TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.54


Kini aktifitas sudah normal, Aksara bekerja dan istrinya kuliah.


"Ayo kita sarapan!"


"Aku sarapan di kampus saja"


"Kenapa sudah telat?"


"Bukan"


"Lantas tidak mau menemani suami mu ini sarapan?"


"Bukan"


Aksara sedikit melirik sang istri, sambil membenahi kemeja warna maroon nya. Terlihat lebih cantik pagi ini, namun sepertinya sedikit lemas.


"Lagi sakit?"


Cinta menggeleng.


"Cinta malas ke kampus"


"Ya sudah berhenti kuliah saja"


"Kenapa?"


"Kata nya malas"


"Bukan malas ngampus nya!"


"Tolong ikatkan dasi byy sayang, terus malas apanya?"


"Malas jalan nya"


Cinta nyengir kuda.


"Mau digendong kah?"


"Ngga mau"


Aksara segera menggenggam jari jemari tangan Cinta, menarik pelan menuju lantai bawah.


"Jangan di biasakan malas, sudah manja kebanyakan di urus mommy disini"


Cinta hanya diam.


Kedua orang tua Aksara sudah menunggu di meja makan, Aksara segera duduk di kursinya. Dengan sigap Cinta mengambilkan makanan untuk di taruh di piring suaminya. Sementara Cinta hanya duduk, sedikit menguap, lama kelamaan memejamkan matanya.


"Istri mu kenapa? semalam begadang kah?"


"Tidak begitu berat dad"


"Dia masih sangat belia"


"Aksa tau mom"


Tak berselang puluhan menit Aksa melirik istrinya yang sudah pulas di meja makan.


'Apa dia terlalu lelah begitu ya?'


Aksa menggelengkan kepalanya, seingat nya semalam mereka hanya melakukan hubungan badan dua kali putaran saja.


"Bangunkan istri mu, jika masih mengantuk suruh tidur di kamar, kasihan dia"


Nasihat sang daddy yang berjalan menuju teras rumah.


"Sayang, bangun yuk, katanya mau ke kampus"


"Hemm......."


Cinta mengucek mata nya.


"Apa aku tertidur?"


"Iya kamu tertidur tadi, ayo sekarang kita berangkat"


"Tapi byy, Cinta ingin pergi ke kampus sendiri naik motor saja"


"Ayo sekalian saja, kamu sedang malas nanti ada apa apa di jalan"


Dengan patuh Cinta mengikuti suami nya di belakang, menuju ke mobil mewah milik Aksara.


Di perjalanan Cinta nampak menikmati nya, sehingga menyandarkan bahu nya di pundak Aksa. Tak berapa lama Cinta memejamkan matanya, bahkan merangsek memeluk tubuh suaminya. Cinta yang semula hanya menyandarkan kepalanya kini memeluk tubuh Aksa seperti guling, beberapa kali menduselkan kepalanya di dada suami nya itu. Aksara melirik tubuh mungil yang melilit tubuh nya seperti ulat bulu.


Melki melihat bos nya dipeluk dengan gaya sedemikian itu hanya melihat dengan tersenyum geli saja.


'Tak disangka istri bos meski pun kecil bar-bar juga'


Gumam Melki dalam pikirannya sambil fokus menyetir mobil milik bos nya menuju salah satu kampus ternama di kota itu.


Aksara terlihat kegerahan meski pun AC mobil menyala dengan kencang. Mengelus surai panjang sang istri lantas memperbaiki posisi Cinta yang tidur dengan seenaknya.


'Tidur terus, apa kondisi tubuh nya memburuk ya?'


Pikir Aksa dalam benak nya.


"Sudah sampai tuan"


Aksa mengangguk, membelai pipi mulus milik istri nya. Menepuk juga menggoyangkan tubuh Cinta.


"Bangun sayang!"


"Hemmm..... masih pagi byy"


"Mau ngampus tidak?"


"Iya"


"Kalau tidak kita ke kantor"


"Iya ke kampus"


Cinta bangkit dari kursi duduknya di jok belakang mobil.


"Cinta pamit ya byy"


Aksa memeluk nya sebentar, mengecup pipi sang istri.


"Hati-hati sayang, byy selalu mencintai mu"


Entah apa, namun hati Aksa seakan tak rela karena ditinggal pergi istri nya. Pada hal itu kegiatan rutin mereka selama 5 bulan ini menikah dengan istrinya, meski Aksa baru 3 bulan memiliki istrinya seutuhnya.


"Kenapa bos?"


"Tidak ada, ayo segera ke kantor"


Aksa begitu padat jadwal meeting juga berbagai rapat hari ini, hingga tak sekali pun menghubungi sang istri.


Tanya Aksara pada Dino.


"Sudah bos, semua sudah terselesaikan dengan baik"


"Lelah sekali"


"Kau kan punya istri bos"


Aksara tersenyum jam menunjukan angka 9 malam, yang artinya istri tercinta nya pasti sudah meringkuk didalam selimut hangat dikamar mereka. Aksa jadi membayangkan setiap malam dia mencumbui istri cantik nya itu.


"Cepat lah pulang, istri mu kedinginan di rumah"


Ucap Dino sambil menepuk punggung Aksara.


Aksa mengangguk lantas tersenyum dan sesegera mungkin mengemasi barang nya. Menuju parkiran yang nampak sepi, hanya beberapa mobil pegawai yang lembur. Aksara mengendarai mobilnya, menuju jalanan perkomplekan elit milik kedua orang tua nya.


"Selamat malam tuan?"


Sapa satpam komplek itu, terlihat satpam itu mengerutkan kening nya sejenak menatap kedalam ketika Aksa membuka kaca mobil. Dengan segera Aksara melajukan mobil menuju gerbang halaman rumah utama.


"Selamat malam tuan?"


Aksa mengangguk, berjalan cepat menuju kamar pribadinya dilantai 3.


"Sayang, hubby pulang!"


Suara Aksa menggema di lantai 3, dia juga sudah membawa buah buahan kering yang Cinta minta bawakan tadi pagi.


"Kenapa gelap?"


Cetaakk.....


Lampu menyala terang benderang, ranjangnya bersih seperti tadi pagi mereka tinggalkan. Aksa ingat betul itu, membuka kamar mandi yang mengering karena biasanya basah meski sudah beberapa jam sehabis dipakai. Meski Cinta tidak memakainya setidaknya ada air mandi yang masih mengepul di bath up. Aksa meletakkan tas kerjanya bergegas menuju lantai dasar dengan terburu, ada kejanggalan disana.


"Semuanya kumpul!"


Suara Aksara yang meninggi itu sontak membuat semua pekerja berkumpul kecuali satpam jaga.


"Di mana mommy dan Daddy?"


"Mereka ke luar negeri tuan muda, tadi siang sebelum makan siang mereka pulang"


Ucap kepala pelayan.


"Apa nyonya muda ikut makan siang di rumah?"


Tanya Aksara karena jadwal istrinya hanya 1 mata kuliah saja jadi bisa dipastikan jm 12 siang lebih sudah di rumah.


"Tidak tuan muda, nyonya muda tadi siang tidak pulang bahkan sampai tuan muda pulang kami kira nyonya muda bersama tuan muda"


"Apa dia menghubungi telepon rumah?"


"Tidak tuan"


"Apa diantara kalian ada yang melihat nya?"


"Tidak tuan"


Semua pegawai menjawab dengan serentak.


"Baik lah kalian bubar"


Aksara kembali naik ke kamarnya menghubungi kedua asistennya, keluarga Dimitri juga kedua orang tuanya yang sedang keluar negeri.


Aksa sudah menunggu semua nya diruang keluarga, keluarga Dimitri sudah hadir lengkap, begitu pun dengan kedua asistennya.


"Kapan kalian bersama terakhir kali?"


Tanya papah Alan Dimitri.


"Tadi pagi bersama mengantarkan dia ke kampus, Melki saksinya aku tidak bertengkar"


Ucap Aksa tegas.


Papah Alan nampak melirik putranya Haris yang sedang mengelus perut buncit menantunya.


"Kenapa papah melirik ku?"


Sang papah menggelengkan kepalanya.


"Papah akan bantu mencari disekitar kampus juga perkantoran!"


"Haris ikut pah"


"Jaga rumah saja istri mu sedang hamil"


Dengan segera papah Alan bergegas keluar beserta puluhan pengawal pribadi nya.


"Bos"


"Cari jejak nya periksa seluruh CCTV jalan"


"Baik kami pergi"


Melki dan Dino pergi menuju tempat kejadian untuk memeriksa CCTV.


"Aksa yang sabar ya!"


Mamah Paramitha mengelus pundak tegap itu, saat pagi melihat mereka begitu bahagia ketika akan pergi bersama namun ketika malam hari wanita yang dicintai keponakan satu-satunya tiba-tiba hilang begitu saja.


"Ayy coba kau bantu hubungi Cinta"


"Aku sudah mencobanya, namun sambungan ponsel Cinta seperti di luar jangkauan atau mati langsung"


"Dia tidak mungkin pergi dari rumah"


"Apa kakak yakin?"


"Aku tidak pernah menyakiti hati atau fisik wanita ku"


Haris yang bertanya langsung tersindir hati nya.


"Iya"


"Kok begitu jawab nya mas!"


"Dia selalu menyindir ku"


"Itu kenyataan, dan lagi aku hanya menjawab pertanyaan mu"


Atas permintaan papah Alan, Aksara juga Haris tinggal dirumah menjaga 3 orang wanita.


BERSAMBUNG.