TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.24


Apartment Aksa, Cinta sudah terbangun, gadis cantik itu menyiapkan pakaian kerja suaminya yang masih terlelap pada hal ini masih jam 5 pagi. Cinta segera turun , membuat roti bakar, telur mata sapi, sosis, menyiangi selada, mengiris tomat juga menyediakan saus.


"Aku harus cepat nih membuat sandwich nya"


Cinta mencoba membuat sandwich dengan keahlian dari berselancar didunia internet.


"Semoga rasanya enak"


Ucap nya setelah menambahkan sedikit saus tomat kedalam sandwich.


Cinta menaiki anak tangga, memasuki kamar mereka dilantai 2, terdengar suara gemericik air didalam kamar mandi.


"Si om seperti nya sedang mandi"


Cinta menunggu duduk dipinggir ranjang sambil membawa pakaian ganti nya untuk ke kampus.


Klek.


Pintu kamar mandi terbuka lebar, Aksa keluar dengan hanya melilitkan handuk di pinggang nya. Cinta melihat tubuh lelaki nya yang sangat kekar, berotot juga dada nya yang bidang.


"Kalau sudah puas lihat tubuh ku ini, segera mandi"


Cinta segera menutup mulutnya, lalu pergi ke kamar mandi.


Aksa tersenyum geli melihat wajah istri gadis nya, imut dan cantik sekali.


Cinta keluar dari kamar mandi dengan kemeja rapih dipadu celana jeans hitam nya.


"Sayang tolong pasangkan dasi ku!"


Cinta mendekat, sedang Aksara menundukan bahu nya agar sejajar dengan istrinya. Terlihat wajah Cinta yang segar, cantik juga wangi, bibir nya yang segar seperti buah plum. Cinta tidak memperhatikan gerakan lambat Aksa dia hanya fokus pada dasi suami tua nya.


Cup.


Mendarat dibibir Cinta, Cinta melotot.


'Dasar suami tua, main sosor aja'


Gerutu Cinta.


"Kenapa kok manyun"


Cinta hanya berlalu menuju lantai bawah, Aksa mengikuti istri nya dari belakang sedangkan jas nya disampirkan ditangan kiri nya.


Aksa menarik kursi untuk istrinya duduk.


"Makasih om"


'Masih juga panggil om'


Gerutu Aksa.


Aksa melihat sandwich didepan nya, dengan segera melahap sandwich nya. Rasanya lumayan karena isian sandwich hanya itu itu saja.


"Bagaimana?"


"Lumayan"


Cinta tersenyum.


"Diminum om kopinya"


Aksa mengangguk, lalu sedikit meminum kopinya. Kopi yang dibuatkan istrinya berbeda, wangi tidak terlalu manis atau pahit.


"Kopi nya enak sayang, makasih ya"


Cinta mengangguk, dengan senang nya.


"Om"


"Hem"


"Aku bisa tidak berangkat ke kampus sendiri?"


Lirih Cinta, seketika Aksa menoleh pada gadis disebelahnya yang sedang menunduk memainkan jari jemarinya. Terlihat cincin melingkar di jari tengah nya terlihat cantik dan pas dengan pemiliknya.


"Boleh tapi......."


"Apa syaratnya?"


Aksa tersenyum rupanya gadis nya ini sudah hapal akan satu tindakannya.


"Jangan berdekatan dengan lelaki mana pun, ingat status mu adalah istri ku, aku mengijinkan mu berkuliah karena aku tidak mau mengekang mu, tapi disamping itu juga aku membutuhkan mu sebagai istri ku, jangan coba coba untuk lari dari status mu, oke"


"Siap bos"


"Pulang nya aky jemput"


"Anterin ke tempat les ya"


"Baik lah, ini kartu bus milik ku, gunakan dulu nanti 3 hari kedepan baru ku daftarkan untuk memilikinya"


"Baik, terimakasih om"


Aksa mengangguk, lalu mereka pergi bersama, Aksa menurunkan Cinta di halte bus.


"Hati hati ya"


Cinta mengangguk lantas melambaikan tangannya.


Aksa sampai dikantor nya, melihat semua sudah datang dan menempati ruangan mereka masing masing. Setelah makan siang, Aksa berniat menjemput Cinta, namun ada panggilan masuk.


Drrttt....ddrrtt.


Ponsel pintar Aksa berdering, dilihatnya nama pemanggil. Meskipun malas tetapi Aksa tidak mungkin mengabaikan panggilan itu.


"Sedang dimana?"


"Masih dikantor mom"


"Nanti malam pulang ke rumah ya"


"Iya"


Sambungan dimatikan, bukan permintaan namun sebuah perintah dari mommy tercinta nya.


"Melki kesini"


Aksa memanggil salah satu asistennya itu.


"Saya bos"


"Jemput Cinta dikampus, pakai mobil ku"


"Baik bos"


"Antarkan dia pulang, lalu awasi apartment saya"


"Baik bos"


Melki keluar, Aksa memijit pangkal hidung nya. Kepala nya sedikit berdenyut, namun dia harus pergi ke mension.


Cinta sudah menunggu didepan kampus.


"Kemana si om, kata nya mau jemput! nanti telat loh les masak nya"


Gerutu Cinta seorang diri.


"Cinta"


"Miss Karenina"


"Mau pulang ya?"


"Iya miss"


"Bareng aja yuk?"


"Terimakasih miss, saya menunggu jemputan"


"Kalau lama, kan lebih baik bareng saya"


"Tidak usah miss saya mau ke tempat lain soal nya"


"Oh baik lah, saya duluan"


"Hati hati miss"


Karenina memperhatikan sekitar, lalu tersenyum karena objek yang dia cari sudah ditemukan.


"Pak tunggu di belokan ya"


Si supir mengangguk, dosen muda, cantik dan berbakat itu menunggu jawaban atas pertanyaannya.


'Aku yakin dengan penglihatan ku dihotel milik Aksa'


Gumamnya sambil tersenyum devil, si supir juga sampai bergidik melihat senyum nona nya.


Ya Karenina kemarin sore berniat menyambangi apartment milik Wicaksara seorang konglomerat muda itu. Dia sudah mencari tahu jika Aksara kerap tinggal dan juga bermalam di apartment mewah yang dibangunnya sendiri.


"Pak antar saya ke lokasi ini!"


"Baik nona"


Karenina dengan diantar supir melaju ketempat yang ditunjukan kepada si supir, Karenina juga membawa beberapa makanan yang kerap kali disukai oleh para pria lajang.


'Kalau dia tidak mau mendekat, maka aku harus memulainya sendiri'


Ucap Karenina dalam hati.


Dengan percaya diri Karenina memarkir mobilnya, namun sebelum dia turun, lelaki itu mendahuluinya.


'Pucuk dicinta, ulam pun tiba, kebetulan sekali aku bertemu diparkiran'


Gumam Karenina dengan senyum manis nya segera membenahi tampilannya.


Bergegas turun tapi lelaki itu memutar ke sisi lain mobilnya dan turunlah seorang gadis muda.


'Tunggu siapa gadis itu?'


Mata Karenina terbelalak melihat siapa gadis muda itu, ya dialah Cinta, mahasiswi yang paling cerdas di kampusnya tempat mengajar.


'Anak itu, tidak ku sangka, dia cerdas tapi lumayan juga backingan nya, mampu menarik pesona seorang Wicaksara'


Karenina tersenyum smirk, sudah banyak siasat untuk menyingkirkan gadis cantik itu.


'Aksara hanya milik ku'


Sambil meremas hadiah yang dibawanya hingga berantakan. Karenina memperhatikan mereka dalam diam


Mereka saling bergandengan dengan mesra, Karenina sempat memotret beberapa kemesraan yang dipamerkan mereka dari belakang. Emosi Karenina memuncak, namun dia tidak boleh gegabah dan harus menyingkirkan musuh nya dengan cara sehalus mungkin.


Melki yang tadi hendak menyambangi istri bos nya, dia urungkan sejenak karena melihat mobil keluarga Aryandy.


'Wanita licik itu, tidak mungkin ramah pada seseorang, aku curiga dia sudah tahu siapa Cinta sebenarnya'


Gumam Melki, tanpa menunggu lama mengirimkan kode pada bos nya.


"Nona"


Cinta menengok lalu tersenyum.


"Saya disuruh bos untuk menjemput dan menunggui nona ke tempat les, mari ikut saya"


Cinta dengan segera mengikuti salah satu asisten dari suami tua nya.


"Nona duduk lah dibelakang, saya hanya supir"


Cinta mengangguk.


"Nona tolong jangan dekat dengan siapa pun atau mengira setiap orang itu baik pada kita"


"Baik lah"


BERSAMBUNG.