
"Bagaimana? apa kau sudah siap untuk rencana malam ini?"
Andra terdiam, Rei bingung mengira anak nya akan mundur.
"Kalau kau tidak sanggup, Daddy akan bilang pada para tamu ini hanya ramah tamah, menyiarkan editan pernikahan mu saja, itu akan cukup"
Andra menggelengkan kepala nya.
"Aku lebih dari siap dad"
"Bagus lah, Daddy sangat senang"
Rei mendekat pada ibu nya menggenggam tangan wanita tua itu.
"Mah Rei akan membasmi kejahatan, doakan supaya berhasil"
Wanita tua yang tak lain adalah Cinta itu hanya mengangguk.
Andra sudah menuju ke ruang make up, semua oom dan Tante dari saudara Daddy nya sudah berdatangan membawa sepupu perempuan nya.
"Arvin"
Andra hanya mengangguk hormat pada om dan Tante nya, ada om Raksa dan Tante Saluna, ada om Demian dan Tante Indri, ada om Herdan dan Tante Riana.
"Kamu tampan sekali nak, seperti kakek mu papah Aksara"
Ucap Riana, memang benar Andra adalah perpaduan Rei dan Aksara jadi semakin tampan saja meskipun mereka menganggap adik bungsu mereka kopian dari sang papah.
"Tentu saja itu kan kakek nya"
Sahut Raksa, Andra hanya tersenyum.
"Jangan kaku seperti Daddy mu"
Sahut Indri yang ada di sana pula.
Setelah memperhatikan wajah om dan Tante nya yang agak mirip Andra kaget.
"Aku kembar tapi kembaran ku perempuan, seorang model tapi di bunuh oleh ayah angkat dari mommy mu, maaf Arvin"
Andra hanya mengangguk meski masa lalu tetap mereka harus mengungkapkan nya agar di masa depan tidak ada kejanggalan.
"Benar, itu semua kenyataan nya selain membunuh kakak perempuan kami, dia juga membunuh kekasih Daddy mu memperkosa nya lalu di mutilasi sedangkan nenek Aryandy di gantung lantas rumah yang Daddy mu tempati dibakar oleh kakek angkat mu"
Ucap Indri melanjutkan.
"Kami sedih, mungkin Daddy mu mengira mommy mu anak kandung nya tapi setelah balas dendam itu dilakukan pada mommy mu kenyataan terkuak mommy mu bukan anak kandung kakek mu"
Ujar Riana sedih.
"Inti nya jangan menyalahkan masa lalu, tapi bangkit untuk menuju masa depan dan memperbaiki masa lalu itu agar tidak ada lagi sakit hati"
Ucap Herdan Sanunjaya.
"Papah ku lah yang melakukan nya, karena silau nya harta orang tidak akan ingat siapa diri nya hanya ingat harta saja"
Lanjut Herdan.
"Maafkan om Arvin"
"Kenapa kalian jadi reuni disini, ayo pesta nya akan segera di mulai"
Mereka semua mengangguk, sedangkan para sepupu perempuan sudah menjadi pendamping dari Rindi. Mereka berempat sangat cantik seperti putri dari negeri dongeng.
Ada Anneta, Sazia, Armona, dan Rindi istri nya Andra. Mereka memasuki panggung, MC berteriak namun mereka muncul berempat. Semua tamu bertepuk tangan.
Seluruh keluarga Alkatiri muncul dengan lengkap di panggung, hanya Andra yang di temani Daddy dan paman dari Rindi. Semua wartawan meliput berita yang di suguhkan, bagi mereka ini berita langka. Sinar kamera tak berhenti bercahaya mengambil gambar mereka.
"Kenapa lampu nya tidak juga mati Dit?"
"Entah lah mah, aku telpon dari 5 menit lalu juga mereka sudah tidak menjawab nya"
"Apa ada kesalahan teknis?"
"Tidak mungkin mah"
"Apa kita ketahuan?"
Deg.....deg.....
Aditya sangat kaget akan ucapan mamah adopsi nya.
"Apa itu benar? dimana Camelia kenapa dia tidak muncul"
"Kita ketahuan ayo lari!"
Ucap Elian, dengan menarik tangan anak adopsi nya. Sementara tangan Aditya sudah diborgol polisi di samping mereka. Kini tangan Elian juga di borgol oleh polisi pula.
"Lepaskan aku adalah istri Rei Alkatiri kalian tidak bisa menangkap ku!"
Teriak nya membuat seluruh tamu menoleh, Elian menundukkan wajah nya yang menjadi sorotan. Para wartawan yang hadir meliput berita mencengangkan itu.
"Lapas!"
Rei menghampiri istri nya, dan......
PLAAK.....PLAAKK...
"Kau wanita iblis ku kira kau sudah berubah tapi malah aku yang menyimpan rubah tambahan, ku pastikan kau digantung di penjara"
Elian tidak bisa meludah karena mulut nya di sumpah oleh polisi.
"Aku menikahi mu karena menganggap mommy Arvin sudah tiada, tapi setelah dia kembali kau pun mencelakai nya, aku tidak akan mengampuni mu, kau juga yang membuat anak ku bisu, hampir gila, maka terimalah penderitaan yang dia alami"
Rei memang tidak awas akan anak nya, dia berpikir jika kasus itu hanya murni kecelakaan setelah di telusuri itu ulah Elian dan anak adopsi nya.
Elian masih meronta ingin berbicara namun di seret paksa oleh polisi menuju mobil. Andra mendekat pada Aditya yang tersenyum mengejek.
BUGHH.....
Andra mendaratkan tinju di perut Aditya, pria itu meringis kesakitan.
"Itu untuk kak Alesa"
BUGHH....
"Itu untuk ibu Amelia yang telah kau sakiti"
"Ha.....ha....."
Aditya tertawa keras di depan muka bocah kecil yang dulu pernah mau dia bunuh.
"Kalau aku tahu kau pewaris Alkatiri satu-satu nya waktu itu, aku pasti bisa melenyapkan mu bocah 7 tahun, bukan hanya membuat mu bisu dan lumpuh"
BUGHH....
Bukan Andra yang memberi tinju di wajah Aditya tapi Daddy nya Rei.
"Kau binatang yang memakan uang ku, maka kau bukan lagi anak adopsi ku"
"Aku tidak butuh itu, dan Arvin atau siapa pun nama mu Alesa cantik itu selalu ku simpan meski akan menjadi mayat ha....ha"
Polisi langsung menyumpal mulut pria tua jangkung itu. Semua pasukan yang Aditya bayar sudah dibunuh anak buah Novan, anak buah Rei dan juga anak buah Raksa .
"Semua nya geledah ruang kerja milik Elian, hati-hati"
Perintah Rei pada seluruh anak buah nya.
"Tunggu!"
Ucap Novan.
"Kenapa Van?"
"Biar saya saja dan Anita yang masuk ke dalam tuan, ruangan itu penuh dengan obat yang bisa melepuhkan kulit"
"Begitu kah, baik lah laksanakan"
Rei segera naik ke panggung meminta maaf pada para tamu, dan menyuruh mereka untuk menikmati hidangan dan mendengarkan musik sebelum acara inti yang di undur 1 jam mendatang.
Kini Novan kembali ke ruang kerja milik Elian dengan persiapan matang, peti mati yang berisi mayat Karenina sudah di keluarkan dan segera di masukan ke ambulans untuk di kuburkan segera beserta peti nya.
"Seperti nya ada ruang bawah tanah?"
"Kau tahu itu"
"Lihat ada tanda panah nya"
"Baik lah kita turun"
KLEAK.....
Novan memencet tombol lalu terbuka lah ruang bawah tanah, mereka menyusuri ruangan itu. Andra yang melihat dengan cctv melotot akan tabung yang baru saja Novan buka.
BERSAMBUNG.