TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.115


Sejak pulang dari negara Z seminggu yang lalu, Aksara selalu murung bahkan menyisakan tanda tanya pada anak-anak nya. Seperti hal nya malam ini, dia lembur kembali sampai tengah malam.


Klek.


Aksara membuka pintu utama rumah yang sudah 18 tahun mereka tinggali. Wajah lelah nampak membekas di wajah yang menginjak paruh baya itu.


"Pah"


"Mah, belum tidur?"


"Bagaimana mamah bisa tidur pah"


"Papah kan sibuk sayang"


"Apa boleh aku bertanya?"


"Iya"


"Sejak dari negara Z papah berubah, kenapa?"


Aksara terdiam sejenak, menghela nafas perlahan.


"Mandilah dulu, besok hari libur"


"Iya"


Cinta mencoba membaringkan tubuh nya di ranjang, sedangkan dia menanti Aksara suaminya selesai mandi.


Klek.


Setelah 20 menit, Aksara membuka pintu kamar mandi, lantas sudah memakai piyama tidur nya, lelaki itu pergi ke balkon menatap bintang yang ada di langit.


Cinta memandang pundak tegap itu yang piyama nya diterpa angin malam. Cinta menghampiri suami nya.


Memeluk sang suami di balkon kamar, wajah tampan suami nya sedang menatap bintang. Itu lah jika Aksara punya sesuatu masalah yang sulit untuk di bicarakan dengan nya.


"Ada apa di bintang itu?"


"Tidak ada hanya memandang nya saja"


"Byy, kita sudah menikah 22 tahun, kita sudah mengalami begitu banyak kesulitan untuk memiliki semua kebahagiaan termasuk dengan memiliki ke lima anak kita"


Ucap Cinta lirih, Aksara hanya diam.


"Katakan lah, Cinta siap mendengar apa pun itu"


Aksara hany menarik nafas dalam, seolah begitu berat.


"Apa kau percaya keajaiban"


Cinta terdiam memeluk sang suami dari belakang.


"Aku ingin keajaiban itu, jujur byy menginginkan putra bungsu kita baik saja, dan kembali kepada kita"


Deg.....deg.....deg.


Jantung Cinta berpacu dengan cepat, dan air mata nya mengalir namun Cinta tidak bersuara.


"Bohong, kalau byy tidak menangis kehilangan dia sayang"


Ucap Aksara terhenti.


"Selama 18 tahun byy tak henti berdoa pada Tuhan, agar dia baik-baik saja seperti apa pun hidup nya di luar sana"


Aksara sudah tidak kuat menanggung beban sejak pertemuan dengan penyelamat dompet nya di Resto milik klien nya di negara Z.


Mereka sepasang suami istri itu saling berpelukan, sementara satu sosok sudah menangis di kamar sebelah karena tak sengaja mendengar kedua orang tua nya bersedih.


'Apa adik bungsu ku masih hidup?'


Gumam Andriana atau kerap di sebut Riana itu, anak keempat dari pasangan Aksara dan Cinta.


'Apa yang sudah terjadi? apa papah sudah bertemu adik bungsu ku?'


Gumam nya.


Gadis 18 tahun itu kembali mendengarkan kedua orang tua nya yang sedang bercerita di dini hari itu.


"Pah, mamah juga mau ke negara Z, untuk membuka butik disana, dan Minggu depan akan ada fashion show di negara itu"


"Loh bukan nya setiap tahun akan diadakan di negara B ya, mah"


"Tidak kali ini kita akan berputar, kebetulan mamah juga sudah membuka cabang disana"


"Baik lah sayang, bawa asisten dan beberapa pengawal ya"


"Siap bos"


Percakapan mereka terhenti dan lanjut untuk tidur.


'Aku harus ikut mamah ke negara Z, untung saja aku sekolah tentang model juga jadi mamah tidak akan curiga'


Ucap gadis cerdik itu.


'Apa aku ajak kak Rieka juga, ah tapi kak Rhieka itu lelet, dia tidak bisa bela diri, memanah, atau menembak, hanya kak Raksa dan itu big no'


Riana mondar-mandir, memutar otak nya.


'Sudah lah, biar aku saja sendiri kesana sekalian menemani mamah, lagi pula pasti kak Rieka ikut, secara dia kan model'


Gadis yang suka begadang dan selalu sembunyi-sembunyi belajar beladiri itu kini merebahkan diri nya, bersiap untuk tidur.


BERSAMBUNG.