TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.321


Andra terjengkit kaget, ketika sedang menyanyikan lagu tidur seperti lagu yang sang mommy nyanyikan untuk diri nya bahkan lelaki matang itu nampak memejamkan mata nya sambil bernyanyi sambil mengingat masa indah di masa kecil dahulu.


"Akhhhh.............."


Bukan mommy atau diantara keluarga nya melainkan seorang perawat yang sedang menulis laporan, mengecek infus itu menjerit.


Andra terperanjat karena mata sang mommy terbuka lebar, 3 perawat langsung mundur agak gemetar.


Salah satu nya berlari memanggil dokter, mereka panik seketika. Tak berapa lama tim dokter kembali berkunjung, keluarga pasien disuruh keluar sebentar.


Daddy Rei, ayah Andreas, om Aryos dan Roy sudah hadir dengan lengkap bahkan ibu Amelia kini berada di dekat Andra mengelus punggung sang anak.


Tak berapa lama tim dokter sudah keluar.


"Nyonya Jasmin baik-baik saja, beliau sudah tersadar dari koma panjang nya"


Daddy Rei segera mengucap syukur, begitu pun dengan yang lain. Tak lupa Andra terdiam bagaikan patung hanya air mata nya yang mengalir deras.


"Ayo temui mommy mu"


Dokter berpesan agar mereka bergilir untuk menjenguk, paling banyak hanya 3 orang saja.


Benar saja Daddy Rei, Andra dan ayah Andreas yang masuk lebih dahulu ke ruang rawat untuk menjenguk mommy Jasmin yang masih tertidur di ranjang nya selama 35 tahun.


KLEAK.......


Seorang wanita paruh baya yang sedang duduk itu nampak menoleh pada ketiga pria paruh baya dan seorang lelaki dewasa.


Min memperhatikan ketiga nya agak familiar namun asing pula. Begitu pun dengan ketiga nya saat ini bingung mau bagaimana.


Menjelaskan pun apa yang harus di jelaskan. Mereka masih saling bertatap-tatapan.


"Mommy"


Nada itu sangat Min kenal, namun dia tidak tahu sosok lelaki dewasa yang memanggil mommy pada siapa.


"Ini Avin mom"


Andra mendekat pada sang mommy yang menatap nya heran. Andra menyanyikan lagu tidur yang selalu mommy nyanyikan itu, mata Min nampak berembun hingga menetes bulir bening yang berselancar di pipi nya.


"Mommy"


Lirih Andra, yang merupakan putra semata wayang nya.


"Apa ini Arvino nya mommy?"


Andra mengangguk seperti bocah kecil, Min hendak bangun menyongsong anak kecil lelaki tampan milik nya.


Andra segera berlari karena takut sang mommy jatuh, Andra menangkap tubuh kurus mommy nya yang hendak turun.


Andra memeluk mommy nya, wanita paruh baya itu mengelus lembut pipi Andra.


"Avin"


Mereka berpelukan dengan hari nya, mereka berdua saling memendam rindu yang tiada tara seolah mereka telah berpisah jauh dan baru bertemu.


"Ku sudah sebesar ini, anak mommy"


"Avin sudah tua malah mom"


Min tersenyum begitu pun dengan Andra.


"Ayo mom berbaring kembali, kaki mommy belum bisa di gerakkan karena mommy baru sadar selama 35 tahun koma"


Min kaget mendengar penuturan anak nya.


"Benar kah?"


Andra mengangguk dengan pasti.


"Tapi Avin senang mommy kembali kepada kami, lihat disana ada Daddy Rei dan ayah Andreas"


Tunjuk Andra pada mereka berdua yang terlihat hanya mematung saja melihat interaksi ibu dan anak itu.


"Daddy mu, ayah Andreas"


"Iya mommy mengingat nya kan?"


Min menganggukkan kepala nya lantas tersenyum pada anak semata wayang nya yang tumbuh dewasa tanpa tahu proses nya.


"Maaf mommy tidak mendampingi hari-jari penting mu nak"


"Tidak masalah mom, aku juga tidak kesepian karena bertemu dengan orang-orang baik"


Min mengangguk.


"Mommy lapar tidak?"


Min hanya mengangguk cepat, tak berapa lama suster membuatkan bubur susu yang dibuat khusus.


"Permisi, ini makanan milik nyonya Jasmin"


"Terimakasih sus"


Perawat itu undur diri dan langsung pergi.


"Mommy makan ya?"


"Iya"


Andra menyuapi mommy nya dengan telaten, Daddy Rei dan ayah Andreas memperhatikan nya.


"Mereka memang seakrab itu, layak nya teman saja"


Ucap ayah Andreas.


"Mungkin karena mereka hanya berdua saat itu dan saling mendukung"


Jawab Daddy Rei.


"Benar sekali, dulu bahkan Avin sangat lucu dan merupakan anak yang pintar"


Daddy Rei mengangguk.


"Mommy ingin berkaca"


"Buat apa mom, mom tetap cantik"


"Mommy pasti sudah tua, kalau mommy koma 35 tahun umur mommy sudah kepala 5 lebih kan?"


Andra tertawa mendengar ucapan mommy nya.


"Mom aku ingin memperkenalkan seseorang pada mom"


"Siapa?"


"Ibu angkat Avin"


"Mommy kenalkan ini adalah ibu Amelia, ibu angkat nya Avin"


Min tersenyum mendengar anak nya menyebut ibu angkat nya.


"Salam kenal nyonya"


"Salam kenal juga kak, jangan panggil aku nyonya kau juga ibu dari anak ku, ibu yang mengasuh nya juga"


Andra sangat senang karena kedua ibu nya sangat akur.


Min memegang tangan wanita yang pernah merawat putra semata wayang nya itu, tangan yang sama lembut nya dengan nya tangan yang hangat.


"Terimakasih"


"Tidak, justru aku berterimakasih telah dipertemukan anak lelaki yang baik dan berbakti"


"Tapi bagaimana pun kakak sudah menggantikan ku, terimakasih"


"Dia anak kita yang paling baik"


"Benar"


Andra tersenyum mendengar obrolan hangat kedua ibu nya itu.


KLEAK.........


Pintu ruang rawat terbuka, nampak ayah Andreas dan Daddy Rei datang.


"Kak Amelia apa mau pulang atau disini?"


"Sebaik nya aku pulang dahulu"


"Baik lah, ayo kita pamit pulang dulu semua"


Ayah Andreas mengantar ibu Amelia kembali ke rumah ayah Andreas untuk sementara menunggu perawatan Mommy Jasmin pulih.


Kini setelah mereka pergi tinggallah Andra serta kedua orang tua nya. Daddy Rei hanya terdiam saja, melihat wanita yang 35 tahun lalu dia kejar mati-matian.


Wanita yang selalu Daddy Rei idamkan meski telah tertidur dengan nyenyak selama 35 tahun.


"Hai"


Daddy Rei mencoba menyapa istri nya yang baru sadar. Min hanya terdiam, Daddy Rei mendekat kearah ranjang. Daddy Rei melirik Andra.


"Apa aku akan di usir dad?"


Anak itu bertanya, tanpa mau memberi kesempatan pada Daddy nya.


"Bik lah, aku akan cari makan dahulu, mommy hati-hati Daddy ganas"


Rei meninju lengan anak nya, karena Andra tertawa. Andra sudah menutup pintu ruang rawat mommy nya, dia memberikan kesempatan pada sang Daddy untuk berbicara berdua dengan mommy nya.


Daddy Rei mendekat kearah ranjang milik mommy Jasmin lantas menarik kursi yang ada di sebelah ranjang tersebut.


"Bagaiman perasaan mu? apa ada yang di rasa sakit?"


Mommy Jasmin masih diam, memperhatikan lelaki yang duduk mendekat.


"Maaf, aku terlambat datang waktu itu"


Ucap Daddy Rei menunduk.


"Bagaimana keseharian dari Avin putra kita?"


Daddy Rei mendongakkan kepala menatap wanita yang masih sangat cantik itu.


"Dia anak yang cerdas, aku menemukan nya 5 tahun setelah kejadian kecelakaan setelah Daddy dan mommy mu tiada"


Min menundukkan kepala nya, dia rupa nya tertidur dengan sangat lama hingga kedua orang tua nya tiada.


"Daddy Jorge dan mommy Mandy sangat merindukan mu, setelah kau agak pulih mereka meminta memindahkan mu ke rumah sakit yang mereka bangun"


"Jadi ini rumah sakit milik kami?"


"Benar, yang mengurus nya Andreas selagi aku di negara Z mengawasi perusahaan dan Arvin"


Min mengangguk.


"Maaf aku harus membagi diri ku rumah sakit dan kau juga perusahaan dan anak kita"


"Aku tahu"


"Nanti aku ceritakan tentang anak tunggal kita, dia juga sudah menikah dengan anak dari teman masa kecil ku"


Min melihat Rei dengan seksama lantas tersenyum.


"Seolah baru kemarin akh melahirkan nya melihat bayi tampan yang mungil di gendongan ku dengan mulut nya yang menganga meminta susu"


Rei tersenyum, lantas mengelus pucuk kepala istri nya.


"Terimakasih sudah melahirkan putra kesayangan ku, maaf aku tidak pernah mengurus nya dengan baik hanya memantau nya saja"


"Hidup kalian pasti penuh luka dan kesedihan, maaf aku baru bangun"


"Tidak sayang kau tidak salah, justru aku bersyukur kau bangun dan mau menemui kami, ini keajaiban"


"Terimakasih selalu menantikan ku"


"Tentu saja kau adalah kesayangan kami"


Andra mengusap air mata nya yang menggenang di pelupuk mata nya.


"Romantis sekali rupa nya"


"Lihat kalau Daddy mau pacaran sama mommy kau selalu mengganggu kami"


Andra tersenyum bersama mommy nya karena Daddy nya cemberut.


"Nanti mommy mau terapi kaki supaya lemas dan bisa jalan lagi"


"Iya sayang"


Min mengelus kepala putra kesayangan nya.


"Bawa juga istri mu menemui mommy, dia pasti wanita yang sangat cantik"


"Baik lah nanti Arvin akan bawa untuk berjumpa dengan mommy cantik ku ini"


"Harus itu"


Mommy Jasmin, Andra dan Daddy Rei tertawa bersama.


BERSAMBUNG.