TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.211


Min bergegas pulang, suami nya ada acara lembur biasa nya hingga tengah malam. Min pulang dengan menaiki taksi, dia mengelus perut nya yang baru diperkirakan beberapa Minggu. Perut nya masih rata, bahkan tidak ada tonjolan sama sekali.


'Sehat-sehat ya di dalam, nak'


Min menangkupkan sweater hangat ke bagian perut nya. Sekitar 20 menit Min sudah sampai di villa, dia segera masuk, untuk menghindari udara malam yang dingin.


"Nyonya baru pulang?"


"Iya paman James, tuan sudah pulang?"


"Beliau menelpon mungkin besok pagi baru pulang, ada meeting di luar kota"


Min mengangguk, dia menaiki tangga untuk masuk ke kamar nya. Kemudian Min berhenti menaiki tangga dan berbalik pada paman James.


"Kalian libur lah besok, aku ada acara spesial menyambut tuan"


"Baik nyonya"


Semua pekerja di villa bersorak senang karena di beri libur oleh nyonya dari tuan mereka. Semua berterimakasih malam itu juga ada yang pulang menengok keluarga juga ada yang berlibur meski hanya seharian.


Malam ini Rei menemui klien nya yang berada di luar kota.


"Tuan meeting kita selesai"


"Kita menginap saja, pesan hotel"


"Baik"


Tuan nya seperti dulu lelaki yang agak gila kerja di Minggu terakhir ini, entah apa yang mengubah lelaki itu tidak seperti bulan lalu yang sudah seperti lelaki normal.


Meski menginap hanya dengan 5 jam saja, namun hotel yang Aryos siapkan sangat mewah.


"Tuan tiket kepulangan sudah siap"


"Baik lah"


Rei segera terbang menuju kota kembali selama 2 jam, dia kembali ke villa hampir tengah hari. Rei nampak memperhatikan villa agak sepi hari ini.


"Yos, James kemana?"


"Saya tidak tahu tuan"


"Kok sepi, kau pulang lah"


Rei memasuki villa yang bersih seperti biasa, namun biasa nya ada James yang menyambut ini tidak ada seorang pun.


"Om sudah pulang?"


Min datang dari tangga memakai pakaian sexy lagi cantik dengan make up natural. Rei memandang istri cantik nya, terlihat semburat aura cantik yang begitu harum di pandang mata.


"Om lelah, sini duduk di ruang keluarga"


Rei tidak menolak sungguh pesona cantik yang luar biasa, jantung nya berdetak melihat istri nya. Tidak dia sangkal bila kini dia merindukan istri yang ada di hadapan nya.


Min menggelayut manja, membuka jas juga menyuguhkan teh yang manis semanis penyeduh nya.


"Ayo diminum"


Rei tersenyum meneguk teh hangat nya, turun membasahi kerongkongan dengan manis. Wanita ini bisa membakar seluruh tubuh bahkan jantung Rei, tapi Rei sama sekali tidak menolak nya malah ingin lebih.


"Apa lelah?"


Rei mengangguk, jika keadaan nya seperti ini dia semalam tidak akan menginap di hotel dan langsung terbang ke villa.


"Om aku punya kejutan loh!"


Ucap Min sambil tersenyum manis kepada Rei.


"Apa?"


"Tutup mata nya"


Rei menurut saja apa yang Min katakan, dia ingin tahu istri nya menyembunyikan apa dari nya.


"Sekarang buka mata nya"


Rei membuka nya, di dalam kotak warna merah dia melihat benda panjang, juga hasil lab nya. Rei tidak bodoh meski belum pernah beristri selain dengan wanita di samping nya.


"Apa ini?"


"Aku hamil om"


"Aku lelah, ingin istirahat sebentar"


Min masih terdiam ditempat.


"Baik, makan siang sudah disiapkan di meja makan"


"Hem"


Rei hanya bergumam, dia segera masuk ke kamar mandi.


"Ahhh, brengsek!"


Rei menjerit dia meninju tembok sampai jari-jari nya memerah. Rei melampiaskan amarah nya pada tembok.


'Kenapa jadi begini? aku sudah berusaha menerima mu berselingkuh dengan lelaki lain, tapi tidak dengan mengandung benih bejad nya!'


Rei berkali-kali mengguyur tubuh nya dengan air dingin. Amarah nya memuncak, wanita yang cantik yang selalu menuruti nya kini berselingkuh dihadapan nya. Ketika hendak membuka hati nya malh Rei dikejutkan dengan kedatangan seorang anak dari lelaki lain.


Rei menghubungi Aryos meminta lelaki itu untuk mengirim email pekerjaan nya, yang seharusnya Rei selesaikan untuk jadwal Minggu depan kini dia selesaikan hari ini.


"James sediakan kopi untuk ku di ruang kerja"


Tidak sahutan, namun Min dengan cepat membuatkan kopi hitam kesukaan suami nya.


Tok....tok....tok.


"Masuk"


Min melangkah masuk membawa nampan dengan secangkir kopi dan buah segar yang dia kupas.


"James kau urus pengiriman surat ini"


Ketika Rei mendongak, dia melihat istri nya itu.


"Dimana James?"


"Paman James dan yang lain nya aku suruh libur om"


Lirih Min sambil menundukkan kepala nya.


Rei menghela nafas kasar.


"Gaji mereka hari ini dipotong dari uang bulanan mu!"


"Baik"


Ketika Min hendak keluar dari ruang kerja Rei.


"Aku tidak makan di rumah, aku mau makan di luar, jangan repot-repot masak"


"Baik, om"


Min segera ke dapur, dia dengan segera merapikan makanan yang baru dimasak nya. Untung Min hanya memasak beberapa menu saja yang baru jadi, tidak banyak.


'Mungkin karena dari luar kota, om masih cape'


Gumam Min berpikir positif saja akan suami nya.


Min mengelus perut nya, dia masuk ke kamar. Dia sangat ngantuk, hingga tertidur begitu saja.


Rei tidak masuk ke dalam kamar, langsung pergi keluar setelah agak sore. Rei memacu roda empat nya menuju sebuah restoran, dia memesan beberapa menu kesukaan nya.


Min terbangun setelah begitu lama tertidur, dia melihat sudah malam. Min langsung mandi, dia turun ke dapur, dilihat nya lampu ruang kerja sudah mati, itu tanda nya Rei sudah pergi.


"Untung masih ada makanan tadi siang, dihangatkan saja lah"


Min menghangatkan semua makanan yang masih utuh, dia berharap ketika tidur suami nya membangunkan nya untuk sekedar makan malam.


"Aku harus membeli kebutuhan ibu hamil"


Min pergi sendiri dengan sepeda motor nya, ke mini market terdekat setelah mencari produk susu hamil yang terbaik agar menunjang janin nya untuk tumbuh sehat dan normal.


Min sengaja mampir di beberapa toko buah dan sayur, ini penting untuk tubuh nya. Lagi pula dia seorang wanita yang bekerja, apa lagi sekarang dia akan menjadi seorang ibu dia tentu harus rajin mengumpulkan uang untuk anak nya kelak.


"Sebaik nya aku tidak memberitahu pada mamah dan kakak, om saja tidak senang dengan kehadiran bayi ini, nanti saja beritahu nya setelah om tidak marah"


Min memang sepolos itu, dia tidak pernah bertanya apa pun pada Rei suami nya. Apa lagi membantah ucapan nya, sejak kabar kehamilan nya diberitahukan pada Rei, justru Rei tidak merespon. Pria itu hanya pergi berlalu begitu saja bahkan acuh pada nya.


BERSAMBUNG.