TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.55


Flashback on.


2 minggu lalu, seseorang yang sudah menantikan istri dari Wicaksara Rayz Alkatiri itu mengunjungi kampus tersenyum miring. Dia segera membuntuti gerak gerik mereka, senyum cerah terbit tatkala keduanya berpisah di halaman kampus. Mala sudah dipastikan rencana bos nya itu 100% akan berhasil tanpa gangguan sedikit pun. Karena dia sudah mengatur semua yang akan Aksara hadapi di kantor sehingga akan lupa dwngan keadaan orang penting yang ada disisinya. Cinta masih berada di kampus nya, kepalanya pusing sehingga dia tidak dapat mengikuti kelas.


"Kenapa tiba-tiba pusing pada hal kan aku tidak pernah keluar malam atau makan sembarangan"


"Permisi?"


"Iya sus"


"Saya perawat yang dikirim dari rumah sakit yang dipesan pihak kampus atas nama suami anda nyonya"


Cinta tersenyum manis, rupanya suaminya begitu perhatian pada diri nya tahu jika dia saat ini sangat butuh perhatian.


"Baik lah silahkan diperiksa sus"


"Silahkan"


Si perawat menyodorkan kursi roda lantas mempersilahkan Cinta untuk duduk, membawa tubuh kurus Cinta dalam keadaan lemah itu.


"Silahkan beristirahat dulu nyonya, karena perjalanan kita akan panjang"


"Baik lah"


Cinta pun merasa aman, tak pernah terbersit sedikit pun curiga karena suami nya oasti melakukan hal yang terbaik untuk nya. Tak ada siapa oun yang tahu termasuk cctv yang telah diretas dengan baik.


"Kita sudah sampai nyonya?"


Cinta membuka mata, mengamati tempat yang ada disekitarnya itu.


"Dimana ini?"


"Di tempat baru anda!"


"Apa maksud mu?"


Tak...tak...tak.


Seseorang nampak mendekat, lantas tersenyum dengan senyum miring nya.


"Kau!"


"Ternyata mudah sekali menangkap mu, aku kira akan sulit menembus keamanan Alkatiri, nyata nya mereka sudah lemah"


"Apa yang kau inginkan?"


"Apa masih perlu dijawab!"


Wanita itu mendekat kearah kursi roda yang di duduki Cinta. Mengelus wajah nya juga menjambak rambut Cinta hingga akan terlepas dari kulit kepalanya.


"Sakit?"


"Ini tidak ada apa apanya"


Cinta dengan sinis juga tegas berkata. Dia tidak boleh terlihat lemah dihadapan wanita ini pikirnya.


"Ha..ha seharusnya mommy bisa melihat menantu pilihan anak nya setangguh ini"


"Aku tidak butuh pengakuan dari siapa pun!"


"Begitu kah? hem benar juga mereka sudah tidak kau miliki lagi, mereka semua akan ku miliki dan akan menyayangi ku"


"Kau wanita berhati iblis Cath!"


Ucap Cinta dengan lantang namun Cath hanya tertawa terbahak seperti iblis yang akan segera mendapatkan mangsanya.


"Berteriak lah, mungkin tuhan akan mendengar teriakan mu, tapi yang harus kau ingat dengan jelas dan pasti tidak akan ada yang bisa menemukan mu jadi jangan berharap apa pun pada keajaiban.


"Dimana kah aku? mengapa mereka tega sekali"


Air mata Cinta meleleh dengan derasnya, tapi sebisa dan sekuat mingkin dia tidak mengeluarkan isakan tangis atau apa pun.


Tak...tak....tak.


Suara langkah kaki Cath menjauh, artinya wanita itu sudah tidak ada disekitar nya lagi. Ruangan itu sangat gelap, pengap tak ada cahaya.


Sudah beberapa hari sejak saat Cath muncul, Cinta diberi makan seadanya saja.


"Bagaimana apakah temoat baru mu sangat nyaman?"


Cinta sedikit terkejut namun dia segera merubah ekspresinya kembali.


"Bawa dia ke ruang bawah tanah, periksa apa saja yang bisa di ubah"


"Baik"


Tubuh Cinta dibawa pergi ke ruang bawah tanah untuk pemeriksaan tak Cinta ketahui untuk apa. Yang jelas itu pasti memebahayakan dirinya.


"Bos"


"Lakukan perubahan semuanya!"


"Tidak bisa bos"


"kenapa?"


"Ada janin berusia 2 bulan didalam perut wanita itu"


"Lantas"


"Itu akan berbahaya untuk kita, kita akan terbukti melakukan aborsi ilegal"


"Brengsek"


Wanita yang dipanggil bos oleh anak buahnya itu, terlihat membuang rokok yang tadi dihisap nya. Menggebrak meja juga menendang kursi dan baranh disekitarnya.


"Lepaskan penutup mukanya"


Mereka melepas penutup muka pada wajah Cinta, dengan demikian wajah itu terlihat oleh Cinta.


"Kau!"


"Ya ini aku, dengarkan dengan baik, tanda tangani surat itu lalu kau bebas tanpa syarat"


"Apa maksud mu aku harus tanda tangan apa?"


Kedua tangan Cinta sudah dipegang kedua bodyguard milik Karenina.


"Ada apa ini?"


Cath muncul dari balik pintu, merayap masuk dengan beberapa pengawal pribadinya juga.


"Lepaskan dia!"


"Kak!"


"Ada apa? mengapa tidak ada diskusi?"


"Dia membawa janin milik Aksara!"


Cath tertawa terbahak dengan ucapan Karenina.


"Apa yang lucu?"


"Kau lugu sekali adik ku Karen!"


"Maksud mu"


"Aborsi anak dalam perut nya itu!"


Seketika mata Cinta membola tata kala beberapa orang maju hendak menyergap nya.


"Tunggu jangan lakukan itu, jangan bunuh anak ku"


Cath mendekat, beradu tatap dengan Cinta.


"Apa imbalan yang ku terima, jika tidak di aborsi maka aku harus menunggu setidak nya 7 bulan lagi baru rencana ku akan terlaksana dengan baik"


"Aku bisa melakukan apa pun untuk mu, asal aku bisa melahirkan anak ini, dan membiarkannya bersama ku"


"Baik"


Cath melemparkan berkas yang harus Cinta tanda tangani.


Tak berapa lama anak buah mereka masuk melaporkan sesuatu, Cinta tersenyum manis karena beeharap dia akan bebas.


"Bos, tempat kita akan dikepung dalam 10 menit"


Cinta terkesiap dia segera bersiap, dan bolehkah dia berharap jika itu suaminya.


Namun sedetik kemudian tubuhnya terbang dan masuk ke benda kotak terbuat dari besi. Tidak ada yang bisa Cinta lakukan, benar kata Cath tidak ada harapan karena hampir 2 minggu itu dia berada di beberapa tempat, berpindah dan dibawa dengan paksa.


Pada akhirnya mereka bisa lolos dari kejaran seorang Aksara.


"Kita sudah aman bos"


"Apa kau yakin?"


"Tentu karena kita telah memblokir seluruh akses mereka"


"Bagaimana Smith?"


"1 bulan ini dia menekuni semua berkas Alkatiri karena kita ada rencana untuk kebangkrutan mereka"


"Bagus"


Karenina tersenyum puas.


Flashback off.


Aksa Sudah melakukan pencarian selama 2 minggu namun hasilnya nihil. Dilacak dengan seluruh jaringan yang dimiliki keluarga Alkatiri pun percuma rasanya. Aksara sudah semakin gila dibuatnya, hanya dalam hitungan beberapa jam istri tercinta nya lenyap.


Klek.....


Mommy Diah masuk.ke kamar putranya yang gelap, bahkan gordeng nya saja sudah 2 minggu ini tak tersentuh tangan.


"Makan dulu, ayo bangun"


Aksara hanya dududk ditepian ranjang menghadap jendela. Pernah beberapa kali akan menemukan jejak istrinya namun ketika sampai ditempat itu hanya tempat kosong tak berpenghuni.


"Letakkan saja mom"


Sang mommy mengelus pundak anak nya, dia sangat meraa bersalah karena sempat menentang dan ingin memisahkan keduanya.


"Makan ya, mommy suapin"


"Aksa bisa makan sendiri mom, Aksara lagi kerja"


"Rayz......"


Tak ada jawaban, sahutan atau sekedar melirik pun tidak. Sang mommy hanya meneteskan air matanya sambil berlalu dari kamar putra tunggalnya.


"Bagaimana?"


Mamah Paramitha sudah menunggu didwpan pintu namun kakak ipar nya menggelengkan kepalanya. Hampir 2 minggu ini Aksara tidak pernah tidur, dia hanya bisa tidur jika diberi obat tidur oleh dokter.


"Yang sabar mom, kak Aksa gidak mungkin sakit"


Mommy Diah hanya mengangguk pasrah.


BERSAMBUNG.