TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.65


Tak berapa lama Dino datang dengan 2 mobil memasuki pekarangan rumah sederhana nan mungil itu. Perumahan itu milik Aksara juga, lelaki itu memiliki properti dimana-mana.


"Tuan sudah menunggu?"


"Dimana bos?"


"Di dalam, ayo"


Dino segera memasuki rumah sederhana dengan kamar 3 itu. Dino datang membawa 10 orang diantara nya penghulu, nasib, 3 saksi juga perias dan penata busana.


"Ayo cepat kalian dandani dan rias wanita yang bersama tuan!"


"Baik"


3 orang penata ruang dan 2 orang yang mendandani Cinta segera bergegas, karena waktu mereka hanya 30 menit. Mereka berlima membawa Cinta untuk memasuki kamar paling depan, dan bersiap untuk membuat nikah dadakan itu sesempurna mungkin.


"Nah sudah selesai"


Kata salah satu penata rias itu.


"Ayo ganti baju mu nyonya, disini aja losion badan, parfum juga deodorant"


Ucap nya sambil membawa tubuh langsing Cinta serta membantu memakaikan baju pengantin secepat mungkin.


"Nah beres ayo semua keluar"


Tak butuh waktu lama hanya 20 menit sudah bisa mendandani wanita yang sangat Cantik itu. kelima penata rias itu juga hadir menjadi tamu, prosesi pernikahan pun dilakukan dengan khidmat dan sakral.


'Memang pernikahan kita tidak pernah diadakan secara mewah ya byy'


Gumam Cinta dalam benak nya.


Karena pernikahannya dulu dengan om tua ini hanya ke KUA saja, sekarang hanya di rumah sederhana saja.


Baik Dino maupun Melki melihat tatapan sekilas Cinta pada Aksara itu, tatapan yang penuh cinta. Tapi mereka segera membuang prasangka itu karena wanita yang dinikahi bos mereka adalah anak dari Smith lelaki culas yang sudah mencuri dokumen perusahaan mereka.


10 menit hanya dalam 10 menit Cinta kembali dinikahi Aksara. Mereka menjadi sepasang suami istri kembali, Cinta tersenyum haruskah ia bahagia atau kecewa. Merek jg menyantap beberapa hidangan, berfoto, setelah nya mereka segera pergi hanya tertinggal para penjaga di luar rumah dan di pos samping rumah.


"Ayo"


Aksara berjalan lebih dulu memasuki kamar pengantin yang dihias indah.


"Jika aku butuh kau harus melayani ku disini, tapi jika aku tidak butuh maka kamar mu disebelah"


"Baik tuan"


"Bagus, jangan pernah memanggil ku suami dimana pun kita berada, kecuali ketika aku suruh"


"Baik tuan"


"Kau disini, jaga lah rumah ini"


"Baik"


"Keluar lah, aku tidak membutuhkan mu"


"Baik, selamat malam tuan"


"Tunggu, siapa nama mu?"


"Anindy, tuan bisa panggil saya Indy"


Aksara segera melambaikan tangan untuk menyuruh Cinta keluar dari kamar nya. Dia sangat jijik dengan kehadiran si Indy ini, awal nya Aksara mulai tertarik pada gadis ini tapi sejak identitas nya terbongkar memandang gadis itu saja mau muntah rasa nya.


"Hari yang melelahkan!"


Keluh Aksara, setelah mandi lelaki itu keluar ke teras depan, menghirup udara malam.


Drrtt.....ddrrtt.


"Iya bos"


"Selidiki gadis yang baru saja ku nikahi"


"Baik bos"


Sambungan ponsel terputus, Aksara menunggu panggilan dari orang tersebut.


1 jam kemudian ponsel nya kembali berbunyi.


"Ya"


"Bos wanita itu tinggal dengan wanita paruh baya, di jalan xxx no xx"


"Lalu ada info apa lagi?"


"Tidak ada bos"


"Benar, bos"


"Baik lah"


"Tunggu bos, ada yang janggal"


"Apa?"


"Selidiki rumah sakit nya"


"Sudah bos tapi tidak ada keterangan apa pun, hanya kecelakaan dan koma selama 2 tahun"


"Selidiki lagi siapa tahu menemukan kejanggalan"


"Smith bukan lah ayah kandung nya karena sejak kecil tidak pernah tinggal dengan Smith"


"Baik lah, selidiki terus"


"Baik bos, selamat malam"


Tut.


Sambungan Aksa matikan, lantas mendongak ke langit malam yang begitu hitam pekat. Disana tergantung indah bintang.


"Dimana kau sekarang? aku begitu merindukan mu!"


Gumam Aksara.


Cinta mendengar semua itu, dia hanya terdiam. Air mata nya meleleh membelah pipi cantik nya.


"Syukur lah informasinya belum diketahui"


Gumam Cinta pelan.


"Entah bagaimana akhir pernikahan ku yang sekarang ini"


Lanjut nya lirih.


Klek.


Terdengar pintu depan rumah terbuka, Cinta melirik jam sudah pukul 3 pagi.


'Byy jangan seperti ini'


Monolog Cinta dalam hati nya.


Semakin Cinta dekat dengan Aksara semakin dia terluka melihat kondisi Aksara. Cinta tahu sang suami nya selalu mencarinya, namun keadaan saat ini tak memungkinkan untuk mereka bersatu.


Pagi menyapa, Cinta segera mencuci muka, turun ke dapur kalau memasak nasi goreng. Cinta masih ingat si om suaminya itu suka nasi goreng terasi dengan toping sosis, bakso, juga telor ceplok, tidak pedas tapi sedikit asin. 30 menit Cinta memasak jadi lah nasi goreng itu, Cinta segera mandi dengan cepat dan menyiapkan sarapan untuk suaminya.


Sepatu pantofel milik Aksara menuruni tangga, Cinta segera tersenyum.


"Tuan mari sarapan dulu"


Ajak Cinta semangat, Aksa melihat sepiring nasi goreng itu, sama persis seperti buatan Cinta. Aksara terdiam sejenak lantas bergegas melanjutkan langkah nya.


"Tuan, Indy sendiri yang masak, tuan harus sarapan sedikit saja ya"


Tidak di gubris sama sekali.


"Tuan"


Cinta menarik lengan suaminya.


"Aku tidak menyuruh mu membuat sarapan, aku bisa mengurus diri ku, jadi urus lah diri mu sendiri"


Aroma parfum bahkan aroma wangi yang keluar dari mulut Aksara sangat Cinta rindukan.


"Tapi kau harus makan tuan, kalau tidak maag mu akan kambuh"


Aksara menghentikan langkah nya


'Ya ampun aku keceplosan'


Gumam Cinta dalam hati.


Aksara berbalik menghadap istri sirih nya, menatap wanita itu yang sedang menunduk.


"Dari mana kau tahu jika aku memiliki riwayat maag?"


Cinta bingung menjawab nya.


"Sedetail itu kah informasi yang kau dapat?"


Cinta yang sudah membuka mulut nya untuk menjawab harus kembali merapatkan bibir nya.


"Jangan campuri urusan pribadi ku!"


Cinta masih menunduk diam. Sementara Aksara sudah berlalu menuju halaman, mobil hitam mengkilat itu segera melaju.


"Kenapa bisa keceplosan? ah sudah lah sebaiknya aku makan, sisa nya buat makan di kantor saja"


Dengan segera Cinta melahap nasi goreng nya, porsi besar milik suaminya dia masukan dalam bekal untuk makan siang.


"Hari ini sebaiknya ke rumah mamah dulu, ambil motor, aku naik taksi saja"


Cinta menaiki taksi menuju rumah ibu palsu nya untuk ke kantor dengan sepeda motor. Cinta tak pernah tau jika ada 2 kubu yang mengikuti nya. Setelah 1 jam berkendara dengan roda dua skuter matic nya sampailah di perkantoran elit milik Alkatiri. Cinta sudah memakai seragam kerja sebagai OG, 10 menit sebelum jam kerja di mulai Cinta sudah menyetorkan absen pada ketua OG/OB di kantor itu.


BERSAMBUNG.