
"Aku ingin mandi sendiri"
"Baik lah"
Andra membiarkan istri nya mandi dengan sendiri nya. Rindi berendam sebentar karena pangkal paha nya sangat nyeri.
'Kenapa nyeri sekali'
Gumam nya, karena sedikit berdenyut.
Pasal nya Andra melepas semua kerinduan dan hasrat yang dia pendam semalaman pada Rindi.
Tok....tok....tok.
"Sudah belum yank?"
Rindi agak kaget karena pintu kamar mandi di ketuk begitu saj oleh suami tua nya.
"Sebentar!"
"Aku masuk ya"
"Nggak"
Rindi buru-buru berdiri karena Andra mendesak masuk kedalam.
BRUUKK.....
"Ahhhhh.....!"
Andra kaget dan langsung masuk, Andra membulatkan mata nya istri nya terpeleset beruntung kaki nya tidak keseleo hanya terduduk di lantai kamar mandi. Pantat Rindi kebas karena jatuh.
"Kenapa yang?"
Rindi menggelengkan kepala nya lantas terdiam, dia terduduk dengan telanjang bulat.
"Jangan melihat"
Rindi merengek, Andra pun baru sadar ketika menurunkan pandangan nya kebawah. Rindi otomatis menyilangkan tangan nya di dada nya.
"Aku suami mu loh sayang"
Andra mendekat.
"Jangan mendekat!"
Rindi berseru ketika Andra mendekat pada diri nya.
"Oke kamu bisa bangun tidak?"
Rindi mencoba menggerakkan kaki nya untuk bangun perlahan, Andra tetap menunggu Rindi untuk bangun setelah lama tak ada pergerakan.
"Bagaimana?"
"Sakit"
Andra langsung berbalik lantas langsung menggendong Rindi masuk ke dalam bath up. Membersihkan tubuh Rindi yang sedikit kotor karena terjatuh ke lantai kamar mandi.
Andra menggendong nya mengeringkan tubuh Rindi yang masih polos itu. Meski semalam merek bercinta dalam jangka waktu yang panjang namun tetap saja Andra serasa menginginkan tubuh istri nya.
Dengan perlahan Andra mengeringkan tubuh istri nya, Rindi pun terdiam merasa tak ada yang janggal. Namun sedetik berikut nya tubuh Rindi seperti di raba oleh lelaki itu. Ketika Rindi sadar, Andra justru sudah menindi tubuh istri nya.
"Mas apa-apaan sih?"
Rindi merasa memang tangan lelaki itu sudah menggerayangi tubuh nya. Andra secepat kilat sudah ******* bibir mungil istri nya, ciuman nya sangat lembut dan dalam membuat Rindi terbuai.
"Hemp.....!"
Rindi berusaha mendorong tubuh Andra yang menghimpit nya. Karena dia baru sadar area sensitif nya baru terasa nyaman setelah berendam tadi. Andra melepaskan ciuman nya, karena istri nya terus memberontak.
"Kenapa?"
"Aku baru selesai mandi, nanti aku tidak mau mandi lagi"
"Aku ingin yang"
"Kan semalam sudah sampai pagi, kalau kita melakukan nya lagi nanti bisa sampai sore"
"Terus kenapa?"
Belum sempat Rindi menjawab, bibir lelaki itu kembali sudah mencecap bibir nya.
"Boleh ya?"
Bukan pertanyaan atau ijin tapi keinginan lelaki itu harus di turuti. Rindi hanya bisa pasrah kembali ke ranjang mereka, kali ini dia kembali di gempur sampai habis.
Benar firasat nya sampai sore Andra baru menyudahi percintaan mereka yang panas.
"Makasih ayang"
Rindi hanya mengangguk lelah, mata nya sudah terpejam ke alam mimpi. Andra hanya tersenyum, dia bangkit untuk mandi setelah menyelimuti tubuh polos istri nya. Setelah 1 berendam Andra kini berpakaian jubah mandi dan langsung melihat laptop nya untuk mengecek email yang masuk yang dikirim Roy, Anita maupun Novan.
Roy mengecek dan mengerjakan pekerjaan nya di kantor yang belum tuntas. Dia juga menyuruh pelayan yang ada di rumah megah nya itu menyiapkan hidangan makan malam. Lantas Andra juga memesan vitamin dari dokter langganan nya agar bisa mengembalikan stamina dan tubuh lebih terasa segar.
Drrtt....ddrrtt.
"Iya dad"
"Kau kemana?"
"Adidharma menelpon ku terus-menerus, kamu belum mengunjungi nya"
"Niat nya sih tadi siang dad, tapi aku selalu bercinta dengan istri ku dad, kan lagi pula kami baru menikah"
"Jangan keterlaluan dong Arvin, Daddy tahu kalian pengantin baru, tapi kunjungi dulu orang tua istri mu"
"Daddy saja wakilin aku ya, aku tidak masih ingin bersama istri ku dad"
"Kamu ini bocah kampret"
Setelah sambungan ponsel berakhir secara sepihak, Andra menghela nafas. Pasti Daddy nya kesal karena dia tak kunjung datang ke rumah om Adidharma paman istri nya itu.
"Daddy tidak pengertian sekali, sudah tahu anak nya baru menikah malah disuruh berkunjung kesana-kemari"
Andra menggerutu dengan Daddy nya, sementara di rumah megah Daddy nya ada dua pasang telinga yang menguping.
'Sialan anak itu sudah menikah rupa nya'
Gumam penguntit lelaki itu.
Tak berapa lama paman Rindi menelpon Rei.
"Panjang umur nih"
Rei langsung mengangkat telpon dari lelaki paruh baya yang seumuran diri nya.
"Iya"
"Bagaimana apa sudah disampaikan?"
"Sudah, baru saja"
"Lalu?"
"Keponakan mu ada di rumah anak ku, mereka sedang melakukan malam pengantin"
Terdengar paman Rindi di seberang sana menghela nafas.
"Ya, mereka memang pengantin baru"
"Maaf, anak ku sudah menikahi keponakan mu tanpa meminta ijin terlebih dahulu"
"Aku tahu, mungkin anak mu takut khilaf malam itu jadi segera mendaftarkan pernikahan mereka"
"Benar"
"Baik lah, sampaikan agar muda-mudi itu segera mendatangi rumah orang tua mereka untuk meminta restu"
"Tentu saja"
Sambungan ponsel antara kedua sahabat itu terputus.
Rindi baru membuka mata nya ketika hampir petang, di lihat nya tempat tidur di sisi nya sudah dingin. Dengan perlahan menyeret kaki nya Rindi segera menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri nya.
Andra masuk ke kamar karena dia ingin mandi, seharian dia berada di ruang kerja di sebelah balkon ruang kerja nya itu. Pendengaran Andra gadis nya ralat wanita nya berada di kamar mandi. Andra menunggu istri nya duduk di samping ranjang mereka.
Tak berapa lama Rindi datang dengan rambut basah, memakai bathrobe keluar dari kamar mandi.
"Sudah selesai mandi nya?"
Rindi hanya mengangguk, lantas duduk di meja rias yang ada di kamar mereka.
"Aku mandi sebentar ya yang"
Andra berkata lantas masuk ke kamar mandi, tak berapa lama lelaki itu keluar menggunakan bathrobe yang sama dengan istri nya.
"Kok rambut nya belum di keringkan yang?"
Andra berjalan mendekat ke meja rias, lantas mengambil pengering rambut seraya mengeringkan rambut istri nya itu.
"Nih gantian"
Rindi menerima lantas mengeringkan rambut suami nya. Setelah selesai menaruh kembali pengering rambut di tempat nya itu.
"Kita makan di luar yuk, mumpung malam Minggu"
Andra berbicara sambil menengok pada istri nya.
"Memang mau makan di mana?"
"Terserah ayang saja, ganti baju gih"
"Tunggu sebentar ya"
"Aku juga mau ganti baju, mau couple an gak?"
"Memang mau?"
"Mau"
"Yakin?"
Andra mengangguk, apa sih yang tidak buat diri nya untuk menyenangkan wanita belia yang baru saja kemarin dia nikahi.
Rindi tersenyum senang mereka menggunakan atasan kaos dengan warna hitam dan gambar yang sama serta celana putih pendek selutut merek layak nya sepasang kekasih yang sedang berkencan dengan mesra.
BERSAMBUNG.