
"Om, Daddy, tolong jagakan Arin buat Andra ya, aku permisi"
Setelah berkata demikian Andra segera pergi bersama petugas RSJ, dia segera melaju ke RSJ dimana Bu Amelia dirawat.
"Silahkan pak"
Andra melihat kamar yang ibu angkat nya tempati selama 30 tahun ini, rumah ternyaman nya apa bila putri nya berkunjung, Andra diam sejenak memperhatikan.
"Kapan kalian mendapati ranjang ini kosong?"
Andra bertanya pada 2 perawat yang biasa nya merawat ibu Amelia, menyuapi bahkan menjaga ibu Amelia itu.
"Kami selalu bersama beliau tuan, tapi malam itu hujan lebat, Hinga aliran listrik juga padam tuan, semua kamar terkunci dari luar jadi dapat di pastikan tidak ada pasien disini yang akan keluar"
Terang salah satu petugas yang menjaga ibu Amelia sedang dua lain nya itu terdiam.
"Benar tuan, meski aliran listrik padam saat itu tapi kamera pemantau pengawasan setiap pasien akan merekam tapi kami hanya melihat kamera itu merekam beberapa adegan dua hari lalu, begitu lah kami kesulitan mencari pasien"
Terang satu nya perawat lelaki itu sementara satu nya tak memberikan argumen apa pun.
Andra menimbang semua kejadian dari keterangan dua orang perawat itu, jika benar maka kemungkinan ibu Amelia itu di culik.
"Apa ada pasien lain yang hilang?"
Mereka bertiga saling pandang satu sama lain nya.
"Tidak ada tuan, mereka semua dimasukan ke kamar pasien hanya ibu Amelia yang hilang, mereka hanya berada di sekitar gerbang rumah sakit menjerit-jerit histeris"
"Baik lah, aku pergi dulu, bekerja lah seperti biasa nya"
Andra kembali ke mobil nya, lantas menekan nomer seseorang.
"Saya bos"
"Kau cari tahu dimana ibu Amelia"
"Baik bos"
Lelaki yang Andra hubungi tak lain adalah Novan asisten kedua nya yang sedang makan di kantin bawah perusahaan.
"Seperti nya kau akan dapat bonus"
Anita berkata setelah lelaki itu menutup ponsel nya.
"Semoga saja agar aku bisa menikahi mu nanti"
Kening Anita langsung berkerut setelah nya, ekspresi nya mendadak datar saja. Novan pun tertawa terbahak-bahak karena ekspresi Anita yang menurut nya lucu.
"Kau jangan menertawai ku, aku tidak akan melepaskan mu"
Novan segera berlari namun tak disangka dia menabrak tangan kanan bos nya.
BRRUUKK....
Mata elang milik Roy seakan membidik mereka dengan kurus yang bisa meleburkan darah dan daging.
"Maaf tuan"
Ucap Novan seraya tersenyum memamerkan sederet gigi putih nya untung tidak ada cabe yang menempel pada gigi nya karena sehabis memakan mie ayam+ telor dan bakso.
"Kau baru bakso, bodoh"
Anita terdiam di tempat nya.
"Maafkan aku bos"
"Seperti anak-anak saja berlarian ini bukan taman kanak-kanak ini kantor, kalau mau berlarian keluar kantor di depan ada taman"
"Iya bos"
"Iya apa!"
"Iya saya akan bekerja"
Roy segera pergi beranjak dengan tumpukan dokumen, meninggalkan dua manusia yang kaget karena emosi nya. Terang saja Roy emosi bos nya sudah 3 hari tidak masuk dia harus lembur setiap malam.
Flashback on.
3 hari lalu.
Drrt...drrtt.
Ponsel seseorang berdering dengan nyaring dikala sang empu sedang nyenyak-nyenyak nya terbuai di alam mimpi.
"Siapa sih telpon sudah larut begini?"
Dengan wanita yang kini sudah mulai paruh baya itu mengangkat nya.
"Iya"
"Nyonya tuan Arviandra sudah menikahi keponakan dari tuan Adidharma"
"APA!"
Wanita itu Elian yang baru saja mendapat kabar dari mata-mata yang dia sebar di sekeliling suami dan anak tiri nya. Dia merasa syok karena jujur saja jika anak tunggal dan cucu tunggal dari keluarga suami nya maka sudah dipastikan anak itu merupakan pewaris seluruh kekayaan keluarga Alkatiri.
Elian tidak akan mendapatkan apa pun jika anak itu sudah menerima gelar pewaris nya terang saja karena cucu tuan besar Wicaksara Rayz Alkatiri hanya bocah itu saja.
BAKK.....
Elian membanting ponsel nya ke lantai, menyebabkan dentuman keras hingga mengeluarkan api.
"Mah apa yang kau lakukan?"
Sontak Aditya marah karena perbuatan ceroboh mamah angkat nya itu. Wanita tua itu selalu berbuat seenak nya meski dia salah namun dia pasti tidak ingin disalahkan.
"Mamah marah"
"Iya tahu tapi tida seperti ini juga lah"
"Sudah lah, mamah ada berita besar untuk kalian"
Elian segera pergi ke ruang kerja milik nya.
"Panggil Camelia juga untuk datang"
"Baik lah mah"
10 menit berlalu kedua anak adopsi nya itu sudah menghadap Elian.
"Ada apa mah? aku sedang menidurkan suami ku"
Elian menatap remes anak perempuan adopsi nya.
"Arvin sudah menikah!"
Mereka berdua kaget dan saling pandang.
"Kapan mah?"
"Entah lah, mamah tidak tahu yang jelas pasti belum lama ini, nanti mamah akan tanyakan pada papah mu"
"Lalu apa rencana kita mah?"
Elian tidak menjawab pertanyaan dari anak perempuan adopsi nya itu. Merek bertiga sibuk berpikir selama beberapa jam.
"Mah bagaimana kalau kita culik wanita tua yang gila itu?"
Usul Aditya.
Elian berpikir sejenak lantas kembali berpikir keras mungkin ada ide lagi.
"Kita buat mental bocah itu kacau lagi dengan menyiksa ibu angkat nya dan memberikan vidio nya kepada anak itu bagaimana mah?"
"Boleh juga, tapi rumah sakit itu pasti di jaga ketat karena perusahaan anak itu terus maju pesat hingga menyamai perusahaan papah kalian itu"
"Kami akan mengambil tabungan dan sedikit uang korupsi dari perusahaan papah bagaimana mah?"
"Kau punya berapa banyak?"
"Tidak banyak hanya 25 M saja, bagaimana mah?"
"Oh pantas bahan baku nya hilang terus"
Ujar Elian dan Aditya hanya nyengir kuda saja, sementara Camelia memandang kakak adopsi nya sekaligus suami simpanan nya.
"Bagaimana menurut mu Lia?"
"Lisa punya tabungan juga hanya 15 M saja"
"Sedikit sekali"
Ujar Aditya melirik adik atau istri simpanan nya.
"Aku kan perlu belanja kebutuhan dia bocil dan suami idiot ku itu"
Aditya mengangguk.
"Baik lah segera lah kalian pergi ambil uang nya"
"Aku akan menyewa pembunuh bayangan tingkat A, bagaimana mah?"
"Yang penting kita susun rencana agar tidak cepat terbongkar oleh papah dan bocah itu"
"Apa mereka punya orang yang lebih hebat mah?"
"Kalian tidak tahu siapa papah kalian, dia lelaki yang bisa melakukan apa pun bahkan papah nya memiliki sindikat gelap"
Baik Camelia maupun Aditya tercengang melihat kearah mamah nya.
"Kalian tidak perlu kaget, aku sendiri yang merasakan di siksa nya dan juga mamah kandung ku yang mati mengenaskan"
Mereka baru tahu jika mamah adopsi nya itu mempunyai keluarga yang terikat dengan keluarga Andra dimasa lalu.
"Besok kita bergerak, jangan sampai anak itu melahirkan penerus"
"Baik mah"
Mereka bertiga keluar dari ruang kerja Elian.
Flashback off.
BERSAMBUNG.