TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.86


Kini Aksara pergi membawa Cinta untuk menjenguk sang mommy yang masih dalam keadaan koma. Dokter sudah menjelaskan jika mommy Diah selamat kemungkinan hanya bisa berbaring saja. Karena pada dasar nya saat jatuh tulang mommy membentur pembatas tangga. Dokter juga mendiagnosis jika mommy Diah akan lumpuh total.


"Dad"


Aksara menyentuh bahu sang Daddy setelah membawa istri nya duduk di tepi ranjang mommy Diah. Daddy Ditya nampak rapuh, pandangan nya kosong menatap lurus ke depan di balkon rumah sakit. Daddy Ditya menengok, dia mendengar suara putra tunggal nya.


"Kau disini? jaga lah istri mu, Daddy akan menjaga istri Daddy"


"Istri mu adalah mommy ku, dad,"


"Rayz"


"Iya dad"


"Daddy sangat mencintai mommy mu, berdoa lah untuk kesembuhan nya"


"Pasti dad"


Sang Daddy tersenyum menepuk bahu Aksara dengan pelan.


"Dad, jangan sedih, jika Daddy rapuh Aksa lebih rapuh"


Daddy Ditya mengangguk.


"Ayo kita sarapan bersama, dad!"


"Baik lah"


Mereka berdua masuk, sedangkan Cinta dengan telaten menghidangkan makanan di meja dengan sofa tunggal itu. Daddy Ditya membawa sepiring nasi goreng milik nya mendekati ranjang dimana mommy terbaring koma.


"Mom, ayo bangun kita sarapan, mommy sakit jadi Daddy sarapan nya beli restoran langganan kita"


Daddy memegang erat jari jemari mommy, Daddy merasakan sedikit gerakan.


"Rayz mommy mu bergerak"


"Aksa panggil dokter, dad"


Dengan segera Aksara berlari ke depan agar di panggilkan dokter yang menangani sang mommy. Tak berapa lama dokter datang dengan beberapa perawat lantas memeriksa tubuh mommy Diah.


"Tidak ada kemajuan pak, semua nya normal, mungkin karena terangsang sesuatu makanya menciptakan gerakan"


"Saya berbicara pada istri saja tentang sarapan ini dok"


"Itu bagus pak, terus ajak bicara pasien, mungkin bisa segera sadar"


"Baik dok, terimakasih"


Dokter pun berlalu, Daddy Ditya kembali duduk ditepi ranjang istri nya itu.


Aksara tentu memperhatikan itu.


"Tuan"


"Daddy tidak akan ada masalah"


"Ayo makan buah segar ini"


Aksara menyuapkan buah-buahan segar itu lantas memakan nya sendiri pula.


Drrtt....ddrrttt.


"Aku angkat ponsel dulu ya sayang"


Cinta mengangguk dengan cepat. Sementara Aksara pergi ke balkon untuk berbicara dengan penelpon tersebut.


"Katakan?"


"Saya sudah menyelidiki semua nya bos"


"Lantas"


"Semua bersih, tapi......"


"Apa?"


"Saya menemukan kamera yang kita pasang tanpa sepengetahuan orang rumah kita mendapatkan bukti-bukti kasus besar"


"Baik lah, kau boleh kemari"


"Baik bos"


Aksara segera mendatangi istri nya kembali melanjutkan acara makan buah nya.


"Sudah, aku sudah kenyang"


"Baik lah"


Aksara menyimpan potongan buah itu kembali ke dalam lemari pendingin.


"Melki"


"Saya tuan"


"Jaga istri ku dan juga anak-anak ku"


"Baik"


"Aku akan pergi sebentar"


Aksara segera bergegas menuju cafe untuk menemui Dino, mereka memesan ruang VVIP untuk berbicara secara mendetail.


"Katakan"


"Lihat bos"


Dino memperlihatkan hasil cctv kecil yang disematkan suatu barang, hingga tidak ada yang melihat nya. Aksara dengan seksama meneliti kejadian itu.


"Kita bisa lapor polisi bos"


"Tidak"


"kenapa bos?"


"Aku ingin melihat siapa dalang yang bersembunyi di belakang nya"


"Baik lah bos"


Dino segera menyimpan file bukti itu dengan rapih. Juga di bagi ke beberapa flash disk agar tidak hilang.


BERSAMBUNG.