TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.294


Pengantin baru yang baru menikah 3 hari itu, kini sedang berjalan-jalan. Mereka baru bisa jalan berdua, kedua nya antusias sekali, sehabis makan malam lantas menonton bioskop. Membeli camilan ketika pulang dan juga menyempatkan diri ke pasar malam yang tak jauh dari mall di dekat taman.


"Apa kamu senang?"


Tanya Andra pada istri cantik nya, seraya menyelipkan rambut yang tertiup angin ke telinga Rindi.


Rindi mengangguk saja, dia sembari memakan permen kapas nya atau gulali nya. Saat ini mereka sedang duduk di taman, Andra membawa jaket karena celana nya panjang sedangkan istri nya tidak bahkan celana nya diatas lutut.


"Dingin tidak?"


Rindi menggeleng, dia sedang memperhatikan muda-muda yang sedang berpacaran. Andra hanya tersenyum melihat pandangan istri nya.


"Kita juga seperti mereka ya?"


"Kita kan sudah menikah babang tampan"


"Baru pacaran, maka nya enak pacaran udah halal, gak dosa"


Rindi melirik suami nya yang sedang menggesekkan wajah nya pada leher Rindi.


"Geli"


Sementara tangan Andra menyusup ke kaos kebesaran yang Rindi pakai.


"Hemp...!"


Rindi memekik karena tangan Andra sudah menjalar kemana-mana.


"Ini tempat umum loh"


Andra tersenyum diri nya baru sadar jika masih berada di taman.


"Lupa yang"


Rindi mendelik kearah suami nya.


"Cinta ya ngeliat nya sampai kaya begitu?"


"Kalau tidak cinta ya tidak mungkin mau dinikahi mendadak"


Andra kembali tertawa sambil mencubit pipi nya, mengecup bibir istri nya singkat.


"Gemas banget sih yang sama kamu"


"Mesum"


"Kan sama kamu aja, lagian ya yang cuma cubit pipi gak ngelakuin apa pun"


"Ngeles"


"Emang"


Andra memeluk istri nya, Rindi hanya terdiam kembali menikmati permen kapas nya.


"Enak ya yang?"


"Manis kok"


"Minta dong"


"Tinggal sedikit"


Andra dengan cepat ******* bibir istri nya, merebut permen kapas yang sedang Rindi kunyah.


"Ih, kok di rebut sih"


"Kayak nya lebih manis ya yang"


"Malu lah"


"Sudah menikah kok"


Rindi hanya tersenyum.


"Sudah malam pulang yuk?"


Rindi mengangguk, bangkit dari kursi mengulurkan tangan nya agar bisa di pegang Andra. Mereka berjalan beriringan, menuju parkiran mobil. Lantas mereka segera membelah jalanan menuju ke rumah.


Mereka tidur setelah selesai membersihkan diri, lantas pergi ke alam mimpi bergelung dengan selimut hangat mereka. Tanpa terasa karena lelah mereka terbangun hingga pagi.


"Selamat pagi!"


"Pagi"


Rindi terbangun dengan mata yang masih sepet untuk terbuka seperti nya. Andra menghadiahi pagi cerah dengan ciuman lembut, sedikit ******* bibir Rindi.


"Sudah"


Rindi dengan pelan mendorong dada Andra yang saat ini sedang bertelanjang dada.


"Kenapa?"


"Aku belum sikat gigi loh"


"Memang kenapa?"


"Bau"


Andra kembali ******* bibir mungil istri nya.


"Manis kok"


Rindi hendak bangun dari ranjang menuju kamar mandi namun lengan nya ditarik oleh lelaki itu hingga kembali jatuh kedalam ranjang mereka. Andra kembali memberikan ciuman panas nya, Rindi tentu saja wanita belia itu terbuai dengan kelembutan yang Andra berikan.


Pagi yang masih menguarkan wangi udara segar dan harum bunga itu, mereka menikmati ciuman panas yang menggairahkan. Rindi tersadar atas perbuatan mereka, segera mendorong dada bidang suami nya. Namun Andra terus mendesak istri nya untuk meminta hak nya.


"Mas...."


"Apa sayang"


"Kita sudah janji loh mau ke rumah paman sama Daddy nya mas"


Rindi berkata sambil menghindari ciuman dari suami nya, dan terbata-terbata dengan perkataan nya.


"Iya tahu yang, tapi kan ini masih pagi yang, sekali aja yuk"


Bujuk Andra. Rindi berpikir sejenak tidak mungkin suami nya itu bermain di ranjang dengan waktu sebentar karena dari pengalaman nya dua hari lalu selalu tak pernah puas.


"Mau ya"


"Nggak, nanti kita tidak akan jadi mengunjungi mereka lagi"


Andra memandang istri nya, dengan lesu bangkit dari atas tubuh istri nya.


"Kita sudah janji kemarin, jangan buat mereka menunggu ya, aku tidak enak"


Andra melihat sekilas istri nya, lalu mengangguk. Rindi memeluk sebentar suami nya yang sedang cemberut karena keinginan nya tidak terpenuhi.


"Maaf ya, jangan cemberut begitu dong sayang"


Andra menatap istri nya lantas tersenyum manis.


"Baik lah, memang kita harus berkunjung, mandi lah dulu, aku mau menelpon Roy untuk mencarikan toko buah tangan ketika kita berkunjung ke rumah para orang tua"


"Baik lah"


Rindi segera bergegas untuk mandi dan bersiap, sementara Andra menghubungi Roy.


"Iya tuan"


"Roy cari kan toko buah tangan untuk para orang tua, kami akan berkunjung ke rumah mereka"


"Baik tuan, ada lagi?"


"Tidak itu saja, oh ya kau bawa mobi sendiri untuk membawa buah tangan itu, sementara aku dan istri ku semobil"


"Baik tuan"


Andra segera menutup panggilan nya pada Roy. 1 jam Andra menunggu istri nya mandi, dia sedang memainkan ponsel nya.


KLEK....


Pintu kamar mandi terbuka dengan menampilkan wajah segar Rindi dan bau harus semerbak sabun yang dia pakai. Andra melirik dengan sudut mata nya, meski istri nya memakai bathrobe namun Andra sangat mengagumi nya.


'Ingin sekali ku terkam'


Pikir nya.


Istri nya tiba-tiba mendekat lantas segera menghampiri nya. Andra tersenyum manis lantas menyimpan ponsel nya.


"Kenap tersenyum?"


"Tidak ada"


"Mas sedang selingkuh?"


"Hah! jangan aneh-aneh"


"Kok mencurigakan? mana ponsel nya"


Andra mengulurkan ponsel nya yang sudah loh out dari game nya.


"Kok game semua, nomor kontak juga hanya ada sekitar 20 orang dan semua juga bawahan nya semua di kantor"


Rindi sudah selesai memeriksa ponsel suami nya.


"Kok masih disini kenapa belum mandi?'


Andra mendongak dan segera berjalan menuju kamar mandi. Dia berendam agak lama karena masih pukul 9 pagi hari ini. Dia terpaksa pergi menemui para orang tua sebelum mengadakan resepsi karena restu orang tua itu penting. Juga Andra ingin mendiskusikan proyek sekaligus rencana resepsi pernikahan mereka.


"Mas sudah belum?"


"Sebentar lagi yang"


Rindi mengetuk pintu kamar mandi suami nya karena dia sudah selesai bermake up.


"Ngapain coba di dalem tuh"


Andra mendengar gerituan dari istri nya, Andra juga gugup kalau harus meminta restu. Karena dia langsung menikahi gadis cantik itu tidak meminta ijin dulu hanya berbicara dengan ayah kandung nya untuk menikahkan mereka malam itu.


KLEK.


Pintu kamar mandi Andra buka menampilkan diri nya dengan hanya di balut handuk sepinggang menampilkan tubuh nya yang atletis dan sexy tentu nya. Mata Rindi mengerjap, tubuh suami nya sangat indah, Rindi ingin menyentuh nya dan mengusap dada nya meski sudah dua malam dia dinikmati tubuh sexy itu.


"Iler netes tuh!"


Rindi reflek mengusap mulut nya, suami nya membohongi diri nya tak ada iler atau apa pun. Andra hanya tertawa melihat kelakuan istri nya itu.


BERSAMBUNG.