
Di rumah megah Andra menjelang makan siang mereka baru mau berangkat setelah serangkaian godaan dan kemesraan yang Andra lakukan bersama sang istri.
"Ayo!"
Rindi merengek.
"Sebentar"
Andra sedang memilih mobil mana yang mau dia gunakan.
Andra sedang mengeluarkan mobil sport terbaru berwarna ungu mengkilap yang sangat cantik.
"Ini edisi terbatas tahun ini ya mas?"
"Iya, suka gak?"
"Suka, dan lebih suka lagi ketika kita cepat berangkat"
"Jangan buru-buru sayang"
"Kenapa?"
"Ya karena aku sudah janji dengan Daddy ke rumah nya terus kita makan siang di resto resort milik Daddy"
"Oh, Kenap tidak ngomong dari tadi"
"Kan ini sudah ngomong"
"Kan aku gak usah buru-buru"
"Ya udah ayo masuk lagi"
Rindi mendelik kesal.
"Ya jangan kesal begitu yang, ayo masuk"
Mereka berangkat menyusuri jalanan, meskipun agak panas. 1 jam kemudian mereka sampai di rumah Daddy Rei yang saat itu keadaan rumah sangat sepi.
"Tuan Arvin"
"Buka gerbang nya pak"
Perintah Andra pada satpam rumah Daddy nya yang sedang berjaga.
"Baik tuan muda"
Mobil limited edition milik Andra segera menuju pelataran rumah megah itu. Rumah itu memang megah namun kalah megah oleh rumah yang Andra tempati. Rindi menatap rumah yang sekira nya di huni oleh Daddy dari suami nya.
"Ini rumah Daddy ya?"
"Terus rumah siapa lagi yang"
"Kan cuma tanya"
Andra mendekat dan tersenyum smirk.
"Apa sih?"
Rindi mendorong suami nya agak menjauh.
"Kalian sudah datang?"
Mereka berdua menoleh pada lelaki paruh baya itu.
"Daddy"
Mereka Rindi dan Andra mendekat.
"Akhir nya kalian datang juga"
"Memang Daddy berharap kita tidak datang?"
"Siapa yang berkata demikian, kau ini janji mau bertamu kemaren tapi malah bulan madu seenak nya"
"Kita kan pengantin baru dad"
"Alasan saja kamu"
Daddy melangkah masuk.
"Tunggu apa lagi, ayo masuk"
Disana sudah ada Elian mamah sambung dari Andra, Camelia, dan juga Aditya beserta keluarga mereka masing-masing tentu nya.
"Selamat siang semua"
Andra menyapa semua orang, merek juga menjawab sapaan dari Andra.
"Wah pengantin baru kita ya pah"
Ucap Elian kemudian, dengan tersenyum ramah Elian menyambut anak sambung nya pewaris tunggal perusahaan raksasa keluarga Alkatiri.
"Ayo kita makan siang, kalian pasti belum sarapan kan?"
Ucap Daddy Rei menggoda anak dan menantu nya.
Semua hidangan mewah sengaja Rei persiapkan secara istimewa menyambut menantu dan anak tunggal nya. Acara makan dengan khidmat dinikmati seluruh anggota keluarga. Aditya dengan istri nya yang belum juga memiliki keturunan, sementara Camelia dengan kedua anak dan suami nya. Serta Daddy Rei dan Elian. Ditambah sepasang pengantin baru, maka jadilah sepuluh orang berada di ruang makan dan sangat ramai meski hanya ada dua bocil saja.
"Daddy baru punya dua cucu ya?"
Tanya Rindi, karena dia tidak melihat anak kecil lain nya. Hanya delapan orang dewasa dan semua berpasangan.
"Benar nak, hanya anak dari Camelia lelaki dan perempuan, itu pun mereka cucu dari anak adopsi karena Daddy mu hanya memiliki anak kandung Arvin seorang juga cucu lelaki satu satu nya dari keluarga Alkatiri"
Ucap Elian panjang lebar.
"Itu benar nak"
Ucap Rei membenarkan ucapan istri kedua nya.
Maksud Elian ingin mendapat pembelaan dari sang suami, tapi tak disangka justru Rei membenarkan ucapan nya. Elian juga tertawa sumbang mendapat pembenaran ucapan nya sendiri.
Rei juga tidak mau ada yang salah paham jadi lebih baik di jelaskan saja secara rinci pada anggota keluarga mereka yang baru.
"Mamah Elian tidak bisa mengandung karena rahim nya diangkat karena sebuah kecelakaan di masa muda, jadi dia mengadopsi bang Aditya Marco dan kakak Camelia Renata, karena saat itu mommy dari Arvin pergi karena kesalahan Daddy, Arvin lahir tanpa sepengetahuan Daddy saat itu"
Ucap Rei sendu.
"Jadi hanya Arvin anak kandung Daddy, secara Daddy masih muda karena kalian belum mempunyai anak bukan?"
"Lalu kalian ingin bulan madu kemana?"
Elian segera mengalihkan pembicaraan mereka.
"Aku terserah mas Arvin saja"
Andra hanya diam sambil menyendok puding mangga nya.
"Mau Daddy tentukan nak?"
Tawar sang Daddy.
"Bagaimana resepsi nya, kita harus mengundang para kolega bisnis mu dan bisnis milik Daddy tentu nya"
"Terserah Daddy, Andra juga bingung dad"
"Bingung kenapa?"
"Takut waktu nya gak sempet"
"Ya sudah kalau begitu Daddy sama om nya Rindi aja yang urus"
Andra melihat sekilas istri nya begitu juga istri nya melirik diri nya.
"Aku ikut aja Dad"
Rei tersenyum lebar, memang kalau sudah menikah itu semua nya terputus dari istri nya.
"Baik lah, tapi kalau Daddy sudah memutuskan jangan membantah"
"Asal jangan terlalu mewah aja dad"
Lirih Rindi.
"Ya tidak dong, mana mungkin, kan cuma resepsi pernikahan tidak begitu mewah kok biasa saja"
Ucap Daddy Rei tersenyum senang.
"Lalau rencana kalian mau kemana?"
"Kami mau bertemu paman, dad"
Rei tersenyum manis.
"Awas ngamuk, kemaren paman mu menghubungi Daddy dikira Daddy sudah dikunjungi kalian mungkin"
Rei tertawa, sementara Rindi melihat kearah Andra.
"Aku akan berbicara dengan paman"
Rindi mengangguk akan ucapan suami nya.
"Hati-hati saja kalian"
Ucap Rei, diangguki oleh putra tunggal nya.
"Kalau begitu kami permisi dad"
Rei mengangguk, Rindi dan Andra menjabat tangan kedua orang tua itu lantas bergegas keluar dari rumah megah milik Daddy nya.
"Mas!"
"Iya sayang"
"Aku agak takut"
"Kan ke rumah paman meminta restu, lagian aku loh yang meminta restu kepada paman, meski tidak setuju aku akan memaksa"
"Maksa bagaimana?"
"Pernikahan tidak mungkin batal, jika paman membatalkan pernikahan kita, aku akan menghamili mu"
Mata Rindi melotot tajam lantas menatap suami nya.
"Ih, nekad"
"Memang lah harus nekad"
Jam 2 siang mereka baru sampai di rumah paman dari Rindi. Mereka turun terlihat suara paman nya sedang menelpon seseorang.
Tok...tok...tok.
"Selamat sore paman!"
Sang paman menoleh namun masih bertelpon dengan seseorang, Rindi di cegah masuk oleh Andra. Lalu paman berhenti melakukan telepon dengan seseorang.
"Kenapa kalian tidak masuk!"
Merek pengantin baru itu memasuki rumah, paman memandang mereka berdua.
"Apa kalian habis bulan madu? kata nya kemaren mau datang kok baru sekarang?"
"Maaf paman"
Andra menjawab sang paman.
"Untuk?"
"Kami ingkar janji, karena......"
Rindi menutup mulut suami nya.
"Kami sibuk paman"
Sang paman mengangguk lantas menatap mereka kembali.
"Lantas sekarang baru kemari, apa tujuan kalian?"
"Aku ingin meminta restu paman"
Ucap Andra.
BRAAKK.....
BERSAMBUNG.