
William, Lisa dan Rindi menuju taman yang berada di halaman rumah sakit.
"Mau camilan makan atau buah?"
Tanya William lembut pada sang istri.
"Aku ingin makan semua yang asem dan manis"
William segera memesan makanan, buah dan camilan khusu ibu hamil, sehat, fresh dan memenuhi gizi ibu hamil.
Rindi duduk di bangku sedangkan Lisa duduk di kursi roda.
"Lihat kak, nanti anak-anak kalian akan seperti mereka yang ceria"
"Dan pasti nya nakal"
Sahut Lisa kemudian mereka berdua sama-sama tertawa.
"Jangan sedih lagi, maaf ya Arin kakak yang membuat mu menjadi seperti ini"
Rindi menggelengkan kepala nya lantas tertunduk.
"Maaf ya"
"Bukan kakak yang salah tapi memang kejadian nya seperti itu, jangan menyalahkan diri sendiri"
Ucap Rindi mengelus tangan sang kakak.
Tak berapa lama makanan yang William pesan itu sudah datang.
"Sayang ini makanan nya, ayo dimakan"
William membuka wadah makanan yang dikemas dengan rapih dan cantik itu.
Ada buah yang sudah di potong, makanan yang bau nya harum dan camilan yang diletakkan di botol-botol kecil dan imut.
"Mas ini imut sekali?"
"Iya, aku sengaja membeli nya, lihat dari rekomendasi teman-teman ku yang istri nya ngidam, rewel, ngambek atau pun suka aneh-aneh"
"Oh ya, apa mereka semua hamil?"
"Tentu kan mereka kadang hamil yang kedua, hamil kembar atau pun hamil yang aneh"
Lisa dan Rindi hanya menyimak penjelasan dari William itu.
"Ayo dimakan"
Lisa pun memakan makanan lengkap di wadah kecil kelinci.
"Mas imut sekali"
"Kau suka mas akan pesankan full 7 hari dengan menu berbeda, kau juga bebas bisa mengganti menu sesuka nya"
"Sungguh?"
William mengangguk, memeluk dan mengelus rambut kepala milik istri nya dengan sayang.
Rindi tersenyum, karena kakak nya sangat bahagia menikah dengan suami nya ini.
"Terimakasih mas"
"Sama-sama sayang"
Mereka menikmati makanan, buah serta camilan sambil menikmati semilir nya angin di sore hari.
Roy, Novan dan Anita masih berada di mansion keluarga Mid. Mereka menjaga Carmen yang kini dimasukkan ke dalam sel yang di lapisi kaca mirip dengan kandang.
"Lepasss!"
Carmen masih dengan brutal berteriak, meski sudah dimandikan dan dipakaikan baju.
"Kalian akan menyesal telah memenjarakan ku, lepasss!"
Namun mereka yang ada disana hanya diam tanpa merespon apa pun.
"Roy...!"
Lirih wanita itu mengiba pada Roy, sengaja ruangan itu tak kedap suara agar jeritan wanita itu terdengar.
Roy tak bergeming sama sekali meski pun diri nya pernah bersama wanita itu namun bukan muka Carmen tapi Rose pacar nya yang penurut.
"Ha.....ha......!"
Carmen wanita itu tertawa terbahak setelah memandang Roy.
"Roy tolong aku........!"
Roy masih diam, Anita dan Novan memperhatikan wajah datar Roy.
"Untuk apa aku menolong mu, siapa kau bagi ku?"
Ucap Roy, Carmen mendekat mengelus wajah Roy yang terhalang kaca.
"Disini panas Roy, aku haus, aku lapar sekali"
Ucap nya seraya memegangi perut.
"Kau iblis wanita, tak pantas kau mendapat kasihan"
Ucap Anita dengan sinis pada kekasih Roy itu.
Namun Carmen diam saja, lantas masih menatap pada Roy dengan tatapan iba dan kasihan berharap Roy mau memberi nya minuman.
Benar saja Roy memberikan sebotol air dingin itu.
Dengan cepat Carmen memungut nya membuka tutup botol itu lalau menenggak nya hingga habis.
"Heh, rupa nya kau masih butuh minum juga wanita iblis"
Cibir Anita.
"Bagaimana dia?"
Ucap ayah Andreas yang baru datang.
"Dia barusan diberi minum"
Ucap Novan.
"Tidak apa, profesor Andalas bilang jika wanita itu belum mengkonsumsi penawar nya maka dia akan keriput seperti umur 60 tahun"
Mereka yang hadir nampak kaget.
"Kalau dia keriput maka kalian buang di gurun besar"
"Baik tuan Andreas"
"Jangan beri makan sampai besok sore"
"Baik"
Carmen yang mendengar itu terkejut, dia tidak ingin keriput kenapa orang suruhan nya tak menjabarkan efek samping dari obat itu.
"Selamat menunggu penuaan dini nona peot"
Ucap Anita dia bergegas pergi dari ruangan penjara itu, hari sudah malam mereka ingin makan malam dan istirahat sebentar.
"Aku mau bebersih duluan ya"
Novan dan Roy mengangguk, dia memanggil beberapa bodyguard lagi untuk ikut menjaga tawanan mereka saat ini.
"Kalian jaga wanita ini, jangan termakan oleh tipuan nya, dia itu iblis wanita"
Ucap Novan seraya bergegas pergi setelah Roy lebih dulu pergi.
"Roy jangan pergi Roy"
Tak mereka hiraukan ucapan, teriakan bahkan ruangan itu juga.
Ruangan yang menjadi tempat Carmen di sekap sekarang perlahan berubah dingin karena sudah malam.
Awal nya Carmen sangat senang karena dingin namun dugaan nya salah, kamar itu suhu nya semakin dingin hingga bersalju.
"Hey......hey, aku kedinginan"
Ucap nya pada bodyguard yang sering bersama nya dan Roy.
"Kenapa nona?"
Karena telinga mereka hampir pecah mendengar teriakan juga bahkan perkataan Carmen hingga mereka menyapa wanita gila itu.
"Tolong Carikan selimut untuk ku, aku kedinginan sekali ini"
"Maaf nona sekarang pelayanan hotel ditiadakan"
"Kok kalian begitu bukan kah beberapa hari lalu saya masih menjadi majikan mu"
"Majikan kami tuan Roy bukan anda"
"Cepat bilang ke Roy aku kedinginan aku butuh selimut hangat, lihat bibir ku kedinginan"
"Ha...ha....ha"
Para bodyguard hanya tertawa saja tanpa ingin melaksanakan ucapan wanita itu.
"SIAL!"
Umpat Carmen lalu menendang tembok yang dilapisi besi itu hingga gemeretuk kaki nya terdengar yang menendang tembok itu.
"Dia wanita aneh, sudah gila rupa nya dia"
Ucap salah satu nya itu, mereka segera menyalakan peredam suara, meski Carmen berteriak atau meledakkan bom pun tak ada yang akan peduli.
"Kita bergilir istirahat saja"
"Baik bos"
Ucap Salah seorang anak buah nya, senagaja Roy, Novan dan Anita segera beristirahat mereka juga memerintahkan para bodyguard untuk mengaktifkan peredam suara dan beristirahat.
Pagi pun menjelang, nampak Roy sedang menikmati sandwich daging dan susu segar nya di pagi hari.
"Tumben nih sarapan, biasa nya di kamar terus"
Ucap Novan sengaja menyindir asisten pribadi dan kepercayaan tuan besar dan tuan muda mereka.
Roy hanya melirik nya tak minat pada lelaki muda itu lantas menarik sandwich satu nya ke piring nya.
"Loh bukan nya itu punya ku bos?"
"Kau tak butuh sarapan kau sudah full energi"
Novan melongo, dia menyendok nasi goreng dengan ceplok telor, sosis dan udang.
"Maka nya jangan suka nyindir, ngeyel sih"
Novan hanya mendengus kesal karena hanya kebagian nasi goreng sedangkan lelaki itu penyuka sandwich. Anita terkikik geli melihat Novan pagi ini.
BERSAMBUNG.