TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.331


Mereka sudah sampai bandara, tak perlu menunggu, cek bagasi atau yang lain nya karena menggunakan jet milik Daddy Rei.


"Hati-hati nona"


Rindi mengangguk, Anita memegang lengan nya, menjadi wanita yang sedang hamil muda itu.


Novan yang melihat nya tersenyum, begitu lah Anita sangat menyayangi klien nya bukan hanya karena gaji semata.


"Terimakasih An"


"Iya nona"


Rindi berjalan di tengah bersama Anita, sementara paman dan bibik di depan dan yang terakhir ada Novan dan beberapa puluh bodyguard mereka memasuki pesawat yang besar tersebut.


Rindi ketika masuk dalam pesawat itu melirik keseluruh bagian pesawat nampak bersih, rapih dan ada beberapa kamar di belakang.


Kursi sudah tertera nama masing-masing penumpang, begitu pun kamar.


"Bagus banget ya"


"Iya nona ini jet terbaru milik tuan sendiri"


Rindi menoleh.


"Milik suami ku sendiri"


"Benar, maka nya lebih besar, lebih bersih karena baru selesaikan pembuatan nya, kursi penumpang agak banyak dari milik tuan besar"


Rindi tersenyum, pantas tadi ada nama diri nya dan suami yang terpampang di badan pesawat. Ada ucapan ketika baru masuk pesawat.


"Ayo nona saya antar ke kamar nona dan tuan"


Rindi mengangguk dengan cepat, Anita membawa nya menuju kamar. Sementara pesat sudah mulai lepas landas.


"Silahkan nona"


Rindi tersenyum melihat kamar yang sama persis dengan kamar nya di rumah mereka.


"Indah sekali"


Rindi melihat jendela kamar nya bukan balkon dengan hamparan bunga yang cantik tapi terbang di ketinggian dengan ditemani lautan dan diatas nya terdapat gumpalan awan.


Bahkan jika suasana nya sore maka akan menjadi layar berwarna jingga keemasan dan sangat cantik.


Jika malam maka seolah lebih dekat dengan bintang yang tergantung di langit.


Penerbangan udara di tempuh setidak nya 13 jam tapi karena perbedaan waktu yang kentara Rindu hanya terbang 6 jam saja.


Sore nya di negara A, Rindi sudah turun dari pesawat. Bahkan sudah ada mobil yang menunggu mereka untuk memandu ke rumah megah keluarga milik Andra.


"Mari nona, tuan besar dan semua nya ikuti mobil saya"


Yang menjemput tak lain dan tak bukan adalah Roy, lelaki kepercayaan Andra untuk memandu istri bos nya menuju kediaman keluarga Mid.


Nampak 5 mobil berderet membelah jalan raya menuju kediaman lama keluarga Mid. Disana mommy Jasmin dan Daddy Rei sudah menunggu, ayah Andreas dan istri nya serta ibu Amelia sudah berada di halaman.


Sesaat mobil masuk ke halaman yang sangat luas itu, hingga rumah megah nya tidak kelihatan jika di lihat dari gerbang saja.


Ketika Rindi tiba, seorang wanita baya menghampiri nya dengan sebuah tongkat penyanggah. Wanita di usia senja namun sangat cantik jelita, kentara dari wajah nya yang hanya berkerut halus saja.


"Selamat datang sayang"


Meski Andra tidak menunjukkan foto dari Rindi tapi mommy nya itu sangat peka.


Rindi yang di peluk tentu kaget sekali, bukan kah mommy mertua nya belum pernah berkenalan sekali pun.


"Kenapa diam?"


Mommy Jasmin mengelus wajah lelah dari menantu semata wayang nya, karena Andra tidak mungkin memiliki banyak istri.


"Kok mommy tahu, kan kita belum pernah ketemu?"


"Tapi mommy itu ibu kandung lelaki yang menjadi suami mu, tentu tahu selera nya"


"Masa mom"


"Iya dia suka gadis sederhana, cantik alami, dan tentu sangat hangat sikap nya"


Rindi mengangguk membenarkan ucapan mommy mertua nya.


"Hei, kenapa kalian diam, cepat istirahat lalu kembali kerja"


Ucap Roy pada para bodyguard dan Anita serta Novan lelaki tengil itu.


Mereka mengangguk menuruti titah wakil sang raja mereka.


"Tapi mom, mas Avin tidak suka aku loh sebenar nya"


Ucap Rindi, setelah Andra mendekat membawa kursi roda dan di dorong nya. Mommy Jasmin menengok pada putra nya yang berekspresi datar itu.


"Oh ya, terus bagaimana kalian menikah?"


"Kami terpaut usia jauh, aku yang ngejar-ngejar dia lebih dulu"


"Dia itu kanebo kering loh mom"


Ucap Rindi, Andra mengerutkan kening nya menoleh pada istri cantik nya yang lebih mirip keponakan nya itu.


"Ha....ha, terus?"


"Dia tidak respon kata cinta dari aku, ya walau pun aku masih baru 17 tahun waktu itu, hingga aku denger kabar dia mau tunangan, dia juga berubah waktu itu"


"Berubah jadi Superman ya?"


"Bukan kah mom, dia jadi dingin terkesan menjauhi aku, ya udah aku tinggal aja kuliah di negara A ini"


"Serius?"


Tanya mommy Jasmin, Rindi mengangguk pelan.


"Ya gak semua yang kamu kira itu kenyataan nya dong"


Andra menyela nya dengan cepat.


"Terus kamu kehilangan? Bagaimana dengan tunangan mu?"


"Dia main hilang aja mom, gak kasih kabar, aku cuekin 3 hari aja ngambek sampe 5 tahun"


"Ha.....ha, rasain"


Andra hanya berdecak kesal, sementara Daddy dan ayah nya tersenyum menanggapi masalah yang mereka ungkap kan.


"Daddy yang udah nikain mommy dan membuat nya menderita saja hanya 2 tahun loh di tinggalin, lah kamu baru pacaran aja udah 5 tahun di amuk kasihan"


Ucap Daddy Rei mengejek.


"Ayah baru tahu kamu di buang Vin"


Celetuk ayah Andreas.


"Ih kok jadi gibahin Avin sih"


Ucap Andra sebal dan manyun, Rindi sangat suka suami nya di goda.


"Terus gimana kalian niha nya?"


Tanya mommy Jasmin lagi, diri nya penasaran bagaimana anak nya yang kaku itu bisa menikah.


"Ya bagaimana lagi, nikah paksa"


Ucap Paman Rindi, mereka semua menengok kearah paman.


"Itu benar, ha....ha"


Daddy menyahut dengan tertawa terbahak-bahak.


"Ya dari pada dia pergi lama lagi, nyari nya susah, ya udah aku sosor dan aku bawa ke catatan sipil kita nikah disana"


"Loh wali nya siapa?"


Ucap mommy Jasmin heran, pasal nya Rindi kan anak gadis orang.


"Wali nya papah nya lah, kan aku ancam"


Ucap Andra bangga.


"Astaga"


Ucap mommy Jasmin sambil menutup mulut nya.


"Anak nakal ini"


Wajah paman Rindi, dingin seketika.


"Aku juga kurang sreg tapi bagaimana lagi, orang udah nikah, dan langsung digarap pula keponakan ku, mau batalin pernikahan juga percuma"


Gerutu paman Rindi.


"Maaf ya besan, anak ku ini tidak tahu aturan"


Ucap mommy Jasmin di selingi oleh tawa yang membahana.


"Benar mom, paman sampai sekarang juga restu nya kayak nya setengah-setengah deh"


Ucap Andra mencari pembelaan.


"Itu karena salah mu"


Ucap sang mommy pada Andra.


"Kalau restu ku setengah-setengah aku tidak akan menjaga cucu yang kau tinggalkan di perut keponakan ku, dasar menantu durhaka"


Semua mata melotot mendengarkan ucapan paman Rindi.


BERSAMBUNG.