
Flashback on 2
Sedikit demi sedikit akhir nya German mulai bisa meluluhkan hati Amelia, bukan dalam hitungan hari tapi hampir 6 bulan.
Meski kadang membuat German frustasi namun, tentu saja Amelia tidak mau disentuh German.
Amelia tidak tahu jika diri nya itu sudah dinikahi oleh lelaki itu, di kampus Amelia dikeluarkan oleh asrama karena setiap hari Minggu Amelia tidak pulang ke asrama.
Bagaimana lagi jika German menahan Amelia untuk kembali ke asrama, lika-liku kisah cinta mereka pun tak mudah dilalui.
Doorr.....doorrr.
Amelia menggedor pintu apartment milik German.
KLEAK.....
Pintu apartment milik German terbuka.
"Amelia........"
Ucap German kaget karena Amelia wanita yang dia cintai itu datang ke apartment nya dengan dengan pakaian yang basah.
"Kamu hujan-hujanan kesini, ayo masuk"
"Baju-baju ku ada di pos bawah"
"Iya mandi lah dulu ganti baju milik ku ya, aku buatkan teh hangat"
Amelia mengangguk saja, German menelpon pos bawah agar baju yang Amelia bawa di laundry kan sedangkan buku dibawa naik keatas.
"Sudah"
Amelia mengangguk saja.
"Sini minum teh hangat dulu, terus makan ya"
Amelia mengangguk lagi, German menemani istri nya. Dia tersenyum melihat Amelia yang semakin cantik saja, entah perasaan German atau karena Amelia bertambah dewasa.
German membelai pucuk kepala Amelia.
"Kamu cantik banget sih sayang"
Ucap German sambil tersenyum.
"Apa sih?"
Ucap Amelia menepis tangan German.
"Loh kenapa memang?"
Amelia menyudahi makan nya.
"Kok tidak dihabiskan makanan nya, sini aku siapin"
Amelia duduk di sofa lalu menyalakan televisi, sementara German menyuapi Amelia. Meski Amelia bilang tidak selera namun akhir nya membuka mulut nya begitu saja.
"Ada apa?"
Amelia memandang German.
"Aku di usir dari asrama padahal masih 6 bulan lagi skripsi nya"
"Kan bisa tinggal disini?"
"Tapi nanti aku ketinggalan info"
"Akan ku Carikan informasi apa pun"
"Yakin?"
German mengangguk sambil mengelus pipi cantik Amelia. German memeluk Amelia, dia sangat bersyukur akhir nya Amelia mau tinggal bersama nya.
"Udahan si gerah peluk-peluk terus"
German tersenyum, tapi karena rayuan German akhir nya Amelia pun mengijinkan lelaki itu menggauli nya juga.
German lelaki itu amat sangat mencintai dan menyayangi Amelia dengan lembut maka nya Amelia bisa menerima German dalam hitungan bulan saja.
Dan sudah seminggu ini Amelia berada di apartment milik German. Amelia membuka mata nya, dia ingin duduk tapi tiba-tiba kepala nya sangat pusing.
Merasakan ada pergerakan dari sebelah nya German langsung membuka mata nya, melihat Amelia memegangi kepala nya German langsung mendekat.
"Ada apa?"
"Kepala ku pusing banget"
"Kamu masuk angin"
German mengambil minyak angin di laci nya, mengoleskan di dahi.
"Aku ingin muntah"
German membopong tubuh polos Amelia, namun belum sampai di kamar mandi Amelia sudah muntah di badan German.
Muka Amelia pucat, bahkan Amelia tidak bisa lagi membuka mata nya. German membersihkan wajah Amelia dan badan nya.
"Kita mandi ya, keramas siapa tahu hilang pusing nya"
Amelia mengangguk, German kembali membopong tubuh Amelia ke ranjang mereka.
"Sedikit, sudah seminggu ini kalau pagi rasa nya sangat mual, ingin muntah"
German yang akan mengambil baju berhenti sejenak.
"Kita ke dokter ya?"
"Tidak"
"Ya sudah nanti dokter nya kemari"
Mereka segera memakai baju masing-masing tak begitu lama, dokter datang.
"Bagaimana dok?"
Setelah dokter kandungan memeriksa keadaan Amelia.
"Istri anda hamil pak, kalau dihitung sudah 3 bulan ini"
Mata Amelia terbelalak, terhitung 3 bulan berarti setelah berhubungan pertama kali dengan German dia langsung hamil.
"Terimakasih dokter"
German mengantarkan dokter sampai keluar apartment nya. German memesan beberapa keperluan ibu hamil di toko online untuk diantar ke apartment nya.
German naik ke atas ranjang nya, mengelus kepala istri nya dan perut rata itu.
"Pinter nya anak Daddy, sudah bawa mommy tinggal bareng Daddy ya sayang"
Mengelus perut Amelia dengan sayang.
"Lalu bagaimana jika dia lahir?"
"Ya dijaga, di urus loh sayang kenapa memang"
German sangat bahagia dan mengelus dan mencium perut Amelia.
"Geli"
"Ih mommy kan Daddy lagi sayang-sayang dedek loh"
Amelia diam saja, German memeluk nya kemudian karena gemas pada ibu hamil satu ini. German tidak tahu jika bahaya justru mengintai mereka.
"Kamu cuti kuliah saja"
Ucap German sambil merapikan dasi nya hendak berangkat ke kantor, ya German sudah bekerja karena disini dia hanya melanjutkan S2 saja.
"Kenapa memang?"
"Kalau pagi kamu mabok"
Memang Amelia selalu pusing dan muntah parah, waktu di asrama tidak demikian tapi pas tinggal dengan German memang begitu.
"Aku berangkat ya mom, dedek jangan nakal ya Daddy mau berangkat dulu"
Mengelus perut Amelia yang sedikit kembung, Amelia hanya tersenyum saja.
German berangkat, namun dia tidak menyadari dan lengah karena tidak ada penjagaan dan memang sudah mengambil kapan si German lengah nya.
Tok....tok.....tok.
Amelia kira dia German jadi wanita itu membuka nya.
"Siapa kalian?"
"Bawa dia"
Amelia dibungkam mulut, mata dan tangan nya dan dibawa terbang ke negara A.
Sementara German masih di kantor, malam ini German pulang dengan membawa makanan spesial untuk Amelia merayakan kedatangan anak pertama mereka.
"Sayang aku pulang, mommy"
German sudah biasa memanggil Amelia dengan sebutan mommy.
"Tuan, nona ada bersama tuan besar"
German menatap seluruh anak buah Daddy nya.
"Mari ikut kami"
German menurut namun bukan nya di pertemukan dengan Amelia justru dia penjara bawah tanah hingga 5 tahun. German tidak mengetahui kabar Amelia yang sesungguh nya.
Amelia dimasukkan kedalam ruang isolasi meski diberi makanan bergizi, namun dia sangat suntuk meski berusaha untuk bahagia.
Akhir nya Amelia melahirkan prematur di usia kandungan nya 8 bulan, kedua orang tua German menyuruh perawat yang membantu persalinan Amelia untuk membunuh anak Amelia.
Amelia diberi tahu jika anak yang dia lahirkan itu meninggal oleh kedua orang tua German. Amelia stress dan di buang di hutan di negara Z.
Amelia tinggal di hutan selama 10 tahun hingga ada lelaki yang menemukan diri nya dan membawa nya pulang, lelaki miskin dengan seorang gadis kecil anak nya.
Amelia mengurus anak lelaki itu ketika lelaki itu meninggal, karena lelaki itu berkata jika Amelia adalah istri nya dan meninggalkan sebuah warisan sepetak tanah di dekat pasar.
Sementara German selalu dijanjikan kebebasan Amelia jika dia menikahi wanita kaya yang dijodohkan dengan diri nya.
German menerima nya namun pernikahan itu tidak boleh diketahui khalayak ramai. Hingga program anak tabung kedua dilakukan, setelah kedua orang tua nya meninggal. Istri kaya German pun ikut meninggal karena melahirkan anak kedua nya.
Flashback off.