
Rei memasuki apartment megah setelah 30 menit perjalanan dari cafe itu.
"Maaf tuan muda kami menyewa apartment bukan hotel"
"Baik lah, kalian lanjutkan bekerja nya"
Rei berbalik berhadapan dengan Aryos dan Rave.
"Baik tuan muda"
Rei memasuki kamar hotel nya, sementara Min diam saja.
"Apa kau mau bermalam di lorong apartment"
"Aku ingin pulang"
Rei menatap tajam kearah Min, gadis itu menunduk sambil memainkan jari jemari nya.
"Masuk"
Min memasuki apartment yang Rei tempati.
"Kau bisa masak?"
"Bisa"
"Pergi lah ke dapur dan memasakkan makanan"
Min bangkit menuju dapur apartment milik Rei, dia membuka lemari pendingin yang terdapat beberapa daging mentah, sayur serta bumbu dapur semua lengkap.
Min mengambil 3 bungkus daging, 2 macam sayur, lalu mengolah nya. 1 jam selesai mengolah daging yang dibumbui dengan lezat dan nampak empuk menggugah selera. Ada sayur yang dijadikan kuah dengan kaldu daging tadi kemudian sayur yang di tumis. Min juga mengupas 2 apel, 2 pir dan 2 pisang.
Rei selesai mandi dan berpakaian rumahan kaos oblong, celana bahan selutut dan sandal rumahan.
"Seperti nya makin malam sudah siap"
Min melihat sudah pukul 11 malam.
"Ini sudah larut tuan"
"Ambilkan makanan nya di piring ku"
Min mengambilkan semua makanan seperti seorang istri saja.
"Kapan om akan memulangkan ku?"
Sambil meletakkan piring di hadapan Rei.
"Mungkin besok pagi, jika kau lelah istirahat saja di kamar sebelah"
Min diam.
"Kalau mau makan maka makan lah dulu"
Min duduk menyendok nasi, mengambil setengah porsi daging yang ada di piring, setengah tumis pokcoy dan sup nya.
'Apa seorang gadis memakan makanan begitu rakus'
lirih Rei.
Min sengaja memakan makanan yang banyak agar si om itu jijik.
'Lihat aku makan banyak, apa kau tahu dan sanggup memelihara ku dengan cara makan ku yang seperti ini'
Gumam Min sambil menyuapkan makanan ke mulut nya.
'Huh, kenyang banget ini'
Keluh nya.
"Kalau mau lihat televisi, ada di ruang tamu, aku ke ruang kerja dulu"
"Baik"
Rei memperhatikan gadis yang mulai beranjak menuju ruang tamu. Rei kemudian menuju kamar nya, membuka sebuah laci di dalam nya terdapat dompet nya.
"Apa gadis itu begadang?"
Tanya nya.
Rei meneguk air dingin dari lemari pendingin lalu berjalan dengan santai menuju ruang tamu. Disana televisi masih menyala, bukan gadis itu yang menonton televisi tapi justru televisi yang sedang menonton gadis itu tertidur dengan posisi telentang.
"Posisi tidur yang buruk sekali, gadis ini tidak tahu dia sedang berada dimana?"
Rei mengambil selimut dan bantal tambahan untuk Min, gadis itu sangat cantik meski di dalam keremangan. Bibir yang penuh namun kecil lagi berwarna pink, tubuh gadis itu sangat wangi.
Rei segera meletakkan bantal di kepala Min juga menyelimuti tubuh gadis itu sampai batas dada.
"Euunngghh........"
Min meregangkan tubuh nya, jam 5 pagi seperti biasa dia bangun pagi. Min melihat sekitar, dia segera tersadar karena berada di apartment lelaki itu.
"Ya ampun kenapa ketiduran?"
Min menepuk kepala nya berkali-kali.
"Mamah pasti khawatir karena aku tidak pulang semalaman"
Min bangkit lantas menuju kamar mandi untuk mandi sebentar, masih menggunakan pakaian yang sama lantas Min pergi ke dapur. Min memasak nasi goreng dengan toping ayam goreng, telur mata sapi dan sedikit irisan timun.
Klek.
"Kau sudah memasak?"
"Iya, cuma nasi goreng"
Rei mengangguk, menarik kursi meja makan nya lalu menyantap menu sarapan itu. Sangat lezat terasa di lidah, seperti masakan nenek Aryandy. Rei begitu menikmati sarapan itu setelah 15 tahun, baru lidah nya mengunyah rasa itu lagi.
"Aku akan mengantar mu pulang"
"Baik tuan, terimakasih"
Rei dan Min berjalan beriringan menuju parkiran dari apartment itu. Rei segera menancapkan gas menuju alamat yang di tunjukan oleh Min menuju rumah nya.
Rei melihat ada beberapa orang yang baru saja keluar dari rumah Min, nampak wanita paruh baya menyeka air mata nya.
"Mamah........"
Min segera menghambur ke pelukan sang mamah.
"Siap mereka mah?"
Namun sang mamah hanya tersenyum saja.
"Hanya para tamu mamah aja"
Sang mamah melihat ke belakang Min.
"Ada tamu ya?"
"Selamat pagi Tante, saya teman nya Min"
Sang mamah melirik gadis nya.
"Teman?"
"Iya teman baru mah"
"Ayo nak, masuk dulu"
Ucap Laula sangat ramah mempersilahkan tamu anak gadis nya itu.
Rei masuk kedalam rumah, tak sengaja dia melihat foto-foto Min dan mamah Laula semasa mereka muda. Rei sangat kaget melihat foto-foto mereka, dia ingat betul foto-foto itu.
"Itu foto-foto Jasmin sewaktu kecil, dia sangat manja karena anak tunggal dari Tante"
Rei mengangguk dengan pasti, dia tersenyum tipis tanpa ada yang tahu.
BERSAMBUNG.