TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.170


Riana tersenyum devil, rupa nya lelaki kecil di hadapan nya sangat pandai seperti tupai.


"Apa kau tahu adik Herdan itu seorag gadis yang akan berumur 19 tahun?"


"Lalu apa urusan nya dengan ku?"


Mereka kakak beradik kandung saling menatap, Riana tidak melihat kejanggalan dari sorot mata lelaki kecil itu.


"Aku selalu mendukung mu, tapi satu kesalahan ku yaitu mencintai orang yang keluarga nya sudah menyakiti mu"


Rei terdiam, tanpa berkata apa pun. Riana bangkit dari kursi duduk nya.


"Villa ini sangat bagus"


"Terimakasih kak"


"Dan satu nasehat untuk mu adik ku sayang, jangan menyakiti diri mu sendiri, ingat lah untuk menerima cinta jangan sampai kehilangan cinta yang tulus"


Riana berjalan keluar villa, dia tidak akan terlalu ikut campur urusan sang adik. Sebentar Riana memandang kearah villa mewah milik adik nya.


"Semoga kesuksesan mu dalam segala hal adik ku"


Riana masuk ke mobil dengan sang asisten sebagai supir nya.


"Apa perlu saya awasi nyonya?"


"Tidak usah"


Riana mengusap air mata nya, dia mengerti sikap adik nya yang masih sangat terluka.


"Ayo kita jalan"


Rei bukan tak melihat, dia tahu jika sang kakak sangat khawatir akan diri nya.


Rei berdiri di taman belakang nya atau kebun bunga nya, rasa ini membuat nya nyaman.


Min melihat lelaki itu, meski kurus namun berotot, baju nya yang melambai tersapu angin malam yang agak dingin.


"Siapa tamu itu?"


Min melihat dari jendela ke arah kebun bunga itu, Rei menoleh kearah jendela itu, menatap istri nya yang sedang berdiri di balkon kamar. Rambut panjang nya tersibak angin, melambaikan kecantikan alami seorang Jasmin.


Rei segera berjalan menuju ruang olahraga nya, dulu setiap malam berlatih dengan paman nya dan di temani sang kakek. Namun saat ini itu hanya memori nya saja, tak ada siapa pun karena paman nya juga sudah tiada 2 tahun lalu. Maka nya organisasi itu di pimpin oleh nya dan Aryos.


"Tuan"


"Ada apa?"


Aryos datang ke tempat latihan Rei.


"Benar ternyata nyonya Riana mau menyelidiki tuan, tuan Herdan sudah tahu semua nya"


"Bagus lah"


"Apa langkah kita selanjutnya?"


"Kita tunggu pergerakan mereka dulu"


"Baik lah, saya pamit tuan"


Rei berjalan menuju kamar utama nya, kamar di lantai 3 villa mewah itu.


Klek.


Di ranjang nya sudah tertidur pulas istri nya yang masih gadis dan bahkan gadis itu tidak tahu jika sudah dia jadikan istri. Rei mengelus pipi gadis itu, dia memang cantik, sedikit nakal, juga sedikit membantah.


Rei membaringkan tubuh nya disisi gadis itu, ingin hanya sebentar terlelap saja. Namun tak disangka gadis itu malh memeluk nya dengan erat seperti guling.


"Hah, sudah lah aku lelah dan ingin tidur saja"


"Gaya tidur nya seperti ular melilit mangsa saja"


Gerutu Rei.


Hingga 3 jam berlalu pagi yang dingin mulai menyapa, Min merasakan selimut turun dan segera menaikkan sampai ke dada, dia juga memeluk guling nya dengan erat, bahkan menduselkan hidung nya ke guling tersebut.


"Hangat, tapi kok kasar, cape ngadep sini terus berbalik ah"


Hendak berbalik dan mengangkat guling nya namun terasa berat.


"Berat sekali"


Min meraba nya guling nya.


"Keras sekali dan bentuk nya aneh"


Min masih belum sadar mungkin roh nya masih ada yang tergantung di langit. Min membuka mata nya, mengucek nya hingga jelas, mulut Min menganga lebar.


"Aaaahhhhhh!!"


Rei yang sedang lelap-lelap nya sampai kaget dan linglung karena jeritan Min seperti toa tukang tahu bulat.


"Kenapa kau menjerit?"


"Dasar om tua mesum, cabul!"


Rei yang belum sadar mencari si om yang di maksud oleh Min, lelaki itu celingukan seperti orang linglung.


Min menutup badan nya yang memang memakai baju tidur tipis tanpa lengan. Sedetik kemudian Rei tersadar karena Min menunjuk diri nya.


"Kau mengatakan aku om mesum dan cabul?"


"Benar!"


"Apa alasan nya?"


"Karena kau tidur di kamar ku, aku ingat semalam tidak mengundang mu tidur di kamar ku?"


"Kau bilang ini kamar mu, kau lihat!"


Min mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan kamar itu.


"Ini kamar ku"


"Jadi aku yang salah kamar, baik lah aku akan keluar"


Min segera berlari menuju pintu kamar, klek.


"Kalau kau keluar kamar ini, maka aku akan menghukum mu keluar jogging dengan tanpa busana!"


Min segera menghentikan langkah nya.


"Apa maksud mu?"


"Cepat kembali!"


"Dasar kau pria tua mesum dan cabul"


Min tidak tahu, jika kamar mereka sudah terbuka dan para pelayan mendengar perkataan diri nya.


"Gadis bodoh ini"


Rei sudah merah padam muka nya karena di sebut sembarangan oleh istri nya sendiri. Min melihat kebelakang, dia kaget karena banyak pelayan di depan kamar. Min langsung menutup pintu dan pergi mandi, tak lupa membawa handuk dan baju ganti.


BERDAMBUNG.