TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.306


Menjelang siang setelah melepas kepergian ayah Andreas bersama kakak dan ibu angkat Andra, lelaki itu kembali ke kamar nya di rumah Daddy Rei.


KLEAKK.....


Rindi yang sedang duduk di sofa sambil menonton acara kesukaan nya pun menoleh.


"Sudah berangkat ya sayang?"


Andra langsung menjatuhkan bokong nya disisi sang istri tak lupa dia bersandar di bahu kecil itu.


"Maaf yang"


"Untuk?"


"Semua nya"


"Perasaan tidak ada yang salah kok"


"Kita baru saja menikah tapi resepsi nya barengan sama gelar pewaris untuk mengungkap kejahatan juga"


"Terus apa masalah nya?"


"Bukan murni resepsi untuk mengenalkan istri loh"


"Kan itu lebih ekstrim"


"Kamu tidak marah atau kecewa begitu?"


Andra menatap wanita cantik yang ada di samping nya itu, mata nya indah dengan wajah cantik mempesona.


"Tidak, ini saja sudah megah mau bagaimana lagi"


Jawab Rindi polos.


Bibir Andra terangkat sedikit sambil memandang istri cantik nya itu, Rindi melihat senyum itu nampak heran ada rasa tanda bahaya yang langsung mengisyaratkan nya. Namun belum juga Rindi sadar lelaki yang sudah menjadi suami nya sudah mendaratkan benda kenyal itu, ya bibir Andra mendarat pada bibir istri nya mencium erat penuh perasaan.


"Kita di rumah Daddy loh"


"Ini juga rumah ku"


Andra sudah berada diatas tubuh istri nya, namun Rindi masih mendorong dada bidang yang hanya tertutup kaos itu.


"Yang......!"


Sengaja Rindi memelas, namun bukan itu yang Andra dengar justru suara istri nya semakin mendayu, seolah memanggil dan memancing gairah nya.


"Yang kok kamu mesra banget sih manggil nya"


Sembari berkata Andra tersenyum ganas, sementara dia terus merangkak keatas tubuh Rindi. Andra tak sadar jika mereka masih berada di lantai dekat sofa yang ada televisi nya. Meski selalu menahan pergerakan Andra tetap saja tenaga Rindi kalah, camilan yang diambil nya berserakan begitu saja karena Andra.


"Boleh ya?"


Bukan pertanyaan tapi memang sudah dijawab sendiri oleh lelaki itu, tanpa menunggu jawaban istri nya Andra kembali mereguk madu bersama sang istri. Disiang bolong mereka berolah raga ranjang atau tepat nya di lantai sambil disaksikan televisi yang masih menyala.


"Cape"


Lirih Rindi, sementara Andra masih berada di atas tubuh nya dan sangat bersemangat sekali.


'Kenapa tenaga nya tidak ada habis nya!'


Rindi kesal dia sudah berada di pose itu semenjak tak lama sarapan sampai hampir sore.


"Mas sudah"


Takut-takut Rindi berkata pada lelaki yang tak lain suami nya itu.


"Sekali lagi ya"


Andra berkata sambil tersenyum.


'Hah, kapan berhenti nya sih, kaya di ruda paksa aja'


Gerutu Rindi, tak sadar bibir nya mengerucut namun Andra segera ******* bibir manis istri nya itu.


"Aku cape mas"


Kembali Rindi mengutarakan isi hati nya. Tak mendengar atau pun lelaki itu sedang melayangkan puncak pergulatan mereka yang terakhir.


"Iya"


Akhir nya Andra menjawab, dan setelah nya lelaki itu menjabat tongkat ajaib nya lantas turun dari tubuh polos Rindi.


"Kita mandi ya?"


"Aku cape, aku ingin tidur lelah mas"


"Aku gendong, kotor loh gak mandi"


"Terserah"


Padahal Rindi sudah lelah namun Andra memandikan nya dengan cepat.


"Bagaimana?"


Andra tersenyum sembari mengeringkan rambut istri nya. Andra ******* bibir istri nya, dengan cepat Rindi menahan dada Andra.


"Aku cape mas, aku ingin istirahat"


"Iya"


Rindi segera berlalu menuju ranjang nya memandang ranjang empuk nya hingga tak sadar ada setetes air dan terpeleset.


BUUKK....


Rindi terjatuh keatas ranjang karena Andra menarik tubuh Rindi yang akan terjatuh ke lantai. Kembali tubuh Andra menindih tubuh istri nya.


"Mas aku mau tidur"


Namun Andra terdiam memajukan wajah nya dan akan mendaratkan bibir nya ke bibir manis istri nya kembali.


Andra mengkerutkan kening nya.


"Minggir mas"


Rindi ingin menyingkirkan tubuh Andra yang menindih nya namun tak mampu karena lemas.


"Mas ihh"


Andra menghela nafas lalu dia bangun, segera Rindi naik keatas ranjang lantas menyelimuti diri nya. Tak berapa lama lalu langsung terlelap.


"Cape sekali ya sayang, pada hal mas masih kangen"


Andra mengelus pipi istri nya masih berharap nambah jatah rupa nya.


"Mas berisik ih, aku mau tidur, sana ngobrol sama Daddy aja"


"Iya sayang"


Andra menyerah lalu ikut berbaring di sebelah istri nya.


Daddy Rei datang lantas melihat rumah nampak sepi.


"Bik"


"Iya tuan"


"Kemana Arvin dan istri nya?"


"Dari tuan ke kantor mereka di kamar tuan"


Daddy Rei terkejut, dia mengira anak tunggal dan istri nya sudah pulang karena anak itu tidak akan betah tinggal bersama nya.


"Yakin bik?"


Sang bibik mengangguk.


"Mereka belum pulang?"


"Belum maka nya bibik masak banyak tuan"


Daddy Rei mengangguk lantas segera menuju kamar nya untuk mandi. Jam 8 malam adalah jam makan malam, Rei bergegas pergi ke meja makan takut anak dan menantu nya menunggu. Namun sepi juga hanya pelayan yang mondar-mandi disana.


"Apa Arvin dan istri nya sudah pulang bik?"


"Mereka belum keluar kamar tuan"


"Ketuk kamar nya tiga kali, suruh turun buat makan malam kalau tidak menyahut ya sudah jangan di ganggu"


Perintah Daddy Rei.


"Baik tuan"


Jawab pelayan itu lantas bergegas menuju kamar putra tuan rumah itu.


Sementara Andra dan Rindi masih nyenyak tidur dikamar mereka di lantai 2 itu.


Tok...tok....


Pintu kamar mereka diketuk beberapa kali, hingga Rindi terganggu.


"Siapa?"


"Saya nyonya muda"


"Sebentar....."


Rindi bangun meski agak nyeri di pangkal paha nya.


KLEAK....


Pintu kamar Rindi buka menampilkan seorang pelayan yang tersenyum kearah nya.


"Maaf mengganggu nyonya muda, tuan besar menyuruh untuk tuan muda dan nyonya muda agar turun untuk makan malam, tuan sudah menunggu"


"Baik bik, saya segera turun ke bawah"


"Baik nyonya muda"


Pelayan tadi segera berpamitan untuk kembali ke ruang makan. Rindi berlari menuju ranjang, dia menggoyang lengan suami nya yang masih pulas.


"Hem......."


"Bangun, kita di tunggu Daddy makan malam, mas"


"Ya biarin aja sih yang"


"Gak enak mas, bangun yuk, makan malam bareng Daddy lalu lanjut tidur lagi"


"Cape yang ih"


"Makan malam doang kok cape, aku aja nggak kok"


"Kamu kan terima enak, aku yang kerja tadi tuh yang"


"Ya udah ayo sih makan malam dulu"


"Nambah ayo"


"Nambah apa?"


"Nambah jatah, kalau gak mau ya udah kita tidak akan turun makan malam"


"Ya udah iya, ayok turun"


Andra semangat turun dari ranjang, cuci muka lantas gosok gigi. Rindi hanya diam saja, dia hanya menyetujui untuk sementara gampang lah nanti cari cara buat menghindari tambahan jatah itu.


BERSAMBUNG.