TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.57


Tanpa menunggu lama Cath yang sedang menyuapi putra tunggalnya itu segera dibawa para pengawal Alkatiri.


"Ada apa ini?"


"Mohon kerja samanya nyonya"


"Aku tidak Sudi ikut kalian"


Namun dengan cepat para pengawal itu meringkus Cath juga anak nya itu.


"Awas kau Rayz!"


Meski dimasukkan ke dalam mobil tetap Cath memberontak.


"Daddy!"


Mata Cath membulat karena tuan besar Alkatiri ada di dalam mobil sedang duduk bersantai.


"Masuk lah!"


"Ada apa ini?"


"Rayz menginginkan mu!"


"Baik lah Daddy aku ikut"


Merek segera meluncur ke sebuah rumah, yang mana Cath tahu itu bukan jalan menuju rumah utama Alkatiri.


"Daddy"


Lirih Cath, seolah dia meminta pertolongan.


"Sebentar lagi kita akan sampai"


Ucap daddy Ditya dengan raut muka yang serius lagi dingin.


Mereka tiba dipinggir kota yang sepi jauh dari pemukiman penduduk, Cath sebenarnya sudah tahu untuk apa mereka membawa diri nya datang ke tempat ini.


"Ayo masuk"


Di sana terlihat semua hidangan mewah, penuh 1 meja. Hidangan santap siang yang sangat menggugah selera, semuanya baru saja di masak.


"Ayo Cath duduk lah, kita sudah lama tidak makan bersama"


Cath sudah was-was namun nyatanya lelaki itu memperlakukannya dengan hormat, ini lah yang Cath sangat suka dari Rayz. Sang Daddy pun nampak duduk menikmati makan siang nya dengan lahap.


"Cath aku ingin berbicara secara pribadi dengan mu"


Penuturan Aksara sangat luwes lagi elegant tak terlihat raut muka penuh amarah atau tanda tanya sedikit pun akan diri Cath.


"Silahkan"


Aksara bangkit lantas mendekat pada kursi yang Cath duduki. Aksara membisikan sesuatu ke telinga Cath.


"Kembalikan istri ku!"


Dengan perkataan juga nada yang menekan pada setiap kosa katanya.


Mata Cath membulat, bagaimana Aksara menemukan dirinya membawa istri sah lelaki itu. Cath segera mengatur nafas nya yang tiba-tiba sesak.


"Bagaimana apa kau merasakan sesak di dada mu?"


Cath terdiam, dia tak lagi bergerak. Cath tahu jika Aksara menggunakan cairan yang dapat membuat tubuh nya melemah.


"Jika kau memberikan istri ku, maka penawar untuk tubuh mu akan diberikan 1 tetes tiap 1 minggu"


"Kau kira aku bodoh, racun itu tidak ada penawar nya"


"Itu tidak berlaku pada ku, tidak ada yang tidak bisa ku temukan di dunia ini"


Cath terdiam, benar lelaki di hadapannya sangat mengerikan.


"Masih mau bertahan? maka nikmati setiap rasa dari tubuh mu setiap hari"


Aksara berjalan keluar.


"Dia hanya boleh tinggal dikamar dekat dapur, dan memakan makanan yang tersaji di meja itu setiap hari"


Ucap nya pada kepala pengawal yang Aksara tugaskan.


"Rayz jangan seperti ini"


Cath mengejar Aksara namun sangat pelan walaupun dirinya berlari sekuat tenaga. Aksara berhenti karena tahu jika Cath mengejar diri nya.


"Kenapa? kau pikir kau tak pantas diperlakukan seperti ini"


Cath mengangguk.


"Tak pantas jika kau tidak memisahkan ku dari istri ku selam 8 bulan ini"


Cath terdiam.


"Aku tidak pernah mengusik mu, aku juga diam ketika kau melakukan berbagai trik dalam lomba yang diadakan mommy, karena aku masih memandang mu"


Ucap Aksara tegas.


"Dan lagi lagi kau keterlaluan dengan ambisi mu itu"


Aksara berjalan keluar dari rumah.


Tap.


Salah satu pengawal terpercaya milik Alkatiri menyalami diri nya secara tidak sengaja. Cath menjadi tegang lantas pergi dengan perlahan menuju kamar nya di sebelah dapur yang sudah dijaga ketat. Aksara menuju mobil nya duduk berdampingan dengan sang daddy.


"Apa kau tega memperlakukan Cath seperti itu?"


"Tidak, aku sudah menaruh semua penawarnya, jika dia bisa menemukan makan yang ku taruh penawar racun sebelum makanan itu basi maka dia akan bisa dengan selamat"


"Terimakasih son"


"Kau di mana?"


"Aku rindu sekali Cinta"


Air mata nya kembali lolos dari sudut mata tegas Aksara. Mengelus, memeluk bahkan menciumi foto milik Cinta. Aksara tak akan bisa melupakan wanita milik nya.


"Kau dimana sayang, cepat pulang"


Aksara merengek seperti anak kecil.


Ddrrtt....ddrrttt.


"Iya"


"Tender kita disabotase oleh Smith"


"Apa! bagaimana mungkin?"


"Surat perjanjian kita ternyata palsu, dia menggunakan tanda tangan mu untuk menolak tender itu, kita rugi ratusan trilyun"


"Brengsek dia"


Aksara segera membersihkan dirinya, turun kebawah lalu menuju garasi rumah untuk mengambil mobilnya.


"Kau mau kemana?"


"Aksa mau ke kantor dad!"


"Ada apa?"


"Smith mencoba membangkrutkan Alkatiri"


"Daddy ikut!"


Mereka pergi bersama ke kantor untuk menangani Smith, Aksara segera meluncur , disana sudah disambut oleh Dino dengan beberapa berkas nya.


"Bos"


"Siapkan rapat"


"Baik"


Rapat dipimpin langsung oleh Aksara, mereka semua kaget karena selama 8 bulan bos muda mereka kini muncul kembali. Setelah 2 jam namun rapat tidak ada hasil, semua pengeluaran tidak dapat ditutup oleh brangkas perusahaan. Sementara ribuan karyawan butuh gaji mereka, Aksara terdiam.


"Kita ada beberapa properti!"


"Tidak dad!"


Sang Daddy hanya diam.


'Bagaimana mungkin Smith bisa membobol perusahaan'


Pikir Aksa.


"Dino masuk lah!"


Dino segera menuju ruangan bos nya.


"Ada apa?"


"Siapa yang sering kemari?"


"Hanya OB wanita milik perusahaan"


Aksara mengangguk, lantas melambaikan tangannya pada Dino, menyuruh nya pergi.


Aksara merasa pening kepalanya, lantas menyuruh seorang OB untuk membawakan teh hangat ke ruangannya.


Drrtt....ddrrtttt.


"Iya"


"Bos kita dapat tender lagi, saya sekarang di restoran xxx untuk meeting tapi klien ingin bertemu langsung dengan anda"


"Baik aku segera datang"


Aksara berdiri dan berjalan terburu hingga menabrak seseorang.


Byyuurrrrr.


Aksara menatap wajah OG yang menunduk itu, tanpa Aksara gubris dia segera ke ruang ganti untuk mencari baju yang cocok lagi membersihkan badannya yang sedikit panas lagi lengket semua. 30 menit, Aksara sudah rapih, wangi juga tampil mempesona. Aksara segera turun ke lantai bawah, mobilnya sudah terparkir di lobi.


BRUUKk.


Tong sampah berukuran mini menimpa kakinya, meski sudah bersih namun sakit dan terasa kotor. Sementara si pelaku malah bertelponan dengan seseorang, Melki menunduk terdiam.


"Tandai OG itu, besok suruh menghadap"


"Baik bos"


Lantas mereka segera pergi, menuju tempat yang Dino sebutkan.


Sementara sepasang mata seseorang melihat dari layar ponselnya, sedikit sedih dan nampak murung.


"Anindy"


Yang dipanggil namanya menoleh, tersenyum imut.


"Kau juga diterima jadi OG disini?"


Gadis imut itu mengangguk.


"Ayo cepat kita bersihkan ruangan lain juga"


Gadis itu hanya mengangguk, lalu segera mengikuti temannya. Sesekali menengok ke belakang, namun harapannya pupus, karena hanya tinggal harapan saja.


BERSAMBUNG.