TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.89


Cinta terdiam sambil mengelus perut nya yang buncit meski masih 3 bulanan. Cinta sangat bosan dengan kegiatan sehari-hari nya hanya berbaring, makan juga menonton televisi. Sementara Cinta melihat kearah om suami tua nya yang sedang berselancar di laptop nya. Dia juga sesekali membayangkan makanan- makanan yang baru ditonton nya dari acara memasak, rasanya bosan menelan makanan rumah sakit meski baru sebulan ini.


Aksara melirik istri nya yang sedang mengelus perut nya, suara televisi pun tidak ada. Aksara mendekat pada wanita berperut buncit itu.


"Kenapa?"


Cinta menggelengkan kepalanya, Aksara tersenyum dia tahu jika istri nya itu menginginkan sesuatu.


"Bosan?"


Cinta dengan semangat mengangguk.


"Kita keluar jalan-jalan terus makan"


"Aku mau!"


Cinta secara repleks memegang tangan Aksara dengan mesra.


"Tapi ada syarat nya?"


Muka Cinta langsung cemberut, dan itu Aksara sangat suka, karena imut sekali.


"Syarat nya harus pakai kursi roda, kau tidak mungkin membawa mereka dengan berjalan kaki"


"Baik lah"


Cinta tersenyum dengan cantik, lantas Aksara membawa kursi roda untuk membawa istri nya oergi jalan-jalan, karena bagaimana pun ibu hamil tidak boleh stres itu akan memicu janin untuk keguguran.


Meski tidak ada perubahan namun anak buah Aksara tetap melakukan penyelidikan, sudah seminggu pula kedua orang tua Aksara di benua lain.


"Ayo makan yang banyak"


Cinta mengangguk, entah suatu kebetulan atau keinginan suami nya yang jelas semua hidangan yang tersaji di meja restoran itu kesukaan nya. Semua nya sangat menggugah selera, dengan lahap Cinta menyantap nya.


"Pelan-pelan makan nya"


Cinta hanya mengangguk karena mulut nya penuh dengan makanan.


Drrtt...drrtttt.


Terlihat di layar Dino sedang menghubungi nya.


"Aku angkat telepon dulu ya"


Cinta mengangguk sambil terus memasukan makanan nya. Namun tak berapa lama tampak kursi depan itu bergerak, Cinta tak peduli karena masih melahap makanan nya dengan rakus.


"Sepertinya sangat enak"


Cinta mendongak, di lihat nya wajah nya itu atau lebih tepat nya orang yang sedang memakai wajah nya itu berdiri dihadapan nya.


"Kau mau?"


"Kenapa?"


"Kau tidak sopan ya, aku istri pertama suami mu, dasar kau tukang merebut suami"


Cinta yang tadi nya tidak emosi sama sekali, kini amarah nya meletup-letup dengan kencang. Cinta mengepalkan tangan nya dengan kuat, namun dia harus menahan diri nya untuk bayi-bayi mungil nya.


"Silahkan duduk nyonya Cinta, aku hanya makan untuk memenuhi ngidam ku"


"Alasan bilang saja kamu ingin menguasai suami kita sendiri kan?"


"Maaf saya tidak ingin berdrama dengan anda"


"Ohh drama ya!"


Cinta yang hendak untuk menggerakkan kursi roda nya di tahan oleh Karenina. Namun bukan nya menahan tapi tangan Karenina dengan sengaja menggelincirkan sedikit kursi roda itu. Hingga kursi roda itu nampak oleng sedikit dan terjatuh miring.


"Aww..........."


Sakit yang begitu perih terasa di bagian perut bawah Cinta.


"Kenapa? apa begitu lemah nya kau?"


Dengan jutek Karenina berbicara.


Untung kursi roda itu diselipkan bantal di pinggang, karena Cinta sering sakit pinggang. Hingga tidak langsung menyentuh lantai karena terhalang bantal. Semua pengunjung restoran nampak riuh, dan mengundang seseorang datang.


"Ada apa ini!"


Karenina yang jutek, nampak menegang dan tanpa ragu dia segera memeluk Cinta yang meringis mengelus perut nya yang begitu sakit.


"Ada apa sayang?"


"Sakittt......."


"Lepaskan istri ku!"


Mata Aksara nampak memerah menahan amarah, belum juga 10 menit dia mengangkat sambungan ponsel nya nyatanya sudah terjadi kecelakaan pada Cinta.


"Byy, bukan aku loh pelaku nya"


Lirih Karenina.


Aksara yang sudah menggendong Cinta mendadak berhenti, lantas menengok kearah wanita itu.


"Siapa pun pelaku nya, dia tidak akan lolos!"


Ucap Aksara sambil menggendong istri nya menuju ruang rawat.