TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.175


Rei tiba di bandara, perjalanan nya kali ini bukan seminggu melainkan 40 hari. Selama 40 hari itu, Min selalu pergi berjalan-jalan dengan Ravenda di sore hari. Kadang Ravenda mengajak nya makan siang lantas mengajak nya di hari Minggu naik perahu di sungai yang ada ditengah kota.


"Kakak, kita mau kemana?"


"Ke villa, kau juga akan tinggal disana?"


"Hem, baik lah"


"Disana ada seorang wanita juga nama nya Jasmin Melodia Sanunjaya"


"Apa!"


Mobil yang disetiri gadis 25 tahun mengerem mendadak.


"Kenapa sampai kaget begitu?"


"Bukan kah?"


"Benar"


"Kalau kenapa kakak membawa nya ke villa?"


"Aku ada rencana sendiri"


"Kak, bagaimana jika dia bisa meluluhkan hati mu?"


"Sudah lah, jangan dipikirkan"


Gadis itu yang tak lain ROSELIAN CANTIKA, anak dari supir yang terbunuh bersama kakek Aryandy saat tragedi berdarah 15 tahun lalu.


Hari menjelang sore saat akan sampai ke villa, hari itu Rei tidak memberitahukan kedatangan nya pada siapa pun termasuk Aryos seorang tangan kiri nya.


"Kak, Ravenda bermain dengan siapa itu, cewe nya cantik sekali?"


Rei hanya terdiam memperhatikan mereka, di tambah saat ini dia menaiki mobil baru milik Elian. Ya Rei memanggil nama ROSELIAN dengan Elian, nama panggilan yang sangat akrab.


Elian memperhatikan lelaki yang berada di samping nya itu, nampak raut wajah nya yang muram bahkan lebih suram dari masa depan.


"Kita ke restoran langganan mu saja, di sana banyak varian menu baru!"


"Baik lah, aku suka di traktir menu baru oleh kakak"


Elian segera melajukan mobil nya ke restoran yang Rei maksud. Sesampai nya disana Elian memesan semua varian menu terbaru di restoran itu.


"Kakak jangan salahkan aku jika aku kalap ya?"


"Pesan lah, sesuka mu jangan ditahan"


"Kau yang bilang ya?"


Rei mengangguk tanda setuju, dia membawa adik angkat nya itu ke restoran semata-mata untuk mengulur waktu demi kemesraan Ravenda dan Jasmin.


"Kak!"


"Iya"


"Kapan aku harus ke perusahaan?"


"Besok kalau kau mau bisa segera bekerja"


"Baik lah, aku akan memulai nya dengan cepat"


Rei mengangguk, dia kembali teringat senyum manis milik Min ketika sedang bercanda dengan Ravenda.


'Kenapa dia tidak pernah tersenyum pada ku seperti itu?'


Gumam Rei, dia sudah kenal lama bahkan pernah tidur satu kamar juga tapi gadis itu seolah bisu.


"Gak ada baik-baik nya sama sekali!"


"Aku kan hanya minta di traktir, kau kan sudah setuju kak!"


"Siapa yang berbicara dengan mu?"


"Tadi memang kau berbicara dengan siapa?"


"Tidak ada, lupakan saja"


Rei bangkit setelah membayar bon yang disodorkan pada nya dari pelayan restoran itu.


"Kenapa masih diam, ayo pulang!"


"Aku lupa kak"


Kali ini Rei yang mengemudi, dia mengemudi dengan kecepatan sedang. Berharap sampai di rumah gadis itu sudah berganti pakaian yang tidak mengingatkan nya pada kejadian sore tadi.


Langit nampak sudah agak petang, Rei memarkir mobil milik Elian, lantas menginjakkan kaki di teras rumah.


"Tuan sudah pulang? nona Elian"


"Hai paman James"


Elian menggunakan rok dan kaos oblong saja tapi terlihat trendy, Elian bak model yang berjalan di panggung catwalk. Gadis yang cantik, cerdas bahkan anggun sekali dan merupakan nona dari konglomerat. Elian berjalan tegak tidak menunduk dan pandangan nya tegas tidak pernah jelalatan.


Rei dan Elian masuk ke villa, mereka melewati ruang makan. Disana ada Min yang sedang menyantap makan malam nya.


"Tuan, nyonya sedang makan malam"


Min mendengar langka kaki, dia segera berdiri dari duduk nya. Min melihat wanita dewasa di samping Rei yang sangat cantik.


"Selamat malam, tuan!"


Rei terdiam, mata Elian membola, bukan kah gadis imut yang sangat cantik ini adalah gadis yang sama yang bermain di taman bersama Ravenda sore tadi.


"Buat kan aku teh mint"


"Baik, kak"


Min jelas kaget ketika gadis cantik yang bak model memanggil kakak pada Rei.


"Dia Roselian Cantika, kau memanggil nya Elian, umur nya 25 tahun baru lulus dari universitas luar negeri, dia anak dari supir kakek ku, karena aku yang membiayai hidup nya selama ini jadi dia memanggil ku kakak"


Min mengangguk.


"Kak, ini teh nya"


"Duduk lah Elian, nama nya Jasmin panggil dia Min"


"Baik"


"Pergi lah tidur, kamar mu yang di depan itu"


"Baik lah, kak, sampai jumpa besok"


"Ya"


"Tuan mau makan apa?"


Ada rasa canggung setelah hampir sebulan tak bertemu dengan tuan kasar ini.


"Aku sudah makan dengan Elian tadi sore"


"Baik lah"


"Apa kau lelah sudah bermain seharian di taman?"


Deg.......


Min terdiam sebentar ketika akan menaruh piring kotor bekas nya makan.


"Aku juga lupa menanyakan kabar tangan kanan ku yang sudah menemani mu bermain setiap sore"


Min menunduk diam dia tidak dapat berkata apa pun.


"Ucapkan terimakasih ku pada nya, ketika kau di ajak main ke taman lagi oleh nya"


Rei bergegas ke lantai 2 villa itu untuk masuk ke ruang kerja nya. Mengerjakan pekerjaan yang tertunda kemaren, karena Elian memaksa mengundang nya untuk datang di wisuda ke 2 nya.


Rei mengguyur tubuh lelah nya dengan air dingin, terlebih ketika membayangkan tangan kanan dan istri nya bermain bersama di taman dengan perasaan senang.


"Keringkan rambut ku!"


"Baik"


Min menyimpan handuk basah bekas rambut milik Rei. Min mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut lurus milik Rei.


"Tuan apa boleh saya berbicara sesuatu?"


"Katakan"


"Apa boleh aku bekerja?"


"Apa aku pernah bilang?"


Min menggelengkan kepala nya.


"Bukan kah tugas mu mematuhi ucapan ku tanpa bantahan?"


"Benar, tapi aku jadi cleaning servis juga boleh!"


Lirih Min, berharap jika Rei mau mengabulkan permintaan nya. Rei mendekat pada Min lalu berbisik di telinga gadis itu.


"Kenapa kau tidak meminta pada kekasih mu? atau kau bisa menjadi simpanan ku, maka kau bisa bebas kemana pun dan melakukan apa pun"


Min mundur sedikit hingga tubuh nya membentur nakas di pinggir ranjang.


"Tidak!"


"Jika begitu, maka duduk manis lah, jika tidak dan kau berusaha melawan aku akan meremukkan mu!"


Min menunduk gemetar, dia sampai jatuh ke lantai, sesudah Rei membaringkan tubuh nya.


"Matikan lampu nya sangat terang aku tidak bisa tidur, ganti dengan lampu tidur, jangan hanya duduk di lantai saja"


"Baik tuan"


Min segera beranjak bangun, dia pergi ke sofa yang ada di depan televisi tak jauh dari ranjang. Min memilih tidur di sofa, karena dia juga selama Rei tidak ada di villa tidur disana.


'Dasar istri bodoh ini, dia membuat ku emosi saja!'


Gumam Rei dalam hati tapi mata nya sudah di pejamkan.


BERSAMBUNG.