
Pagi ini Rindi bangun dengan kepala sedikit pusing, memang karena semalam dia tidak bisa tidur.
"Kepala ku sakit sekali"
Jadi Rindi kembali tidur, namun tak berapa lama dia terlelap pintu kamar nya di ketuk.
Tok.....Tok....Tok.
"Rin ini paman, sudah pagi, kerja tidak?"
Rindi sangat malas untuk keluar karena kepala nya masih berat.
"Tidak paman aku mau lanjut tidur, kepala ku sakit"
Paman mendesah pelan.
"Ya sudah istirahat lagi saja, paman berangkat ya"
"Iya paman"
Rindi menyahut tapi mata nya masih tertutup, dan segera kembali ke alam mimpi.
Karena sudah tidak ada suara lagi paman segera pergi ke kantor, setelah sarapan.
"Selamat pagi tuan besar"
"Nona mu tidak bekerja, dia sakit seperti nya jadi jaga dia kemana pun kau harus temani jangan biarkan sifat ngeyel nya kau turuti"
"Siap tuan besar"
Paman bergegas menuju kantor dengan supir nya.
Anita selalu berjaga di depan kamar nona nya jika dia lengan maka sudah pasti akan kena hukuman dari tuan nya.
Setelah jam makan siang Rindi ingin turun karena perut nya tiba-tiba lapar.
"Nona bagaimana keadaan anda?"
"Aku baik saja, hanya pusing entah lah lemes banget karena semalam tidak bis tidur"
Anita memegangi lengan Rindi memang jalan nya sedikit oleng.
"Bik, tolong buatkan aku lemon tea hangat jangan terlalu manis"
"Iya non"
Bibik segera ke dapur membuat pesanan majikan muda nya.
"Ini non, non sakit?"
"Hanya lemas"
"Tapi wajah non pucat sekali"
"Tidak ah baik, biasa saja"
"Coba nanti lihat di kaca, apa non benar-benar sakit, ke dokter saja yuk"
Rindi menggelengkan kepala nya, karena mungkin hanya kelelahan.
"Tidak bik, jangan ngaco deh pasti hanya kelelahan saja"
"Ya sudah kalau mau ke rumah sakit, bilang ya non"
"Iya"
"Non mau makan apa?"
"Kupaskan buah saja bik"
Bibik pergi ke dapur, setelah Rindi menyeruput lemon tea hangat nya kemudian menopang kan kepala nya di meja makan.
"Nona.....!"
"Aku tidak apa-apa"
Anita mengangguk, dia terdiam saja dan waspada.
"Non ini, ada mangga, jeruk, pear, dan apel"
"Anggur nya mana bik?"
"Sebentar non"
Bibik kembali ke dapur mengambil anggur merah dan hijau.
"Ini non anggur nya"
"Aku mau yang hijau saja bik"
"Baik non"
"Bawa semua ke dekat kolam, aku mau duduk disana"
"Baik non"
Bibik merasa aneh, karena biasa nya majikan nya memakan buah pisang bukan buah yang bisa membuat perut mulas ketika belum diisi makanan berat.
"Non mau bibik buatkan bubur?"
"Salad buah aja bik"
"Iya non"
'Kok buah lagi, non kok jadi aneh, baru kali ini non nyuruh ini itu, biasa nya di bantu saja tidak mau'
Gumam bibik aneh sekali pada majikan muda nya.
Jujur saja Rindi selalu, selalu ingin memakan makanan yang agak asam, dia biasa nya suka yang manis namun sekarang ini dia ingin memakan buah saja yang aroma nya tidak menyengat lain hal nya dengan masakan yang berbumbu agak enek rasa nya.
"Ini non salad buah nya"
"Mau nambah non?"
"Iya bik maaf ya"
"Bibik senang non nyuruh bibik, kan biasa nya dibantuin saja tidak pernah mau"
Rindi tersenyum entah mengapa benar kata bibik dia hari ini manja sekali.
"Iya ya bik, aku jadi malas banget bik"
"Apa non sedang ngidam?"
DEG.....
"Emang ngidam kaya aku ya bik?"
"Tidak ada yang sama juga non, jadi ngidam itu adalah tingkah laku yang berbanding terbalik dengan sikap kita yang semestinya non"
Rindi manggut-manggut saja di buat nya.
"Oh begitu, apa ada yang malas melakukan apa pun bik?"
"Duh banyak macem nya non orang ngidam"
"Apa iya, tapi kan aku tidak hamil bik"
"Periksa dulu dong non"
"Males ah"
Si bibik hanya tersenyum saja mendengar rengekan majikan muda nya.
'Waktu nyonya mengandung non kecil juga seperti ini, apa jangan-jangan gadis lagi anak nya ya hihihi'
Gumam bibik sambil menjaga nona nya, memijat sedikit kaki nya, sedangkan wanita muda itu nampak memejamkan mata nya.
Sementara di seberang lautan sana yang terpaut bermil samudera seorang wanita nampak gusar dia takut sang nona mengejar nya.
Ya wanita itu adalah Lisa, Lisa memang sudah dinikahi oleh William di catatan sipil namun itu bisa saja diajukan pembatalan pernikahan jika Lisa menolak resepsi yang akan diadakan putra kedua dari keluarga Lordian.
Tok....tok...tok.
Lisa nampak kaget karena suara ketukan itu membuyarkan lamunan nya.
"Masuk saja tidak di kunci"
KLEAK......
Seorang lelaki tampan, tinggi dan gagah memasuki kamar Lisa.
"Tuan Wil"
Lisa langsung bangkit turun dari ranjang, Lisa sampai tak sadar dia hanya memakai atasan tengtop bertali spagetti dengan celana setengah paha saja.
"Kau mau kemana?"
"Maksud nya?"
"Kenapa berpakaian seperti itu?"
Lisa baru sadar, dia meraih jubah mandi lalu menutupkan nya pada badan nya.
"Maaf"
Lisa menunduk, Wil terdiam memperhatikan wanita di depan nya, tidak terlalu cantik terkesan biasa saja tapi tubuh nya memang indah dengan rambut yang acak-acakan begini.
"Turun lah untuk sarapan"
William segera bergegas pergi dari kamar Lisa.
"Tuan tunggu"
William berhenti sesaat karena wanita yang berstatus istri nya menghadang nya di depan nya.
"Ada apa?"
"Apa bisa pernikahan kita di batalkan"
Lirih nya, sontak William menatap tajam pada wanita itu, Lisa yang sadar akan tatapan lelaki itu segera beringsut mundur.
"Jadi begini tuan, sebenar nya saya bukan wanita yang baik, saya wanita jahat dulu di negara Z saya sering memukul adik tiri saya yang berlainan ibu, saya pernah melakukan hubungan terlarang dengan kekasih saya, saya juga pernah mabok, saya juga pernah hamil dan keguguran, saya jug mungkin mandul karena keguguran itu, saya hanya pelayan nona Carmen, saya juga bukan wanita yang pantas untuk anda karena saya bukan perawan hanya status saja saya belum menikah"
Ucap Lisa menundukkan kepala.
"Lalu apa urusan nya dengan saya?"
Ucap William, Lisa mendongak menatap lelaki jangkung itu, raut wajah nya dingin bak sedingin lautan es. Lisa ngeri sendiri menghadapi lelaki ini.
"Ti....tidak ada tuan"
"Turun, sarapan"
"Baik"
Lisa mengambil blazer untuk dikenakan nya dan dia segera turun ke lantai bawah. Disana sudah ada 3 orang lelaki.
"Kau sudah kenal papah ku, dan dia kakak kandung ku"
Lisa hanya mengangguk, lantas mereka saling menatap.
"Mas Aditya"
"Lisa, kamu beneran Lisa kok kamu disini?"
Aditya kaget karena kakak dari istri adik adopsi nya berada di negara ini.
BERSAMBUNG.