TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.351


William yang keluar dari mansion keluarga Mid, segera menuju galeri seni milik nya.


Memang lelaki itu memiliki hobi yang fantastis yaitu melukis, melukis dunia khayalan nya atau pun impian nya. Apa lagi sekarang diri nya sudah bebas karena posisi CEO sudah berada di tangan sang kakak nya.


"Bos tumben kesini?"


William hanya menjawab nya acuh.


"Kalau ada siapa pun yang bertanya tentang saya bilang saya tidak pernah kemari!"


"Baik bos"


Ucap asisten galeri seni milik nya.


William yang lelah pun langsung bergegas ke ruang pribadi nya yang memiliki pintu berlapis dan langsung menuju sebuah lift untuk turun ke bawah sana dan disana terletak ruangan yang luas untuk kamar nya.


"Disini lebih nyaman sekira nya"


William memperhatikan bunga-bunga, ya William memiliki rumah yang indah di seberang gedung galeri seni nya.


Kelihatan nya seperti gudang yang terbengkalai namun siapa sangka jika itu tempat yang indah.


Will pun melihat tiket pameran untuk dia terbang besok malam. Awal nya William menolak ke negara S, namun promotor masih mendesak nya agar ikut serta.


"Mungkin sekedar liburan bisa kali ya!"


Ucap nya bermonolog pada diri nya sendiri.


Will lantas mendial nomor seseorang.


"Hallo"


"Apa tawaran mu masih berlaku?"


"Tentu kawan, aku sangat menantikan mu di negara S ini, disini sangat indah bro"


"Baik lah, besok malam aku datang"


"Serius nih"


"Ya apa salah nya berlibur ke lain negara"


"Baik lah aku akan menjemput mu di bandara, bye"


"Bye"


William mungkin akan berlibur untuk bisa berdamai dengan keadaan yang menekan diri nya itu.


Meski berat namun dia ikhlas, dia segera mengumpulkan data diri nya saja, William tak butuh baju karena dia bisa membeli nya disana.


"Hallo dad"


"Tumben kau menghubungi Daddy mu ini, masih ingat ya kau bocah nakal pada Daddy?"


"Maaf dad, oh ya dad aku akan ke pameran di negara S, istri ku masih tinggal bersama adik nya dan juga papah nya di mansion keluarga Mid"


"Apa kau kabur hah! ditolak oleh menantu Daddy itu cemen kau kabur"


"Ih dad, William mau menghadiri pameran lukisan di negara S, sekalian menemui Garvin"


"Alesan, hati-hati dan segera kembali jangan membuat ulah di negara S, ingat kau sudah beristri"


"Siap komandan"


Sambungan ponsel pun dimatikan, layar ponsel itu pun memperlihatkan sosok seorang wanita ya siapa lagi jika bukan Lisa istri dari William.


"Maaf mungkin kepergian ku akan menciptakan jarak yang lebih besar, namun ketahui lah aku ingin kau tahu rasa kehilangan akan diri ku"


Lirih Will dengan pilu, memang kisah percintaan William selama ini sangat menyedihkan dan ending nya William akan ditinggalkan oleh kekasih nya itu.


Hari sudah mulai petang Will pun segera bergegas menuju bandara karena penerbangan sekitar pukul 8 malam menuju negara S.


Tak ada yang tahu kepergian William karena dia sengaja ingin menenangkan diri. Dia ingin ke tempat asing yang tidak pernah akan ada diri nya.


Sementara Roy masih di rumah gadis yang bernama Rose itu, Roy yang baru bangun tidur Deng posisi duduk nya lantas mencari ke sekeliling dari rumah gadis itu.


"Kemana gadis itu?"


Roy berkeliling mencari Rose hingga ke area samping rumah baru nampak lah gadis itu yang tengah kelelahan memetik buah, sayur, jagung dan singkong nya di kebun.


Roy tersenyum mana kala melihat Rose yang tengah kelelahan, wajah nya yang basah oleh keringat terlihat sangat sexy sekali.


Rose melihat kedalam rumah, maka nampak lah Roy pemuda matang yang tampan itu saat ini sedang memperhatikan diri nya itu.


Rose segera mendekat, mengangkat hasil panen nya itu masuk kedalam rumah.


"Kau sudah bangun rupa nya?"


"Tolong tutup pintu nya"


"Baik lah"


Roy menutup pintu rumah di belakang lalu mengunci nya.


"Aku mau mandi dulu, lalu masak"


"Oh, iya"


Roy hanya terdiam kembali ke ruang tamu, karena menunggu seorang gadis mandi tentu nya sangat lama.


"Akhhh........"


Meski jeritan itu lirih, namun membuat Roy kaget tentu saja Roy berlari dari ruang tamu ke kamar Rose.


Tanpa mengetuk lagi pintu kamar Rose, Roy langsung masuk. Roy mencari sosok gadis itu disekitar ruangan.


Roy ingat tadi jika Rose ijin untuk mandi, Roy bergegas membuka pintu kamar mandi.


Mata Roy membulat melihat tubuh telanjang Rose begitu pun gadis itu.


"Maaf, tadi kau berteriak jadi aku panik dan langsung kesini"


Roy berkata setelah diri nya berbalik, tak melihat lagi gadis itu.


"Iya, aku berteriak tadi, maaf membuat mu panik"


"Apa yang sakit?"


"Kaki ku terkilir karena aku kepleset dikamar mandi tadi maka nya aku menjerit"


Rose meraih handuk nya itu dengan cepat melilitkan nya ditubuh telanjang nya.


"Bisa ku gendong"


"Maaf merepotkan"


Roy berbalik menuju kearah Rose, gadis itu nampak sudah melilitkan handuk nya. Handuk yang hanya menutupi dada dan sedikit menutupi paha bagian atas saja agar aset bawah nya terlindungi.


Roy langsung menggendong tubuh langsing dan mini itu karena Roy tinggi besar.


Roy menatap kearah lurus saja tanpa menatap gadis yang ada dalam gendongan nya karena takut handuk itu melorot. Rose di dudukkan di kamar nya yang berada di bagian paling depan.


Nampak kamar itu belum di nyalakan lampu nya, hingga agak kesulitan Roy melangkah.


CETAAK....


Lampu di nyalakan oleh Rose setelah meraba bagian dinding.


"Mau turun dimana?"


"Di kasur saja"


Roy meletakkan Rose di kasur yang ada di kamar nya.


"Sini aku lihat"


Roy melihat kaki Rose dan mengurut nya sebentar.


"Bagaimana?"


"Sudah agak mendingan"


Roy yang duduk di lantai otomatis mendongak menatap wajah cantik Rose dengan rambut basah nya.


Lama mereka saling menatap, hingga kedua nya saling mendekatkan wajah nya itu. Mengukus jarak yang ada pada mereka, entah siapa yang memulai nya kini bibir mereka saling mendekat.


Seakan ada magnet yang menarik kedua nya tanpa terasa kini bibir mereka sudah menyatu saling ******* lembut. Tatapan yang saling mendamba akan keintiman mereka, baik Roy mau pun Rose mereka saling memejamkan mata mereka.


Rose yang terbuai kini melepaskan handuk yang dia pegang beralih tangan nya memeluk leher milik Roy. Begitu pun Roy yang sekarang sudah memeluk tubuh polos milik Rose.


Roy membaringkan tubuh Rose yang langsing keatas kasur yang ada di kamar Rose itu, menindih tubuh gadis itu tanpa melepaskan tautan bibir mereka.


"Ahhhkk.........."


Rose sampai mendesah.


Deg.......


Roy membuka mata, lantas melepaskan tautan bibir nya dari bibir Rose.


BERSAMBUNG.