
Drrtt.,.drrtt.
Rindi melirik ponsel nya berada di dasbor mobil nya, dia melihat panggilan di layar ponsel nya tertera nama sang paman.
"Iya paman"
Terdengar suara aneh- aneh, Rindi mengerutkan kening nya.
"Paman ada apa?"
Diam gak ada jawaban di seberang sana membuat Rindi khawatir.
"Arin pulang lah, sudah hampir 6 tahun kau tidak pernah pulang"
Ucap sang paman di seberang sana.
Rindi langsung menuju mini market terdekat.
"Apa paman sedang sakit?"
"Nama nya juga orang tua nak?"
Rindi terdiam sesaat ini permintaan yang sulit, selama 5 tahun ini dia begitu bahagia yang hanya tinggal berempat bersama ketiga putra nya kembar nya itu.
Meski di negara S ini Rindi sudah menjadi designer ternama namun tetap saja dia sesekali Rindi sangat rindu ingin ke negara Z.
"Nak"
"Iya paman, Rindi akan pulang"
Meski Rindi tak melihat nya, diseberang sana sang paman tersenyum tipis. Diri nya memang sedang di rawat di sebuah rumah sakit milik keluarga Alkatiri.
Setelah berkata demikian Rindi kembali mengemudikan mobil nya untuk segera sampai di kamar hotel milik nya di negara S.
Rindi segera menghubungi butik yang ada di negara Z, dia akan memindahkan semua butik nya ke negara Z karena memang butik di negara S juga kontrak gedung nya sudah habis.
"Iya nyonya"
"Minggu depan butik kita hanya akan berpusat di negara Z saja"
Ucap Rindi pada pengelolah butik di negara Z.
"Baik nyonya"
Rindi juga mulai menyuruh pegawai nya yang di negara S bersiap untuk indah dan mengemasi baju yang akan di pindahkan ke negara Z.
"Huhft dua masalah sudah selesai tinggal kepindahan sekolah di kembar"
Rindi terdiam, dia sadar bagaimana jika si kembar tiga itu menolak pindah.
"Baik lah aku jemput nanti dan bawa mereka jalan-jalan"
Gumam nya sendirian.
Rindi sibuk dengan pikiran nya serta menyusun rencana membawa ketiga putra nya itu untuk pulang ke negara Z.
Sementara di Negera A, Daddy Rei sedang berada di kantor nya. Memang perusahaan sejak dulu di kelola oleh Andra namun dia juga masih terlibat sebagai dewan komisaris yang turut mengambil keputusan.
Drrtt .....drrttt.
Daddy Rei mengambil ponsel nya dan menerima panggilan, langsung saja keringat dingin keluar dari tubuh nya itu.
BRAAKK.....
Andra datang melihat Daddy nya seakan frustasi, Andra berlari mendekat.
"Dad, ada apa dad?"
Daddy Rei hanya terdiam saja tanpa menjawab sepetak kata pun.
"Dad......."
"Mamah......"
"Ada apa dengan nenek?"
Daddy nya hanya menangis saja, tanpa berucap apa pun.
"Oma mu sudah tiada, malam ini juga kita terbang ke negara Z"
Andra mengangguk, dia berdiri memapah Daddy nya itu.
Andra menghubungi Roy, Novan dan Anita untuk segera berkemas karena nanti malam jet pribadi mereka akan terbang menuju negara Z.
"Ayo dad kita pulang jemput mommy untuk menghadiri pemakaman Oma"
Ya Oma yang Andra sebut tak lain adalah mamah Cinta(masih ingat pemain utama session 1 di novel ini).
"Iya"
Lirih Daddy Rei yang begitu terpukul akan kejadian meninggal nya sang mamah meski memang mamah nya sudah lanjut usia sekali.
"Dad, yang tabah ya"
Daddy Rei hanya mengangguk.
"Siapa yang mengabari kesini?"
"Uwa mu, bang Raksa"
Andra mengendarai mobil nya untuk segera menuju mansion keluarga Mid.
"Mommy.......!"
Andra berteriak.
"Ada apa nak?"
"Oma Cinta meninggal Mom"
Mommy Jasmin mendadak kaget akan ucapan putra tunggal nya itu.
"Kamu jangan bercanda sayang"
"Uwa Raksa yang mengabari Daddy, mom"
Mommy Jasmin memandang suami nya yang mengangguk lemah.
"Ya sudah kapan kita pergi ke sana?"
"Nanti malam saja mom"
Mommy Jasmin mengangguk saja.
Semua pelayan di suruh berbaris lantas segera bergegas untuk menerima perintah dari nyonya besar mereka.
"Kami akan pergi ke negara Z dan kami tidak tahu kapan akan kembali lagi ke negara ini, tolong rawat mansion ini"
"Baik nyonya"
Mereka menjawab dengan serentak ucapan dari mommy Jasmin tersebut dengan serentak.
"Ya sudah bekerja lah kembali kami akan terbang nanti malam"
"Apa perlu kami bantu nyonya untuk mengepak baju nyonya sekeluarga"
"Seperti nya tidak usah karena kami langsung terbang saja, lagi pula baju kami juga disana sangat banyak"
Roy, Novan, Anita sudah berangkat lebih dulu pergi ke negara Z.
Akhir nya malam itu keluarga Alkatiri yang tersisa segera pulang ke negara Z untuk menghadiri berpulang nya Oma mereka setelah 5 tahun lalu opa sudah tiada.
Pagi hari mobil yang pak supir keluarga Alkatiri menjemput keluarga Daddy Rei menuju rumah besar Alkatiri yang megah, mewah lagi sangat luas dengan hampir 150 kamar di lantai 1 sampai 3 itu.
"Selamat datang"
Raksa, Indri dan Riana menyambut adik bungsu dan keponakan tunggal mereka.
"Keponakan ate yang paling tampan"
Sapa Riana.
"Mas...."
Mommy Jasmin menyapa kakak angkat lelaki nya, Herdan Sanunjaya.
"Jasmin apa kabar?"
"Baik mas"
Andra hanya menatap nya saja.
"Ayo masuk para sepupu mu sudah pada datang"
Ya namun sepupu nya itu wanita semua mereka hanya 6 orang saja 7 termasuk diri nya cucu lelaki satu-satu nya.
Andra mendekati jasad Oma Cinta yang menyayangi nya.
"Oma, ini Arvin datang....."
Lirih Andra, jelas dia sedih bahkan daddy nya juga menangis di samping nya. Bagiamana tidak, wanita yang selalu mencintai nya dahulu kini sudah di panggil menghadap Tuhan.
"Mas yang sabar ya"
Ucap mommy Jasmin karena suami dan anak nya bersedih melihat jasad Oma dan mamah mereka akan berkalang tanah sebentar lagi.
Banyak kerabat, saudara bahkan semua turut berbelasungkawa kepada mendiang istri Aksara itu.
Daddy Rei akhir nya bangkit menuju kamar utama yang berada di lantai bawah ini.
Kamar luar yang selalu di tempati sang mamah ketika papah nya sudah tiada. Disana ada sebuah pigura keluarga, semua sudah menggendong dua anak sedangkan diri nya hanya bersama Andra, namun terlihat mamah nya menempelkan foto Jasmin istri nya yang sedang koma berdiri disamping nya itu.
"Mah selamat jalan dan terimakasih sudah menerima Rei selama ini, menyayangi dan juga membantu Rei, maaf jika Rei selaku membangkang ucapan mamah"
Daddy Rei seraya memeluk pigura foto sang mamah yang ketika muda dan tersenyum Manisa dan amat teramat cantik.
"Dad......"
Andra menepuk bahu Daddy nya.
"Oma sudah tiada, relakan beliau dad"
Daddy Rei mengangguk, karena dia juga adalah orang tua untuk anak dan cucu nya kelak.
BERSAMBUNG.