membawa Indri tinggal di rumah orang tua nya tapi mereka selalu makan bersama di rumah besar Alkatiri.


Mamah Cinta menyiapkan sarapan pagi dengan semua kesukaan anak-anak nya juga para menantu lelaki dan perempuan nya.


"Mah, Riana bantu ya?"


"Tata piring saja di atas meja"


"Baik mah"


Dulu Riana seorang gadis yang ceria dan suka usil tapi semenjak tragedi tragis itu Riana jadi pendiam bahkan terkadang takut menguatkan isi hati nya. Bagaimana tidak lelaki yang menjadi suami nya adalah anak seorang pembunuh yang mengakibatkan beberapa anggota keluarga meninggal dunia.


Belum lagi meninggal nya Daddy Ditya dan mommy Diah. Tak lama mereka berpulang karena sakit mamah Paramitha dan papah Alan kecelakaan sehingga mereka juga ikut meninggal. Berbagai duka telah dialami seluruh anggota keluarga Alkatiri juga Dimitri hingga membentuk jiwa kuat para generasi muda nya, dan terlebih lagi lebih mawas diri agar tidak tertipu oleh para penipu rakus harta.


"Pah"


"Iya mah"


Mereka makan namun sambil mengobrol santai karena pasal nya ini hari Minggu, Haris dan Rista juga ada disana.


"Rei kok tidak pulang-pulang?"


Mereka semua melirik wanita paruh baya itu, terlihat gurat kesedihan wajah terutama mata wanita itu.


"Mungkin bungsu kita sibuk di desa berkembang itu mah"


"Betul juga ya pah, usia Rei sudah 33 tahun dia tidak memiliki pendamping apa lagi calon nya"


"Bukan nya kau dinikahi kak Aksa juga saat kak Aksa itu berusia 37 tahun"


Sambil menyuapkan potongan sandwich Haris menimpali perkataan Cinta. Aksara yang tak terima melotot pada adik sepupu nya itu.


"Meski aku sudah 37 tahun tapi aku masih seperti lelaki berusia 20 tahun"


"Maka nya jadi pedofil suka nya gadis ingusan"


Aksara siap melemparkan sandwich kearah muka Haris, namun tangan nya di tahan Cinta.


"Ada anak-anak pah, malu"


Aksara segera duduk kembali, Haris tertawa terbahak-bahak.


"Mas sudah ah"


"Emang kenyataan nya kok"


Para anak-anak tertawa, juga menantu mereka nampak tersenyum geli. Rupa nya kisah Cinta Aksara begitu mendramatis.


Tling.


Sebuah pesan masuk ke email Herdan ketika dia sedang menikmati makan siang nya, dia tersenyum kala melihat sebuah foto gadis belia yang cantik dengan senyum ceria nya. Lantas Herdan mengetik sebuah pesan untuk orang suruhan nya itu. Lelaki di usia 38 tahun itu sangat bahagia, dia dengan sesegera mungkin akan mengerjakan tugas nya di kota.


"Kita akan segera berkumpul kembali"


Herdan mengusap foto kedua wanita berbeda usia itu, dia menyandarkan punggung kokoh nya ke kursi CEO yang sudah dia duduki selama 10 tahun ini.


"Apa kalian masih mengenali ku?"


Herdan seolah bertanya pada seseorang dalam lamunan nya.


Klek.


Herdan melihat pintu terbuka, disana terlihat bidadari hati nya yang begitu cantik menawan.


"Sepertinya pak CEO yang tampan ini sedang bahagia?"


Ucap Riana sengaja menggoda suami nya, lantas naik ke pangkuan sang suami. Herdan membelai rambut istri nya yang panjang, Riana mengecup singkat bibir suami nya.


"Memang, jika aku tidak nakal apakah kau akan tertarik pada ku?"


Sambil mengedipkan mata nya Riana bertanya.


"Tentu saja, karena gadis cantik yang nakal tapi polos hanya diri mu seorang"


Herdan menoleh hidung mancung sang istri.


"Gombal"


"Emang bener kan?"


Herdan terdiam sejenak, entah bagaimana dan dari mana asal nya dia harus bercerita.


"Ada masalah?"


Herdan mengangguk.


"Ceritakan saja, bukankah selama ini kita selalu terbuka"


Herdan menghela nafas nya.


"Papah ku punya 3 istri, ibu ku adalah istri kedua sedangkan istri pertama melahirkan seorang putri yang usia nya jauh lebih muda 20 tahun dari ku, meski demikian papah selalu mengutamakan ku, tragedi 15 tahun lalu mereka menghilang begitu saja, dan 10 tahun ini aku sudah mencari nya, hingga 2 Minggu lalu aku menemukan mereka tinggal di desa xxx"


"Kalau begitu segera lah temui mereka"


"Niat nya Minggu depan"


"Jangan ditunda lagi"


"Baik lah sayang ku"


Herdan memeluk istri nya, mencium dengan intens bibir manis yang selalu dia rindukan. Riana hanya terdiam menerima setiap hal yang diberikan sang suami pada nya, di siang bolong yang panas mereka melakukan olah raga ranjang dengan cinta yang begitu membara.


Selesai nya Herdan dan Riana tidur siang bersama hingga menjelang sore.


"Eenngghhh......."


Riana baru bangun setelah beberapa jam, dia meraba tempat di samping nya sudah kosong. Riana berbaring kembali mengira suami nya berada di ruang kerja.


"Masih betah tidur disini kah?"


Herdan hanya melilitkan handuk di pinggang kuat nya serta mengusap rambut basah nya dengan handuk kecil. Riana melotot melihat tubuh sixpack milik suami nya meski setiap hari sudah melihat nya.


"Cepat mandi, kita bersiap pulang"


"Baik lah"


Riana menyeret selimut nya hingga masuk kedalam kamar mandi. 1 jam kemudian dia selesai dengan ritual mandi nya.


"Setelah makan malam, aku akan ke desa xxx"


"Aku pulang sendiri saja, pergi lah temui mereka, mereka sudah lama menghilang"


Herdan mengecup kening istri nya, lalu mengangguk.


"Baik lah, maaf ya sayang aku tidak bisa mengantar mu pulang dan makan malam, sampaikan pada yang lain nya juga"


"Iya jangan khawatir ya"


Riana mengelus lengan kekar suami nya. Herdan menggunakan celana selutut, kaos berkerah dengan sandal saja. Lelaki itu hanya mengemas beberapa potong pakaian nya dengan mini koper nya.


"Hati-hati di jalan jangan lupa kalau sudah sampai kabari ya"


"Pasti"


Mereka berpisah di lobi perusahaan milik mereka, Herdan beralasan pada para pegawai dia dinas ke luar kota. Sehingga memudahkan diri nya menemukan keluarga nya yang sudah dia cari selama 10 tahun ini.


BERSAMBUNG.