
Tok.....tok.....tok.
"Tuan boleh saya masuk?"
"Masuk lah"
Roy masuk dengan membawa nampan sarapan, karena sudah jam 9 pagi.
"Tunggu lah dibawah aku segera turun"
"Baik tuan"
2 jam selanjut nya Roy turun dengan lengkap, semua orang melihat kearah nya.
"Apa tidak ingin menyapa Daddy mu dulu?"
Rei di meja makan masih menyantap sarapan nya yang terbilang telat.
"Aku akan pergi ke negara A"
"Apa harus?"
Andra menghentikan kursi roda nya lantas berbalik mendekat kearah Daddy nya.
"Apa gak ku untuk menemui mommy kandung ku sendiri sudah di hapuskan?"
Rei yang hendak bangkit kembali duduk, lantas menyudahi sarapan nya.
"Ambil tiket mu kesana, sampaikan salam ku pada Oma dan opa"
"Ya"
Andra bergegas dengan pesawat pribadi nya, tanpa mengambil tiket apa pun.
"Apa kau sudah mengabari ayah?"
"Sudah tuan"
Mereka terbang di udara selama hampir 17 jam, baru lah mendarat di bumi.
Andra melihat lelaki yang sudah paruh baya datang dengan senyum lebar nya. Namun dalam ingatan nya lelaki itu tetap lelaki dewasa yang muda dan penyayang siapa lagi jika bukan Andreas.
"Ayah"
"Kau sudah datang nak, ayo mommy mu sudah menunggu"
Andra langsung masuk kedalam mobil lelaki yang dia sebut ayah, Andra tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ayah sedikit pun hanya Andreas yang menyayangi nya.
"Bagaimana keadaan mommy, ayah?"
"Masih seperti itu"
Andreas menjawab dengan datar, dia hanya berhubungan baik dengan keluarga Mid. Andreas juga telah menikah dengan sahabat karib nya sendiri meski di usia senja namun lelaki itu sangat bahagia dengan hidup nya saat ini.
Mereka kini sudah sampai di sebuah rumah sakit ternama, rumah sakit yang sejak mommy Andra dirawat telah menjadi kepemilikan atas nama mommy nya.
Tentu saja itu beli oleh Daddy nya yang seorang konglomerat dimana pun lelaki itu berada. Namun Andra yang merupakan anak tunggal lelaki itu dan termasuk cucu tunggal lelaki dari kelurga Alkatiri menolak menjalankan bisnis besar itu.
"Bagaimana kabar mu di negara Z?"
"Baik ayah"
Mereka bertiga beserta beberapa bodyguard memasuki rumah sakit menuju lantai paling atas, layak nya bukan rumah sakit namun hanya kamar biasa yang mommy nya tempati. Andra hanya melihat sang mommy tertidur dengan lelap selama 30 tahun ini.
Beda nya hanya rambut nya yang perlahan memutih, Oma dan opa juga kerap berkunjung, layanan rumah sakit terpantau juga penjagaan yang elit. Nafas nya masih ada dan tubuh nya utuh, hanya terlalu lelap saja tertidur.
"Mommy, Arvin datang berkunjung, mommy lihat Arvin sudah tumbuh tinggi"
Andreas dan Roy saling pandang, lantas segera pergi dari kamar rawat milik Min.
"Mommy apakah lebih bahagia tidur seperti ini dibandingkan menemani Arvin hidup?"
Andra mengecup tangan mommy nya yang selalu hangat. Dia bercerita panjang lebar karena besok adalah ulang tahun sang mommy.
Flashback on.
30 tahun lalu saat kecelakaan naas yang menimpa Jasmina Melodia Sanunjaya atau Cate Mid model internasional itu.
Rei sudah berhasil menarik tubuh Min dari dalam taksi, dan Aryos serta anak buah nya berhasil mengeluarkan jasad supir taksi itu yang telah remuk bersimbah darah.
"Tuan supir taksi sudah meninggal"
Ucap Aryos, ketika selesai menelpon ambulans dan polisi untuk menyelidiki kasus tersebut.
"Cepat bawa ke rumah sakit, di jalan nanti kita bicara"
Dengan sekuat tenaga Rei membopong tubuh Min untuk di larikan ke rumah sakit terdekat, dia sudah menghubungi dokter terbaik untuk membawa alat nya juga.
Namun tidak ada rumah sakit dengan jarak tempuh terdekat, hingga pergi ke rumah sakit keluarga Alkatiri. Min segera di tangani dokter ahli di rumah sakit itu.
"Tuan....!"
"Katakan semua nya?"
"Menurut sumber, tuan besar Aksara mengirimkan semua anak buah nya demi mencegah nyonya kembali ke negara A, jika bisa dapatkan semua nya jika tidak dapatkan ahli waris nya"
Deg......
Rei yang diliputi amarah tanpa basa-basi langsung menuju rumah utama.
BBRRAAKKK.......
Rei lngsung menendang pintu rumah utama, disana ada Damian dan Raksa saja.
"Ada apa ini?"
Damian segera menghampiri.
"Minggir!"
Rei yang sudah berapi-api dengan kemarahan yang menjadi dia segera mendorong Damian ke sisi yang lain.
"Ada apa Rei?"
"Diam kau!", dimana tua Bangka itu?"
"Dimana papah mu?"
"Papah sedang di taman"
Rei tanpa basa-basi menuju ke taman belakang rumah dimana ada gazebo tempat kedua orang tua nya berada.
"Pah!"
Aksara pun menoleh kearah Diman anak bungsu nya itu berada.
"Rei"
Rei melewati mamah nya begitu saja lantas berjalan menuju papah nya.
"Apa yang papah lakukan? istri ku hampir mati karena kelakuan papah!"
Aksara sempat terkejut namun dia dengan segera bersikap datar kembali.
"Aku tidak menyangka papah sekejam itu, aku tidak pernah mengijinkan papah ikut campur dalam keluarga ku!"
Aksara diam karena belum ada laporan kebenaran berita itu, tapi Rei menyangka bahwa sang papah benar- benar terlibat akan kecelakaan tragis yang hampir membuat nyawa Min istri nya melayang.
"Rei tidak memiliki papah......"
PLAAKK........
Sebelum Rei melanjutkan kata-kata nya, sebuah tamparan melayang di pipi nya.
"Mamah yang menyuruh papah mu untuk membawa cucu lelaki tunggal kami, kau sudah cukup berulah Rei"
Kini Rei yang diam, meskipun dia memberi kedua orang tua nya tapi dia tidak pernah menyela ucapan orang tua.
"Karena dendam tak bertuan mu, Jasmin gadis lugu itu kau permainkan apa selama ini kami buta, kau tidak mengakui papah mu maka kau jangan mengakui putra tunggal mu, itu impaskan!"
Ucap mamah Cinta menggebu-gebu.
"Jaga istri mu, kami juga akn ke rumah sakit, entah itu orang papah mu atau bukan yang membuat celaka, aku tidak akan tinggal diam"
Rei segera berlalu pergi.
"Pah....!"
Sementara Aksara sudah jatuh pingsan di gazebo.
"Papah!"
Cinta berteriak kencang, semua keluarga berhamburan, ambulans segera datang sepuluh menit kemudian. Aksara dibawa ke rumah sakit yang sama dengan Min.
Aksara sudah mendapat perawatan intensif dan dipindahkan ke ruang rawat.
Sementara kedua orang tua kandung Min juga sudah tiba di negara Z karena dikabari oleh Andreas.
PPLLAAKK......
Tamparan yang keras Mandy layangkan untuk menampar lelaki yang tak bermoral yang keluarga Mid cari selama ini. Lelaki yang sudah membuat anak mereka sakit hati, ketika sudah bangkit lelaki itu kembali muncul mengacaukan kehidupan nya lagi.
"Sudah mom!"
Ucap Jorge Mid.
"Mom harus kasih pelajaran pada lelaki yang tidak bertanggung jawab ini, dad!"
"Sudah ini rumah sakit"
"Ini rumah sakit pribadi kami tuan, nyonya tak apa kalau ada masalah pribadi ini juga bisa memuaskan orang tua pasien"
Ucap Cinta.
"Maaf siapa anda?"
"Saya istri pemilik rumah sakit ini juga ibu dari lelaki yang anda tampar"
Kedua orang tua Min terkejut.
"Maaf nyonya istri saya tidak sopan"
"Tidak, seharus nya saya yang meminta maaf tidak ikut campur urusan rumah tangga anak-anak tapi kenyataan nya anak saya melukai hati banyak orang bahkan papah nya syok dan dirawat juga di ruangan sebelah karena dia"
Rei terkejut, lantas mendekat ke mamah nya.
"Mamah bisa mengurus papah mu, kamu urus istri mu"
"Baik mah"
"Maaf kami ingin menjemput putri dan cucu kami"
Ucap Jorge Mid.
"Silahkan tanyakan ke dokter apa boleh di bawa keluar negeri atau tidak"
Ucap Cinta.
"Tapi mah, Min itu istri ku, lagi pula aku yang harus merawat nya"
Ucap Rei seketika, Jorge meradang ekspresi nya seakan ingin menelan orang.
"Kau bisa jadi suami nya, jika kedua orang tua Jasmin merestui mu"
Ucap Cinta, Rei langsung terdiam lemas, usaha nya akan terkubur selama nya kali ini.
"Terimakasih nyonya atas pengertian mu, kami akan mencari cucu kami yang hilang juga"
Ucap Jorge.
"Kami juga akan mencari nya, tapi tolong jangan beritakan di surat kabar"
"Baik"
Mereka segera menyiapkan kendaraan untuk mengangkut Min yang baru selesai di operasi ke negara A. Tapi Rei tidak lepas tangan, dia membeli rumah sakit, menambah penjaga dan fasilitas terbaik meskipun Min koma selama hidup nya.
Flashback off.
BERSAMBUNG.