
Aksara berlari tanpa melihat tempat sekitar dia hanya perduli menemukan sosok cantik yang mungkin saat ini sedang berbalut air mata. Sungguh untuk apa pun dia tidak ingin membuat kecewa raga itu, karena Aksa yakin gadis itu adalah separuh jiwa nya. Aksa tak akan sanggup untuk kehilangan yang lebih tragis dari 10 tahun lalu yang terjadi karena penghianatan.
"Dimana kamu?"
Aksa sangat putus asa.
"Kenapa aku bodoh sekali!"
Menjambak rambutnya sendiri, geram, marah, sekaligus rasa bersalah bercampur menjadi satu dalam diri aksa.
Dia terdiam, mengamati jalanan yang dibalut rintik hujan. Mata Aksara memindai setiap sudut dari tempat itu, matanya menyipit di pos ronda mata nya menyapu sosok yang bersandar itu.
"Cinta"
Ucap Aksara, ketika matanya dengan pasti mengetahui itu sosok sang istri yang tergolek tak berdaya.
Dengan secepat kilat Aksara segera mendekati tubuh yang basah kuyup dengan bibir pucat pasih.
"Kenapa kau pergi?"
Mengusap lembut rambut Cinta yang meneteskan air, di usapnya telapak tangan Cinta, tubuh Cinta juga dengan erat. Aksara segera menelpon taksi langganannya untuk datang. Tak berapa lama taksi datang membawa mereka pulang ke apartment.
Hap.....
Aksara menggendong tubuh Cinta yang meringkuk kadinginan.
"Tahan ya sebentar lagi sampai"
Dengan segera Aksa menuju ke kamar mereka setelah mengunci pintu apartment milik nya. Meletakkan tubuh Cinta, lalu Aksa segera beberes untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Dengan segera Aksa ingin membuka pakaian yang melekat di tubuh Cinta. Tapi tangan nya terhenti di udara ketika hendak membuka baju milik Cinta.
"Nanti kalau sadar bagaimana?"
Aksara segera melihat kearah Cinta yang terbaring dengan tubuh dingin dan bibir nya membiru, dengan segera Aksara membuka pakaian atas milik Cinta disana terpampang tubuh indah milik istrinya. Aksara ingin mengemut bagaimana rasanya menghisap susu murni dari sumber nya.
"Nanti saja dipikirkan alasannya atau penjelasannya"
Ucap Aksara mengambil jalan pintas untuk pertologan pertama yang harus diberikannya pada Cinta, istrinya.
Aksara dengan cepat menggantikan baju Cinta setelah mencoba untuk meredam hasrat nya yang sesaat tadi si jago hitam terbangun tanpa sengaja. Aksara telah selesai dengan acara mengganti pakaian, tapi gadis itu masih menggigil. Dengan segera Aksa naik keatas ranjang, memeluk tubuh mungil yang sedang demam itu.
'Oh good, mengapa so hot ya'
Seakan mendadak panas yang dirasakan tubuh Aksara.
Greppp......
Tangan Cinta meraih tangan milik Aksara. Aksara dibuat terkejut namun dia segera menormalkan tubuh nya, tidak tegang hanya relaxs.
"Dingin, jangan pergi, aku takut"
"Aku selalu disini, bersama mu"
Aksa mengeratkan pelukannya pada tubuh gadis imut, cantik dan mungil itu. Hingga mereka berhadapan, lalu tanpa Aksara sadari bibir gadis itu menyentuh bibir milik nya. Meski pun Aksara diam namun bibir gadis itu merangsek masuk, Aksara langsung menjilati bibir si cantik istrinya itu. Hingga terlihat bengkak namun istrinya belum mau berhenti.
"I love you"
Itu bukan keluar dari bibir Aksara melainkan bibir manis istrinya. Aksa tersenyum bahagia ada jutaan bunga bermekaran di musim dingin.
Tangan istrinya sudah meraba dada bidang Aksara. Oh boleh kah dia menjadi lelaki tangguh yang diagungkan semua lelaki. Boleh kah dia khilaf. Persetan dengan apa pun, untuk saat ini Aksa hanya ingin memilikinya. Dengan atau tanpa sengaja Aksara meremas dua gundukan kenyal, pelan diremas juga dipilin puncak sumber nutrisi utama milik istrinya.
"Eeuunngghhh"
Suara itu berhasil lolos dari mulut Cinta dengan gerakan erotis.
"Hmmptttt............."
Cinta tetus melenguh dengan suara erotis nya. Maka Aksara pun segera memperdalam ciuman nya menjadi ciuman intens lagi menuntut
Aksara melapaskan ciuman nya, memandang gadis yang sudah tanpa benang sehelai pun menutupi tubuhnya, yang sudah berada dibawah tubuhnya. Dengan tak sabar Aksara melepaskan jubah tidur juga celana nya.
'Sejak malam ini kau hanya milik ku, sayang ku, kau tidak akan bisa dan tidak boleh pergi lagi, apa pun alasannya'
Ucap Aksa, meski setelah kejadian buruk hari ini, dia jamin tidak ada yang boleh membuat istrinya terluka.
Aksara segera membuka paha Cinta, perlahan mendekatkan miliknya dan tanpa ancang ancang Aksara melesakkan milik nya.
'Oh, sempit sekali'
Ucap Aksara.
'Letoy amat nih, kok baru masuk setengahnya ternyata?'
Aksa bergumam sambil melihat kebawah sana dimana milik nya ditancapkan kedalam sarang nya.
'Si piton perasaan normal ukurannya, apa bertambah gemuk ya tidur mulu sih, maka nya olah raga atuh ton'
Aksara kembali mendorong milik nya agar menancap sempurna. Sempit hingga dua kali hentakkan baru masuk sempurna.
'Muat juga akhirnya, kirain ga muat mau operasi dimana ya
"Uhhh......."
Lenguh Cinta, merasakan sesuatu memenuhi dirinya yang begitu besar.
"Sakit........"
Merintih meski dalam keadaan kurang sadar.
Cinta hanya mendongakkan kepala nya, membuka bibirnya sambil mencengkram pinggir seprei tempat tidur mereka.
Aksara segera memasukan bibir Cinta kedalam bibir nya, memagut, sedangkan tangan Aksara masih meremas dua benda kenyal yang tumbuh indah di dada istrinnya. Begitu pun dibagian bawah sana, yang terasa hangat dan lembab, Aksara segera menggerakan tubuhnya untuk memulai aksinya. Terus menerus memacu tubuh istrinya, mendapatkan pelepasan berkali kali namun tidak membuat Aksara bosan malah semakin menginginkan nya. Tubuh Cinta juga terhentak hentak sesuai irama yang ditimbulkan oleh Aksa. Memberi kecupan yang begitu banyak di dada, leher bahkan perut. Sudah hampir semalam Aksara menaiki tubuh Cinta, kedua lengan istrinya mengalung dilehernya.
"Cape ya"
Cinta mengangguk, sedangkan Aksara tersenyum bahagia.
"I love you sayang, terimakasih untuk malam ini"
Cinta mengangguk sambil tersenyum memeluk suami nya, namun Aksa masih menenggelamkan piton raksasa milik nya.
"Ternyata kamu senikmat ini sayang"
Ucap Aksara sambil tersenyum memperhatikan wajah cantik istrinya yang baru saja dia jadikan seorang wanita.
"Kau milik ku, kau tidak akan ku biarkan lari, aku berjanji akan melinfungi mu, menjaga hati dari seluruh penyebab keretakan hubungan kita"
Ucap Aksara berjanji pada istrinya, Cinta hanya tersenyum, dia mendengar janji suami nya meski lirih.
Cinta mengeratkan pelukannya semakin masuk kedalam kehangatan dada bidang yang Aksara tawarkan.
Aksa mengecup kening istrinya, sudah tidak demam. Kemudian menyelimuti tubuh polos istrinya itu,begitu pun dirinya tidur dalam satu selimut dan ya mereka sama sama telanjang bulat.
Hai readers, sudah saya kabulkan ya permintaan kalian "MALAM PERTAMA" untuk pasangan ini semoga tidak bosanš¤
BERSAMBUNG.