
Pria berjubah hitam itu melirik bocah lelaki kecil yang sudah tampil dengan tampan lagi wangi. Pada hal rasa nya baru beberapa hari lalu menggendong nya yang masih bayi merah berusia seminggu itu. Bayi lelaki kecil yang hanya bisa menangis kini sudah tumbuh besar dan sangat tampan.
Rei menuruni tangga lantas mendekat pada sang kakek. Menggunakan pakaian casual jeans hitam dengan kaos oblong putih juga sweeter abu-abu tua tak lupa topi hitam, kaca mata hitam dengan sepatu hitam nya.
"Wangi sekali mau kemana?"
"Rei mau ke acara pembukaan butik terkenal"
"Kok harus malam?"
Sang nenek yang membawa wedang jahe untuk kakek datang menyela perbincangan kedua lelaki berbeda umur itu.
"Mana Rei tahu?"
"Dengan siapa kesana?"
"Biasa, Ravenda"
"Jangan terlalu malam pulang nya"
"Terimakasih nenek"
Rei mengecup nenek, di halaman terdengar deru mobil.
"Dia sudah datang nek, kek, Rei pamit"
Lelaki remaja menuju dewasa itu pergi meninggalkan rumah, masuk ke dalam mobil Ravenda.
'Bos, tuan kecil sudah besar, jika aku tidak terluka parah waktu itu, lelaki kecil mu pasti juga memiliki kendaraan yang lebih mewah dari teman nya itu'
Ucap pria berjubah itu.
Rei pergi ke pembukaan butik dan benar saja disana sangat ramai, di penuhi gadis cantik juga para orang ternama di dunia bisnis.
"Ternyata kita tidak salah datang kemari!"
Sahut Ravenda di tengah kerumunan orang. Rei dan Aryos hanya mengangguk setuju saja.
MC masuk memberitahukan jika hidangan boleh disantap oleh para tamu.
"Wah bos kita bisa makan gratis!"
Seru Aryos, langsung saja tanpa aba-aba jitakan maut Ravenda mendarat di kepala Aryos.
Rei tertawa tanpa beban, sementara sepasang mata memperhatikan nya di pojok sana.
Kekonyolan mereka terhenti tatkala semua tepuk tangan menyambut seseorang dipanggung. Seorang paruh baya di perkirakan mencapai usia 40an naik ke panggung dengan penampilan elegan.
Sang MC memberikan mic untuk kata sambutan pada wanita paruh baya itu.
"Selamat malam semua"
Yang hadir menjawab juga disertai dengan gemuruh tepuk tangan.
"Perkenalkan saya Amara Titania Arcinta Alkatiri, saya owner butik yang baru saja dibuka di negara ini, terimakasih atas kedatangan para undangan semua, silahkan melihat produk kami dan menikmati acara pembukaan butik ini malam ini"
Semua orang bersorak sekaligus datang nya model internasional, wajah cantik juga body yang begitu bagus berlaga di atas panggung.
Mereka juga banyak yang berbisik bahwa keluarga Alkatiri akan segera kembali ke negara Z lagi. Mengingat nyonya muda dan kedua anak nya kembali.
"Mungkin negara kita akan kedatangan raja bisnis yang hilang 18 tahun lalu"
"Benar kah bos?"
Namun pembicaraan mereka terhenti tatkala lampu menuju ke belakang para tamu undangan. Mereka bertepuk tangan karena suami dari owner butik juga datang. Tak sengaja Rei berada dekat dengan lampu itu sehingga tersorot bersama. Mungkin tidak ada yang memperhatikan tapi tidak dengan Riana.
'Lelaki muda yang mirip papah!'
Riana melotot kaget.
'Itu tidak mungkin kak Raksa'
Gumam Riana.
Benar saja Raksa menggunakan jas seperti sang papah, tampil dengan sok cool, tampan juga elegan.
'Lantas tadi siapa?'
Riana semakin curiga, lampu menjadi terang benderang. Riana dengan teliti langsung mencari diantara kerumunan orang itu.
'Tidak mungkin halusinasi bukan?'
Riana kembali memutuskan untuk kembali kebelakang panggung.
BERSAMBUNG.