
Pagi yang dingin menyambut dunia yang cerah hari ini, gerimis membawa angin bertiup dengan malas nya. Rei sudah mandi terlebih dahulu karena hari ini ada rapat pagi hari.
Rei sudah memesan sarapan nya, dia sedang memakai kemeja dengan rapih sambil memperhatikan kucing malas yang lembut itu ya siapa lagi jika bukan istri nya yang masih terpulas di ranjang empuk nya.
Min menaikan selimut nya sampai keatas dada karena merasa dingin, Min membuka mata sebentar. Masih setengah enam pagi pikir nya, lanjut memejamkan mata nya kembali.
Rei yang melihat dari cermin hanya tersenyum samar saja, melihat tingkah istri belia nya seperti bocah.
"Kucing malas kapan akan bangun?"
Min hanya menjawab dengan deheman.
"Ini sudah pagi cepat bangun!"
"Masih pagi banget om, ngantuk"
"Heh, beneran masih mau tidur?"
Min mengangguk meski mata nya masih berpejam.
"Oh ya sudah, kalau nanti teman sedivisi mu ada yang melihat kamu pagi-pagi buta keluar dari ruang kantor Presdir jangan menyalahkan siap pun ya"
Rei tersenyum smirk melihat reaksi Min yang langsung bangun. Bola mata Min membulat dengan sempurna karena dia baru teringat kejadian semalam.
"Om"
"Iya, mau mengulang yang semalam kah?"
"Gak"
"Terus?"
"Terus....terus kaya tukang parkir aja"
"Kan semalam sudah diparkiran sampe mentok pula"
"Ih om, masuuummm!"
Muka Min berubah merah, dia sangat malu bos nya ini sekarang sangat mesum.
'Kenapa si om jadi mesum banget sih'
Gumam Min.
Min segera melangkah turun dari ranjang.
"Auhh, sakit"
"Kebanyakan berteriak semalam jadi lebih sakit dan suara juga serak"
Min mendelik kesal.
'Siapa coba yang maksa, udah tau gak mau begituan'
Gumam Min kesal.
Tanpa pikir panjang, Min membanting selimut nya begitu saja. Rei tersenyum tengil melihat kelakuan Min, dengan segera Rei mendekat.
"Apa sih?"
"Liat di cermin"
Min melihat, diri nya tanpa busana.
"Ahhh......!"
Min segera melangkah ke kamar mandi, Min membersihkan diri nya selama 1 jam. Min membersihkan sisa cairan percintaan mereka yang menempel di tubuh nya setelah nya min memakai jubah mandi, menggosok gigi, juga mengeringkan rambut nya.
Min berjalan keluar, si om bos nya sedang sarapan di kamar pribadi nya ini.
"Om"
"Hem"
Rei mendongak, terlihat segar dan sangat cantik memang tanpa make up pun.
"Baju ku mana?"
Rei ada ide untuk menjahili nya.
"Itu"
"Itu kan sudah om robek loh semalam"
"Oh ya, kok aku tidak ingat?"
"Gak ingat orang mau nya nyosor terus"
"Apa?"
"Tidak"
"Siapa yang nyosor?"
Rei berdiri mendekat pada istri belia nya yang sudah fresh hanya dengan mandi saja. Rei mendekat menghirup aroma wangi sabun yang melekat di tubuh Min, Min seketika mundur dan waspada jangan sampai diterkam vampir lelaki buas tak bertaring ini.
Badan Min jadi belang saat mandi pun sudah jadi keunguan karena melebam, ganas memang pikir Min.
"Mana baju ku om!"
"Sarapan dulu, nanti ku bawakan kesini"
"Tapi......."
"Apa?"
"Aku tidak nyaman tidak memakai dalaman"
Lirih Min.
"Toh hanya ada aku"
Min melihat wajah tampan Rei, lelaki matang dihadapan nya meski sudah om-om tapi terlihat seperti lelaki dewasa yang masih lajang.
"Duduk dan sarapan, kalau kau tenang maka akan cepat datang baju nya"
Pada hal baju sudah datang dari jam 5 tadi, namun Rei simpan dulu dia masih ingin menggoda istri nya.
"Baik lah, om janji ya"
Rei mengangguk, Min segera menyantap sarapan nya bersama bos nya dengan tenang.
"Sudah mana baju ku"
"Di lemari sebelah kiri"
Mata Min membola rupa nya lelaki ini sejak tadi mempermainkan nya.
"Tidak cepat berpakaian, sebentar lagi OB akan datang loh"
"Pakai saja yang ada dulu"
Min menengok menatap kearah Rei, sungguh dia begitu kesal.
'Ini apa tidak seperti telanjang ya?'
Min segera memakai nya, dia memilih setelan atasan warna hitam agar tidak terlihat seperti telanjang ketika berkemeja putih.
"Cocok"
Dengan rok warna moccha Min memadukan nya, Min terlihat lebih sexy terutama di bagian bokong nya.
"Apa tidak ada yang lebih longgar?"
"Tidak, hanya itu yang tersedia, tidak terlalu ketat kok"
Min mengangguk, dia segera mencempol rambut nya keatas, Rei menelan saliva nya karena melihat leher jenjang yang mulus.
'Pada hal semalam sudah di tandai semua kok bisa sih mulus'
Gumam Rei.
"Kenapa om?"
Rei menggelengkan kepala nya.
'Dasar om tua mesum, seluruh leher ku belang semua, untung bawa pondation kalau tidak bagaimana kerja nya'
Gumam Min mengutuk Rei yang ganas.
"Selesai"
Min memoles wajah nya dengan make up, karena leher nya sudah sangat putih. Bibir juga Min olesi dengan lipstik pink yang cantik di bibir, karena kalau tidak berlipstik maka akan pucat.
'Lebih cantik, dan anggun, lebih dewasa juga meskipun dada nya masih kecil'
Gerutu Rei.
"Aku berangkat dulu om"
"Iya"
Min segera menuju ruang kerja nya, tak berapa lama para cleaning servis sudah datang.
Benar saja tidak semua mata bisa di tutup, ada saja orang yang melihat nya sepagi itu keluar dari ruang Presdir perusahaan itu.
"Tumben sepagi ini sudah sampai?"
Min dibuat kaget oleh Andreas.
"Pak Andreas selamat pagi"
"Pagi juga, ini teh kesukaan mu"
"Terimakasih pak, jadi merepotkan"
"Tidak juga"
Andreas tersenyum getir, dada nya sesak ketika bener gadis yang ditaksir sudah bersama Presdir nya.
"Sudah sarapan?"
Hanya untuk basa-basi karena nyata nya Andreas melihat 2 porsi sarapan datang dengan pesanan via online ke ruang Presdir mereka.
"Sudah kok"
"Sarapan apa?'
"Nasi goreng"
'Oh sandwich bisa berubah jadi nasi goreng ya'
Gumam Andreas.
"Aku ke ruangan ku dulu ya"
"Baik, selamat tinggal"
Andreas melambaikan tangan nya lantas masuk ke ruang kerja nya.
"Hei dari mana?"
"Bikin teh, paman mau?"
"Tidak, kau sedang naksir gadis di sebelah ya?"
"Tidak"
"Hei anak muda jangan patah semangat ya"
"Baik lah paman terimakasih"
Min melihat Rei keluar dari kantor, dia sempat bertatapan sebentar, namun Min dengan cepat memutuskan kontak mata mereka.
'Semoga pulang nya larut, aku harus dengan cepat menyelesaikan pekerjaan ku ini'
Ucap Min dengan penuh semangat agar bisa terhindar dari bos mesum nya.
'Sekali tidak mungkin hamil tapi kalau berkali-kali pastikan jadi juga'
Min mulai frustasi jika memikirkan hal itu.
'Aku belum dia nikahi, jangankan hukum sirih aja tidak'
Lanjut nya.
Min segera mengerjakan dengan sekuat tenaga meskipun punggung nya masih sakit. 10 menit sebelum jam kerja selesai Min sudah membereskan barang-barang nya dan menyerahkan pekerjaan nya pada ketua tim.
"Akhir nya selesai dan pulang"
Min bersorak dengan gembira, Min segera keluar bersamaan karyawan yang lain nya menunggu angkutan umum.
SRAATT.....
Mobil mewah keluaran terbaru berhenti di depan nya, Min hanya terdiam saja. Kaca mobil sedikit terbuka, tapi Min tak ingin melihat.
"Sudah mau pulang"
Min pura-pura tidak mendengar, namun tangan nya dicekal.
"Tunggu 30 menit disini, jangan kemana pun kalau setelah 30 menit kau tidak ada disini maka aku akan menghukum mu lebih dari semalam"
Ucap lelaki itu dengan tegas dan mendominasi, Min segera mengangguk.
"Hem, patuh sekali"
BERSAMBUNG.