
Andra tersenyum dan ikut mengelus perut istri nya yang kira-kira menginjak 3 bulanan itu.
"Apaan sih"
"Ikutan ngelus dong yang"
Ada perasaan hangat namun geli karena elusan dari sang suami nya itu.
"Kita sama-sama sayang dedek loh"
Bersama tangan Rindi dan Andra mendekap calon bayi mereka yang masih di dalam perut Rindi.
Prosesi resepsi inti telah selesai berjalan dengan baik, MC pun mempersilahkan untuk acara santap malam, menyalami pengantin, berfoto bahkan memberi selamat dan amplop.
"Tuan saya pamit ambilkan makanan untuk nona"
Ucap Anita, Andra mengangguk.
"Yang banyak ya An, aku juga ingin salad yang segar"
"Baik nona"
Anita berlalu ke stand makanan.
"Novan ikuti Anita itu"
"Baik tuan"
Novan segera berdiri dari kursi nya lantas segera mengikuti Anita ke stand makanan dan minuman.
"Laper"
"Sabar ya anak ayah"
Andra pun kembali mengelus perut istri nya, gemas sekali rasa nya apa lagi sudah buncit kelak.
Mommy Jasmin juga terlihat tersenyum karena anak semata wayang nya begitu perhatian dan mencintai istri nya.
"Kenapa sayang?"
"Ah tidak dad"
Namun Daddy Rei memperhatikan arah pandang istri nya melihat ke anak dan menantu nya.
"Sebentar lagi kita akan jadi eyang ya yang tidak terasa kita sudah tua"
Mommy Jasmin menoleh kearah sang suami, lantas menggelengkan kepala nya.
"Kapan aku bilang kita masih muda sih dad?"
"Ya mungkin kita menolak tua"
"Ada-ada saja"
Daddy Rei hanya tertawa begitu pun ayah Andreas tersenyum manis.
Kemudian tak berapa lama Anita datang menghampiri membawakan makanan ke meja nona nya. Troli di dorong oleh Novan mengambilkan makanan untuk bos nya, Roy, Anita dan diri nya sendiri.
"Silahkan nona"
"Terimakasih An"
Anita hanya tersenyum lantas kembali duduk di kursi milik nya.
"Silahkan bos"
Andra dan Roy segera menyantap makanan nya. Sesekali Andra melirik pada istri nya yang makan blepotan.
"Blepotan yang"
Andra membersihkan mulut istri nya dengan tisu.
"Makasih mas"
Mereka makan termasuk Daddy Rei dan mommy Jasmin, ayah Andreas dan istri nya, papah Afar dan paman. Makanan mereka di urus oleh bodyguard yang mengantri untuk mereka di stand makanan.
Sementara itu 1 jam sebelum nya Lisa sudah selesai di make up ala princess di negeri dongeng.
Karena tidak ada yang mengantar nya ke altar tempat resepsi maka nya Lisa diantar oleh kepala pelayan karena Daddy German bersama William sudah berada diatas Altar.
MC membacakan acara-acara sakral untuk dilakukan di dalam resepsi itu. Setelah naik ke altar dansa, William menggenggam tangan Lisa dan bertebaran lah kelopak bunga mawar merah menerpa mereka berdua yang sengaja di sorot lampu.
Musik mengalun, menggema di acara resepsi milik William yang megah itu, William menggandeng tangan Lisa dan berdansa dengan nya.
Senyum William sangat lebar dan sangat tampan berkali lipat.
"Tersenyum lah sayang ini hari bahagia kita"
Ucap Will seolah berbisik mesra dan terlihat mencium pengantin wanita nya. Lisa hanya tersenyum malu saja menanggapi ucapan suami nya itu.
Ya pelaminan yang dihiasi oleh bunga mawar merah segar dengan kelopak yang bertaburan seperti red carpet.
Kini mereka sudah duduk berdua, MC pun segera membacakan susunan acara untuk menyantap hidangan yang disediakan, berfoto dengan pengantin atau bersalaman, mengucapkan selamat atau pun memberi hadiah kepada pengantin.
"Tuan dan nona mau dibawakan makanan?"
"Tentu, terimakasih"
Ucap Will pada pelayan itu, lalu pelayan itu mengangguk dan segera pergi ke stand makanan untuk mengambilkan makanan dua porsi bagi kedua mempelai.
Tak berapa lama pelayan itu tiba di hadapan kedua pengantin itu dengan membawa troli makanan.
"Silahkan tuan"
Will hanya mengangguk, dia meraih sepiring spaghetti lalu menyuapi istri nya.
"Buka mulut mu"
Lisa pun membuka mulut nya, mengunyah makanan yang disodorkan oleh suami nya itu.
Lisa juga mengambil sepiring makanan yang sama lalu menyuapkan pada suami nya. Will menerima suapan itu dengan tersenyum tipis.
"Ayo cepat kita habiskan makanan nya karena sebentar lagi akan ada tamu-tamu yang bersalaman, berfoto dan memberi hadiah"
Ucap William pada Lisa yang makan dengan pelan karena takut blepotan.
"Tapi aku tidak bisa makan cepat"
William pun melihat cara makan Lisa yang elegan seperti cara makan para gadis kata di negara A. Bahkan Carmen saja cara makan nya bar-bar.
"Ya sudah tidak apa, kalau ada tamu berhenti dahulu ya"
Lisa mengangguk, untung nya troli makanan ada disamping mereka jadi jika ada tamu tidak menghalangi.
Lain hal nya German dan Aditya yang menyapa para klien bisnis mereka secara satu persatu.
Dan setelah selesai menikmati santap malam nya, para tamu baru berdatangan. Ayah Andreas dan istri nya serta Daddy Rei dan mommy Jasmin lantas di susul oleh paman dan ibu Amelia.
Lantas Lisa terkejut mata nya membola ketika sosok siapa yang datang menghampiri nya. Lisa seolah tidak bisa menggerakkan badan nya, bahkan menatap sosok itu pun Lisa tak mampu.
"Lisa, selamat ya semoga keluarga kecil mu langgeng"
Seorang lelaki paruh baya yang tak lain adalah papah Afar itu menyalami pengantin lelaki lalu pengantin wanita yang menunduk diam.
Ketika papah Afar hendak berjalan menjauh.
"Papah......."
Lirih Lisa sudah dengan air mata yang deras, Lisa langsung menubruk tubuh papah Afar dan memeluk kencang tubuh lelaki itu.
Sontak William itu kaget karena dia kira Lisa seorang yatim piatu, kini giliran Andra dan Rindi yang bersalaman dengan pengantin lelaki yang masih shock itu.
Rindi mengelus pundak kakak perempuan nya itu yang menangis sesegukan di dalam pelukan papah nya.
"Kak, sudah loh, itu nanti make up nya luntur"
Mendengar suara yang familiar itu Lisa menoleh melepaskan pelukan pada papah nya.
"Kamu juga hadir?"
Air mata Lisa makin deras, mengelus pipi adik nya yang kerap kali dia sakiti, pukuli dan hina dahulu.
"Maaf, maafkan aku Arin"
Ucap nya terbata-bata.
"Maafkan aku dek, sungguh"
Menangkupkan tangan nya di depan dada.
"Aku sudah memaafkan mu kak, aku kangen"
Rindi langsung memeluk sang kakak.
"Kau sedang hamil, kau sudah menikah?"
Rindi mengangguk lalu menengok pada suami nya yang berada di belakang nya.
"Kau menaklukan tuan muda kutub ini?"
Meski Lisa mengusap air mata nya namun tersenyum manis karena adik nya juga tersenyum manis.
"Aku membuat nya menghamili ku"
Lisa dan Rindi kompak tertawa, papah Afar tersenyum menggelengkan kepala nya.
BERSAMBUNG.