TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.125


Semua orang menoleh kearah suara yang menghampiri mereka, terlihat pria berjubah mendekat. Riana agak kaget, dikira nya lelaki itu adalah komplotan Herdan.


"Hei, apa orang itu komplotan si bocah Sanunjaya itu?"


"Dia paman ku"


Riana melotot kearah Rei, namun Rei hanya bersikap datar saja.


"Maaf semua nya ada apa ini?"


Herdan dibuat setengah jijik dengan topeng hitam yang dikenakan pria berjubah ini.


"Tak apa, aku hanya mau mengembalikan dompet gadis itu"


Tunjuk nya pada Riana.


"Hah! hanya kau karena dompet kau mengejar ku seperti maling, sial"


"Jangan berkata sial di hadapan ku, awas kalau lain kali kita bertemu"


Rei menatap tajam kearah Herdan yang dengan santai melenggang pergi.


"Lelaki berjubah itu seperti nya nampak angker"


Ucap Herdan sambil berlalu.


"Hai terimakasih ya"


"Hem"


"Kenapa kau ada di tempat ini?"


"Maaf aku sibuk"


Rei pergi meninggalkan gadis cerewet itu, dia masih mau menghapal lokasi tempat yang di berikan kakek nya.


"Aku lelah, aku kembali saja"


Belum sempat Riana pergi namun mereka berbicara sambil berjalan.


"Tuan dia anak dari keluarga Alkatiri bukan?"


"Ku rasa begitu paman, kenapa?"


"Tidak hanya bertanya saja"


"Paman pasti mengenal mereka Karen paman dan kakek juga pernah tinggal disini"


Riana masih memandangi kedua lelaki beda generasi itu.


'Oh iya aku juga masih memegang kartu nama nya, sebaik nya tanya ke papah saja'


Riana berlari kecil menuju tempat dimana keluarga nya berada.


"Nah enak ya sudah siap semua baru kembali"


Riana melewatkan makan siang, namun sekarang acara mau di mulai memanggang seafood yang mereka pesan atas permintaan nya.


"Yang mau kemari siapa? yang repot siapa?"


Raksa nampak mengeluh, Karen dia melewatkan tontonan kesukaan nya juga pekerjaan yang makin menumpuk.


"Benar sekali"


Rieka balik menimpali, sedangkan Damian hanya tersenyum saja melihat kecemberutan Rieka. Riana berlalu menuju ke gazebo bunga yang mana disana ada sang papah.


'Kebetulan ada papah!'


Riana mendekat dan bergelayut manja di tangan sang papah.


Sang papah melirik putri cantik nya lantas tersenyum manis.


"Maaf sayang, kita tidak bisa menyebrang ke lahan bisnis pariwisata"


Riana pura-pura cemberut.


"Tapi Riana suka"


"Minta lah yang lain?"


"Apa tidak bisa di beli pah?"


Papah Aksa tersenyum mengelus rambut gadis kecil nya, menghela nafas sebentar sebelum menjawab.


"Resort ini juga termasuk di miliki kalangan keluarga dari kalangan yang sama dengan kita"


Riana tersenyum gadis licik itu, mulai menata pertanyaan di otak kecil nya.


"Oh ya, masih ada keluarga yang bisa bersaing dengan keluarga kita pah?"


"Tentu, selain sepupu mu dari keluarga Dimitri juga ada keluarga Aryandy"


Deg.......


Aryandy nama belakang yang tersemat di nama pemuda yang memiliki paras wajah yang sama dengan sang papah.


"Selain dari ketiga keluarga ini masih ada keluarga pratamajaya, sanunjaya, juga Ardana, meski dibawah keluarga kami bertiga namun mereka juga memiliki kekayaan yang fantastis"


"Lalu dimana semua keturunan dari keluarga mereka?"


"Entah lah, karena keluarga kita pindah ke negara M"


"Jadi Herdan Sanunjaya itu termasuk orang kaya di negara Z ini pah?"


"Tidak, tapi hanya bocah itu yang menampakan diri nya, karena Pratamajaya yang keponakan dari tuan Aryandy sudah meninggal 10 tahun lalu dan putri nya tidak ada kabar"


"Tuan Herdan menjadi walikota ada anak lelaki nya, kau bisa melihat keluarga kita dan para sepupu mu bukan?"


Riana mengangguk dengan pasti.


"Lantas bagaimana dengan keluarga Aryandy?"


"Keluarga itu berkaitan erat dengan keluarga kita"


"Apa kita bersaudara juga?"


"Tidak, tapi opah yang bersahabat baik dengan om Aryandy, pada dasar nya dia memiliki keturunan tapi entah mengapa semua menghilang dan dia mengangkat seorang anak Karenina Aryandy yang seharusnya menjadi istri dari papah"


"Maksud papah?"


Riana tentu kaget dengan penuturan sang papah.


"Sejak kecil papah di jodohkan dengan putri dari keluarga Aryandy, tapi papah sudah lebih dulu menikahi mamah mu, Oma awal nya tidak setuju"


Aksara menceritakan semua pengalaman hidup suka dan derita nya bersama istri nya dan mamah dari ke lima anak nya.


"Setelah kita pindah diketahui kabar bahwa selama ini tuan Aryandy disekap putri angkat nya, di siksa juga di buang ke hutan"


"Lalu bagaimana nasib mereka?"


"Entah lah, tapi semua perusahaan dan resort masih dikelola dengan baik"


Riana mengangguk dengan pasti semua cerita dari papah nya. Dan sudah pasti dia simpulkan, jika tuan Aryandy tidak memiliki keturunan maka siapa bocah lelaki yang berwajah bak pinang dibelah dua dengan sang papah.


BERSAMBUNG.