
Mata ibu Amelia terbelalak sampai mau keluar rasa nya. Melihat pemuda yang 30 tahun silam dia lihat, ya pemuda yang dia temui di hutan itu.
"Bu......"
Ibu Amelia tersadar karena mendapat elusan dari tangan Andra di lengan nya. Ibu Amelia segera tersenyum mendapat semangat dari anak angkat nya itu.
"Mel........."
Lirih German pada ibu Amelia.
Ibu Amelia menatap lelaki yang duduk diantara para lelaki sebaya nya itu.
"Dia Aditya Marco Lordian, anak pertama kita yang sempat kamu lahirkan dan kamu duga meninggal"
Ibu Amelia memandang kearah German karena mendengar pernyataan tersebut.
"Benar kah?"
Ibu Amelia bergumam dan langsung segera bergegas menuju putra kandung nya itu.
"Mommy......."
Lirih Aditya pada ibu Amelia.
"Apa kau benar bayi ku, anak ku yang sangat ku cintai, yang lahir dari rahim ku sendiri"
Aditya mengangguk pelan, lalu langsung bersujud di kaki sang ibu yang sudah melahirkan nya.
"Maafkan aku ibu, maaf....."
Lirih Aditya seolah sangat perih karena dia baru menemukan orang tua kandung nya disaat usia nya sudah mulai matang seperti ini dan tak butuh mereka.
"Anak ku, kau benar-benar anak ku Aditya......"
Ibu Amelia menumpahkan perasaan nya pada anak kandung nya yang sudah dia lahirkan dengan susah payah saat itu.
Mereka ibu dan anak sangat lama sekali berpelukan melepaskan rindu yang menggebu dan terpatri dalam kalbu.
"Ibu senang, akhir nya ibu bisa menemukan anak-anak ibu"
Ibu Amelia mengusap sayang wajah putra kandung nya yang sangat dia cintai.
Ibu Amelia tersenyum pada anak-anak nya yang sudah dia temukan.
"Kami mencintai mu mommy"
Ucap Aditya dan William secara bersamaan memeluk sang mommy nya.
Andra minder jadi nya, lalu ada sebuah tangan yang menggenggam nya lantas Andra menoleh itu tak lain adalah istri nya Rindi.
Genggaman tangan itu mengisyaratkan bahwa Andra harus bisa menerima kebahagiaan ibu angkat nya sebenar nya. Ibu Amelia berhak bahagia atas penantian panjang Ibu Amelia dan Daddy German.
Bukan setahun atau dua tahun bahkan puluhan tahun lama nya mereka menanti hingga anak yang seharus nya mereka jaga pun sudah usia dewasa matang.
Andra tersenyum melihat keluarga ibu angkat nya yang berkumpul dengan bahagia, disana dia melihat sahabat nya tertawa begitu lepas.
Seumur-umur berteman dengan seorang William belum pernah diri nya melihat lelaki itu tertawa selepas itu.
"Lihat sayang, teman mu sangat bahagia"
Andra mengangguk dan tersenyum.
"Kau benar sayang, aku akan berdosa jika menginginkan kebahagiaan sederhana itu"
Ucap Andra.
Ibu Amelia mendekat menarik tangan nya.
"Kalian bertiga adalah putra ibu"
Mereka bertiga saling pandang dan tersenyum dengan hangat.
"Yang akur ya"
Ucap ibu Amelia, mereka juga kembali saling pandang lalu tertawa dengan lepas nya.
"Kami sudah tua Bu untuk bertengkar"
Ucap William.
"Benar Bu, apa lagi bang Adit pasti nya sudah beruban"
Aditya pun melotot kepada mereka berdua.
"Dibilang tua sih oke, tapi ya tidak dibawa juga kali uban nya"
Mereka kembali tertawa melihat itu.
"Udah tua, jomblo"
Ucap William memanasi kakak sulung nya.
"Mending kita ya punya istri meski pun kakak beradik"
Will meninju bahu Andra.
"Sakit woii...."
"Berisik ahh....."
Andra mendelik.
"Sebagai adik ipar, kau harus menurut karena kau paling muda dari kita"
Andra berdecak kesal dikatai paling muda, tapi memang benar itu kenyataan nya.
"Jangan kesal dong, memang kan mas paling muda dan menikahi aku selalu adik nya kak Lisa"
Andra tersenyum manis pada sang istri, mengeratkan genggaman nya pada sang istri yang berada disebelah nya.
William hanya tertawa melihat Andra kincep, karena pembulian masal mereka.
"Ya sudah kalian menginap saja disini"
Ucap Daddy Rei pada German dan Aditya yang merupakan anak sulung lelaki itu.
"Ya sudah memang baik nya begitu"
Ucap ayah Andreas yang langsung masuk kedalam kamar nya.
Daddy Rei membawa mommy Jasmin masuk kedalam kamar juga, begitu pun dua pasangan muda itu Andra dan William.
Sedangkan German masuk kedalam kamar nya sendiri, Aditya dan papah Afar pun demikian.
Ibu Amelia nampak sangat bahagia malam ini karena bisa berkumpul bersama lelaki yang sudah menikahi nya dan kedua putra tampan nya itu.
Sekarang yang menjadi pikiran nya hanya anak dari lelaki yang menolong nya Alesa, yang masih terbaring di rumah sakit.
"Mau kemana bos?"
Ucap Novan ketika melihat Roy keluar dari mansion keluarga Mid itu.
"Mau tahu saja urusan orang"
"Ya penasaran lah bos"
Roy hanya terdiam mengambil kunci mobil nya dari saku celana yang dikenakan asisten utama bos mereka itu.
"Pulang ke apartment, mau ikut?"
"Ngelawak mau ngebor kok ngajak orang"
"Ya sudah"
Novan hanya cemberut, karena malam-malam nya hanya ditemani kopi hangat dan nyamuk yang membuat geli dan hangat.
"Malang nya nasib mu Van?"
Ucap Anita ketika Roy sudah masuk kedalam mobil nya itu.
"Maka nya kau hibur lah aku?"
"Ke bar Van kalau butuh dihibur kaya nggak biasa aja"
"Kirain mau menghibur, malah pergi"
Anita meninggalkan Novan yang ada di samping rumah, lelaki itu sedang menemani bodyguard lain yang berjaga.
"Ada-ada saja si Novan, bawel banget"
Ucap Anita menuju dapur mengambil camilan.
"Kamu siapa?"
"Selamat malam tuan Aditya, saya Anita pengawal pribadi nona muda Arindi"
"Oh, kirain asisten nya Andra?"
"Bukan tuan, maaf saya mau mengambil camilan buah kering di rak"
"Oh silahkan"
Anita mengambil 3 toples besar camilan buah kering, kesemek, kismis, apel dan pisang.
"Itu camilan kesukaan Anita jika diri nya sedang bosan"
Roy melajukan mobil nya menuju apartment, sudah pukul 11 malam tapi dia masih pulang ke apartment.
Andra memang membebaskan Roy sejak lelaki itu mengaku memiliki pacar.
"Sudah tidur sayang?"
Ucap Roy membelai pipi Rose.
"Baru pulang sayang?"
Roy mengangguk, Rose ******* bibir manis kekasih nya. Roy melihat kekasih nya ini nampak memakai lingerie hitam yang nampak sexy tanpa dalaman yang di pakai oleh pacar Roy.
"Kamu sexy sekali sayang"
"Sengaja"
Roy tertawa, memeluk mesra pacar nya, mencium bibir merah itu dengan lembut, meremas dada pacar nya.
Tanpa bertanya atau berbasa-basi Roy langsung menyobek lingerie yang pacar nya gunakan lantas menelanjangi dir nya sendiri.
Dengan cepat Roy memangku pacar sexy nya sambil memasukkan ular piton piaraan nya kedalam sangkar nya.
"Ahhh......ahhhhh!"
******* keenakan keluar dari mulut Rose dengan manja karena Roy sudah memaju mundurkan ular piaraan nya ke dalam lubang hangat milik Rose. Mereka kembali melalui malam itu dengan pergulatan panas diatas ranjang apartment milik Roy.
BERSAMBUNG.