TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.237


Sementara di dunia belahan lain, sang ibu satu anak mulai merasa rindu pada buah hati nya.


'Sedang apa kamu sayang nya mommy?'


Min meneteskan air mata, sambil mengelus foto si kecil yang sangat tampan karena sedang tersenyum saat di potret.


'Aku jalan-jalan di pantai saja sebentar mungkin bisa buat mood booster ku naik buat besok kerja'


Ucap nya seketika mengambil pakaian lengan panjang, Min segera turun dari lift menuju lobi resort.


Memang agak gelap namun ini resort milik keluarga Aryandy yang fenomenal itu. Semua tempat kuliner masih buka selama 24 jam, juga wahana ada yang menunggu nya.


Min berjalan santai menuju tepi pantai yang indah, ombang bergulung dengan cahaya gemerlap yang mengikuti nya ketika membentur pasir pantai


Min duduk di salah satu bangku yang ada di pantai, tanpa Min sadari air mata nya meleleh membelah pipi mulus cantik nya. Min rindu akan tawa riang si kecil nya, tidak ada pikiran apa pun selain lelaki kecil itu.


Min tidak tahu jika sudah ada sepasang mata yang mengintai nya. Seseorang itu tersenyum melangkah mendekat ke tempat Min duduk saat ini.


"Aku kira gadis mana yang kesepian? nyata nya nona Cate"


Min hapal dengan suara ini, dia menoleh agak kaget juga benar-benar lelaki itu.


"Tuan CEO"


"Apa boleh aku duduk disini?"


"Ini resto anda kenapa harus minta ijin dari ku"


"Oh, benar juga"


Rei langsung duduk bersampingan dengan model internasional nya, sesekali dia melirik model nya itu.


"Angin dingin di pantai kenapa tidak ke taman kalau cari mood booster?"


"Aku hanya bosan saja, apa pantai tidak boleh ku kunjungi tuan CEO?"


"Tentu boleh"


Mereka sejenak bertatap mata, Min dengan segera memutus kontak mata itu.


"Mata mu sangat indah nona Cate?"


"Terimakasih, tentu saja karena ku rawat"


"Kau sangat cantik malam ini"


"Maaf tuan CEO, saya permisi"


Min dengan cepat bangkit, lantas berjalan menuju resort dia tidak ingin berduaan dengan lelaki ini lagi. Tapi dengan cepat Rei mendekat tubuh ramping Min dengan erat. Min meronta sekuat tenaga, dia tidak ingin kembali pada lelaki gila ini.


"Sayang, maaf, apa kau sudah tidak mengenali aku hah?"


"Lepas, tuan ini aku Cate tolong jaga sopan santun mu, lepaskan aku!"


"Aku merindukan mu, Jasmin"


Mata Min terbelalak, nafas nya seketika seakan tertahan di dada nya.


'Tidak, dia tidak mungkin mengenali ku'


Gumam Min dalam hati, karena penyamaran nya sangat sempurna.


"Aku rindu sampai ingin mati rasa nya, apa kau tahu aku mencari mu seperti orang gila, aku tidak pernah berhenti berharap pada mu"


"Apa yang kau katakan tuan CEO, maaf aku tidak mengerti"


Min semakin meronta maka semakin kencang Rei memeluk wanita.


"Lepaskan aku!"


Min agak meninggikan suara nya satu oktaf namun Rei seolah tuli, dia malah melesakkan muka nya ke leher nan jenjang milik Min.


"Lepaskan aku, apa yang kau lakukan?"


"Lepaskan aku, aku Cate Mid bukan istri mu, aku tidak pernah menikah"


Rei segera melepaskan Min, Min segera bergegas untuk bersiap lari dari lelaki gila itu. Namun apa yang Min angankan tak tercapai, semula lelaki itu memeluk nya dari belakang namun saat ini lelaki itu sudah memeluk nya dari arah depan bahkan tanpa sadar bibir Min sudah dijarah lelaki itu.


Dengan sekuat tenaga Min memberontak, tapi hasil semakin memberontak maka Rei semakin menguatkan ciuman nya. Rei memaksa Min membuka mulut nya, melesakkan lidah nya kedalam mulut wanita itu membelit nya hingga ciuman itu menjadi intim.


Sekitar 10 menit Rei baru menyelesaikan ciuman nya, wanita itu nampak ngos-ngosan. Rei mengusap lembut bibir Min karena air liur yang dia tinggalkan, mengelus pipi serta wajah nya. Namun sedetik kemudian.


Plaakk...........


Suara tangan yang mendarat di pipi Rei sampai menggema. Rei tak berkutik sedikit pun bahkan masih memeluk tubuh wanita yang sangat dia cintai ini.


"Lepaskan aku, brengsek"


Rei memandang wanita yang memberontak di pelukan nya itu.


"Lepas!"


"Ayo kita pulang"


"Aku tidak mau ikut dengan mu, aku bukan istri mu, aku Cate"


"Aku tidak peduli siapa nama mu, kau adalah Jasmina Melodia Sanunjaya, istri Arei Rafiensah Aryandy"


"Lepaskan aku, kau lelaki gila, kau sinting"


Rei tersenyum menyeringai, Min sempat takut namun demi tidak terbongkar nya jati diri nya, Min memalingkan wajah nya kearah lain.


"Aku tidak akan marah lagi pada mu, aku janji sayang"


Rei mengelus rambut kepala milik Min, namun tak melepaskan pelukan nya.


"Lepaskan aku, aku bukan istri mu"


"Kau istri ku, kita belum bercerai dan sampai mati pun tidak akan ku ceraikan"


"Lepaskan aku besok aku harus bekerja, aku tidak bisa meninggalkan tim ku"


"Itu mudah sayang, tinggal buat mereka libur"


"Tuan CEO, sadar lah aku bukan istri mu, aku Cate Mid model internasional yang kau sewa, aku belum pernah menikah, tolong lepaskan aku"


Rei tidak menanggapi itu, dia segera menyeret Min untuk pergi ke tempat parkir mobil. Ketika menuruni tangga, Min segera mengigit tangan Rei hingga melepaskan genggaman itu. Min sekuat tenaga berlari menuju lift dan pergi ke lantai 8. Rei tersenyum devil, dia melihat punggung tangan nya yang barusan di gigit istri nya itu.


"Aku akan segera mendapatkan mu"


Gumam nya.


Min segera masuk ke kamar resto itu, untung tidak ada yang melihat jika pakaian nya kotor.


"Si gila itu mulai beraksi, aku harus bagaimana?"


Min segera mandi, lalu mengunci pintu nya dengan rapat. Min segera tertidur karena lelah di


perangkap oleh Rei.


Dan sosok yang Min hindari kini sudah ada di kamar dimana dia terlelap.


"Kau sangat cantik, maka kau hanya akan jadi istri ku bukan lelaki yang lain"


Min sangat lelah hingga dia mengira itu hanya mimpi, ada lelaki yang menciumi nya. Bahkan meniduri nya saat ini, Min hanya bisa melenguh saja. Sementara Rei tersenyum senang, dia bisa bersatu lagi dengan istri yang sudah dia cari selama dua tahun.


Malam itu Rei sangat bahagia, dia meluapkan hasrat nya pada wanita nya, tepat nya pada satu-satu nya wanita yang sangat dicintai nya sekaligus yang dia sakiti. Semalaman penuh Rei meniduri istri nya, bahkan sang istri merespon nya hanya saja mungkin dia menganggap ini mimpi. Ketika pagi tiba, Rei menyudahi perbuatan nya itu.


"Terimakasih sayang, i love you"


Rei bergegas keluar kamar, dia segera pergi ke kamar nya yang ada di sebelah. Hari ini serasa dunia hanya milik Rei seorang, dia sangat sukses menjalankan misi nya.


"Tunggu kau pasti kembali kepada ku"


BERSAMBUNG.