TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.150


Hari ini untuk pertama kali nya Jasmin atau yang akrab di panggil Min oleh teman sebaya nya itu masuk kerja. Min memakai kemeja putih dengan rok diatas lutut berwarna hitam. Mereka beberapa pekerja baru di kumpulkan di aula meski hanya 30 orang namun aula nya cukup besar, hingga tanpa menggunakan toa pun suara orang yang menginstruksikan itu terdengar nyaring sekali.


Min bekerja di bidang pemasaran produk, memasarkan produk atau membuat suatu produk dikenal masyarakat baik dari segi cover juga iklan nya. Gaji nya lumayan bisa membuat Min hidup dengan layak dengan sang mamah. Min bekerja keras setelah di tunjukan meja kerja nya, Min terlihat cekatan mengitak-ngatik laptop yang di sediakan kantor.


Makan siang gadis cantik yang baru bekerja hari ini pergi ke kantin karena ada sistem makan prasmanan dari perusahaan dan itu gratis. Min mengambil makanan tampak cuek tidak melihat pada sisi lain nya. Tanpa dia duga baik lawan jenis maupun sejenis memperhatikan wajah nya, body nya juga tampilan nya yang anggun dan polos.


BUUKK.....


"Ah, maaf nona"


"Tidak apa"


Makanan Min ditumpahi seorang lelaki dengan air minum nya, makanan itu terlalu banyak air terlihat oleh Min.


"Duduk lah dulu, aku akan mengambil makanan yang baru untuk mu"


"Tidak usah aku bisa ambil sendiri, makasih"


"Tunggu, tolong beri kesempatan untuk saya meminta maaf"


Min tidak mencegah atau mengiyakan di ambilkan makanan oleh lelaki itu. Dia memilih tempat duduk di tempat yang kosong.


"Hai"


Seorang wanita sexy, nampak nakal namun mengulurkan tangan pada Min.


"Hai juga"


Min menjabat tangan perempuan muda itu, lantas tersenyum hangat.


"Kenalkan aku Karina Cantika"


"Jasmin, panggil saja Min"


"Kau cantik sekali"


Namun lelaki yang tadi segera datang.


"Nona ini makanan mu"


"Terimakasih tuan"


Lelaki itu melirik sebelah tempat duduk Min yang tadi nya kosong sudah diisi oleh sosok yang dia benci.


"Hai, boy"


"Hai Karin"


Lalu Boy Sandy pergi begitu saja.


"Kau anak baru?"


"Benar"


"Aku masuk kloter pertama perekrutan, kau bekerja di bagian mana?"


"Pemasaran"


"Lelaki tadi Boy Sandy, dia play boy suka menjebak gadis polos, dia juga bidang dengan bagian mu, jadi hati-hati lah"


"Baik, terimakasih"


"Hei mengapa kau mengobrol disini?"


Ucap lelaki jangkung yang kurus atau krempeng sekali.


"Baik lah ayo kita masuk"


Mereka berlalu meninggalkan Min di kantin dengan para karyawan lain nya. Dari jauh mereka tertawa gembira karena ada pimpinan dari perusahaan pusat sendiri besok akan datang.


"Hai"


"Boleh kenalan?"


Min tersenyum lalu mengulurkan tangan nya.


"Min"


"Boy Sandy"


"Maaf saya harus masuk"


"Oh ya silahkan"


Min berjalan menuju ke ruangan nya, posisi nya saat ini hanya karyawan biasa dan dia harus berusaha keras agar bisa naik jabatan secepat nya. Min pulang nampak menunggu angkutan umum di halte.


Tiba-tiba saja mobil mewah berhenti di depan nya.


"Hai"


Sapa lelaki itu dengan senyum mengembang dan seketika menurunkan kaca mobil nya.


"Oh hai"


"Mau pulang?"


Min mengangguk.


"Nebeng ke aku aja yuk?"


"Tidak usah, angkutan nya sudah datang"


Min segera masuk ke angkutan umum itu.


"Sombong amat sih, awas aja kalau dapet ku garap habis ha...ha"


Dengan kencang Boy mendahului Min yang naik angkutan, Min hanya geleng kepala saja. Nyata nya semua orang kaya hanya pamer, apa lagi lelaki itu sudah terlihat gelagat nya.


Rei berangkat dari kota menuju ke desa xxx yang agak di pelosok, perusahaan itu di dirikan disana karena menyetok bahan baku untuk perusahaan utama. Letak posisi yang sangat potensial itu tidak mungkin Rei abaikan, dia begitu cermat memperhitungkan kemajuan perusahaan nya. Orang yang tidak mengenal Rei mungkin mereka akan takut karena terkenal kejam, sadis dalam menentukan keputusan tak ada toleransi sama sekali.


CEKKITT......


DUUKK......


Baik Rei sendiri atau pun kedua asisten nya itu sama-sama terantuk kepala nya.


"Kalau masih mengantuk maka kembali lah sekarang"


"Maaf bos, ada seorang gadis menyeberang secara tiba-tiba"


"No reason"


Aryos segera menjalankan kembali mobil nya, untuk segera ke perusahaan karena masih 3 blok lagi. Rave hanya menggelengkan kepala nya saja.


"Dasar tidak becus"


Lirih Rave.


"Diam!"


Mereka sama-sama terdiam, Rei mengerjakan proposal untuk meeting dengan perusahaan dari luar negeri.


"Bos sudah sampai"


Rei beserta satu mobil lain nya di belakang itu berhenti, mereka semua turun.


3 jam yang lalu, karena di kantor ada kasak kusuk kemaren yang mengatakan jika pimpinan langsung perusahaan pusat akan meninjau perusahaan yang baru berdiri. Min tidak bisa tidur sama sekali, entah grogi atau takut seperti yang lainnya. Hingga dia menyerobot paksa menyeberang jalan, ada decit mobil namun Min tidak menengok ke belakang, di hanya melalui jalan pintas agar segera sampai di perusahaan bagaimana pun cara nya.


BERSAMBUNG.