
Karenina Aryandy kini sudah berhasil ditangkap meski dengan menggunakan jubah mandi saja. Karen memutar otak dalam 30 menit harus menemukan ide, ketika mobil perlahan melaju. Dia diapit pengawal berbadan tinggi besar, disisi kanan juga kiri nya lantas di depan pengemudi juga pengawal yang fokus. Belum lagi 1 buah mobil depan dan belakang mobil nya, untung nya Karenina selalu membawa alat pelacak berupa jam tangan normal namun bisa digunakan saat darurat. Karenina memencet tombol hijau, yang artinya diri nya sudah terdesak butuh bantuan melalui gelang itu sinyal GPS terkirim ke ruang operasi pusat.
Pusat perkumpulan yang Karenina bentuk segera bersiap menghadang dan membuat kekacauan secara alami.
Cekkiitt.
20 menit kemudian di setengah perjalanan menuju penjara milik Aksara mobil yang memuat Karen didalam nya berhenti tiba-tiba.
"Lapor bos didepan ada kecelakaan"
"Cepat periksa"
Mobil depan dan belakang masing- masing satu orang turun memeriksa ke depan sekitar 300 meter.
'Cepat juga mereka! ha...ha nanti aku akan memberi bonus 2 bulan gaji penuh plus liburan ke Hawaii'
Ucap Karenina dengan senyum Smirk nya.
"Kalian tidak ikut memeriksa, siapa tahu lebih cepat diatasi dan kita akan lebih cepat pula sampai"
"Diam kau!"
"Huh, apa kalian tidak mau cepat beristirahat, apa kalian tidak cape mengintai ku selama 5 hari ini"
Mata para pengawal melotot jika mereka telah diketahui.
"Kalian kira persembunyian kalian paling rapih, tidak!"
"Dasar kau wanita belut"
"Tentu saja karena aku cerdas"
BOOMM .......
Bom asap meledak ditengah persimpangan menimbulkan kabut, juga asap yang membuat pikiran linglung. Sekitar 40 menit mereka baru sadar kembali itu pun karena memakai masker anti racun.
"Bos wanita itu hilang!"
Salah satu nya berteriak, sehingga mereka cepat menyadari nya.
"Bagaimana ini?"
"Lapor bos dulu, bos"
"Baik lah, tangan kanan Dino melaporkan semua kejadian di tempat perkara.
10 menit setelah sambungan ponsel mereka dimatikan, Aksara juga yang lain nya datang dengan 2 mobil dibelakang nya.
"Bagaimana bos?"
"Rumah sakit"
Mereka segera menyusul bos nya dibelakang setelah mobil Aksara dilajukan Melki.
Saat bom dijatuhkan, secara otomatis borgol listrik terbuka, Karenina segera keluar dari mobil milik para pengawal Aksara. Karenina dijemput pengawal bayangan nomor 1 nya itu, yang dia latih sejak kecil secara khusus.
"Tuan ku, silahkan"
Karenina memasuki mobil, dia tersenyum melihat para semut yang linglung karena bom racikan si Smith itu.
"Kita akan kemana tuan ku?"
"Ke rumah sakit xxx, kita akan menemui Jeane"
"Baik"
Hanya dalam waktu 20 menit sudah sampai di rumah sakit itu.
"Ini begitu mudah Wicaksara, kau tidak tahu berhadapan dengan siapa?"
Karenina memasuki lobi rumah sakit yang sepi, karena ini sudah dini hari lewat. Ada tiga orang yang mengikuti Karenina dengan baju hitam mereka, nampak ngeri hanya melihat siluet nya saja.
"Ayo kita punya pekerjaan penting"
"Baik"
Mereka menuju lantai 8 rumah sakit untuk bertemu dengan siapa lagi jika bukan istri dari Aksara.
"Sampai ini lah kamar kelinci putih milik ku, dia sudah berperan menjadi peran utama wanita, aku kira dia sangat menikmati nya hingga lupa pulang ke majikan nya"
Gumam Karenina.
"Siapa kalian!"
Pengawal Jamie sudah mengepung mereka.
"Habisi mereka semua, termasuk yang didalam, sisakan Jeane, dan kelinci itu"
"Baik tuan ku"
Pertarungan sengit antara 3 orang pengawal bayangan milik Karenina melawan 20 tim pengawal Jamie, sementara Karenina hanya duduk diam menonton semua aksi mereka. Dalam 10 menit 20 orang itu tumbang.
"Hanya seperti ini saja kekuatan mu Jamie, mati lah kau, habisi dia!"
Karenina menunjuk Jamie yang terluka parah itu, ketiga pengawal nya hendak maju.
"Prok....prokk"
Karenina melihat kearah orang yang bertepuk tangan itu.
"Tidak usah terburu-buru, mereka bukan lawan mu, aku lah lawan mu"
ketiga pengawal Karenina maju untuk melawan, para anak buah Dino.
"Dino, Melki jaga istri ku didalam"
"Baik tuan, bos"
Mereka berdua menjawab dengan serentak, hanya 5 menit Aksara langsung melumpuhkan ketiga pengawal Karenina.
"Jamie, kau pimpin anak buah untuk berobat, kalian juga jangan lupa berobat"
"Baik bos"
Mereka semua pergi ke klinik pengobatan dibawah, sementara anak buah Dino menangkap ke tiga pengawal Karenina termasuk Karenina. Karen tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
"Tidak"
Tiba-tiba dari samping mereka berjalan seorang wanita muda, dia lah Sheyla.
"Kemari Jeane, bebaskan tuan mu!"
Ucap Karenina.
"Bos itu kan Shey?"
"Lihat saja"
BUGHHHH.......
Sheyla langsung menendang muka Karenina, hingga wanita itu tersungkur bibirnya sedikit berdarah.
"Oh Jeane apa kau marah?"
"Ha....ha, kenali aku dengan baik tuan ku!"
Karenina mendongak keatas memandang wajah arogan dari wanita sebaya diri nya.
Mata Karenina melotot seakan mau keluar dari sarang nya.
"Kau!"
"Benar, kau lambat sekali mengenali orang"
"Dimana Jeane!"
"Mati!"
"Kau membunuh nya, kau membunuh kakak kandung mu sendiri"
"Sejak aku diusir dan disiksa sejak saat itu aku bukan lagi hamba mu, dia lah tuan ku"
Aksara tersenyum devil, lantas meludah.
"Yuane cepat bawa wanita itu dibawah komando mu"
"Baik tuan ku"
Yuane segera menyeret tubuh Karenina.
"Tunggu Rayz, tunggu kau tidak bisa memperlakukan ku seperti ini kau akan menyesal"
"Apa yang harus ku sesali kini"
"Adik sepupu mu, Sheyla ada ditangan ku"
Ucap Karenina.
'Tapi hanya mayat nya yang beku, tapi tak apa bukan kah tidak salah menggunakan jasad nya untuk membuat ku bebas'
Pikir Karenina.
"Oh ya, aku sudah menguburkan mayat adik sepupu ku itu!"
Aksara berjalan mendekat, mata Karenina melotot. Dia tak menyangka jika jasad yang direndam racun itu sudah Aksara temukan.
"Bagaimana mungkin?"
"Kenapa? apa yang tidak mungkin bagi seorang Wicaksara"
"Ha....ha, tapi kau tidak mungkin menemukan bayi-bayi kembar mu itu!"
"Namun nyata nya, kau sekarang hanya anjing gila yang akan mengemis hidup pada ku Karenina Aryandy. UPS Tatania Aryani keponakan dari istri tuan Aryandi karena nyata nya anak sah mereka hilang 17 tahun lalu"
Karenina terdiam.
"Seret dia, aku sudah muak melihat raut wajah nya itu!"
Mereka semua menyeret Karenina untuk dibawa ke penjara bawah tanah milik Aksara.
"Melki, kawal mereka urus semua, suruh Yuane menyiksa nya sesuka hati jangan beri makan"
"Baik tuan"
Aksara segera masuk untuk mandi dan menemui istrinya karena sudah hampir pagi menjelang, meski lelah dia ingin melihat Cinta nya membuka mata.
1 jam berada di kamar mandi membuat lelaki matang itu nampak segar.
Klek
"Sudah mandi?"
Aksara mengangguk.
"Bagaimana tidur nya?"
"Nyenyak kok"
Aksara mencium kening istri nya, lalu berbaring di samping nya.
"Aku ingin tidur sebentar, habis lembur cape"
"Iya"
Tak berapa lama Aksara tertidur, mengistirahatkan semua tubuh juga otak nya.
'Kau sangat lelah karena membereskan mereka byy, terimakasih'
Cinta mengelus kepala suami nya, menyelimuti tubuh jangkung itu. lalu di sendiri bergegas mandi.
'Dia memang menyembunyikan nya dengan rapih'
Pikir Cinta.
Cinta mengetahui semua nya semalam karena dia lihat cctv yang tertera dilayar laptop suami nya. Kemana pun Aksara pergi pasti akan membawa kamera di badan nya.
BERSAMBUNG.