TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S3 EPS.298


Flashback on 2


Dalam waktu sehari Aditya dan Camelia sudah mengumpulkan uang simpanan mereka. Saat jam istirahat mereka segera pulang ke rumah dimana mamah adopsi mereka menunggu.


"Mah"


"Kau sudah pulang?"


"Came mana mah?"


"Dia sudah masuk kamar, anak itu juga sudah mengambil uang nya itu"


Aditya melirik tas berwarna hitam di meja.


"Baiklah aku akan hubungi mereka pasukan bayangan yang terkenal itu"


"Lakukan lah, tapi ingat jangan sampai terbongkar, sewa yang paling elit"


"Mamah mau kemana?"


"Kata papah mu, hari ini anak kandung nya akan datang berkunjung"


"Iya kah mah"


Elian mengangguk, suami nya itu sudah menyuruh beberapa pelayan menyiapkan makanan spesial untuk pasangan yang baru menikah itu.


"Lalu bagaimana rencana kita mah?"


"Kita tunggu saja agak siangan, lagi pula mereka pengantin baru paling sibuk bermesraan"


"Baik lah mah"


"Ya sudah kita tunggu sebentar, mamah juga ingin rebahan sebentar"


Hanya menunggu selama 2 jam, Aditya pergi ke kamar nya.


"Mas sudah pulang?"


"Cari baju rumahan buat ku, aku mau mandi dulu gerah"


"Iya mas"


Tak selang berapa lama, Aditya keluar dari kamar mandi, langsung memakai pakaian nya.


"Mau makan siang mas?"


"Nanti saja, kemungkinan ada meeting dengan klien juga"


Meski usia Aditya akan menginjak kepala 5 namun masih tetap gagah seperti baru akan memasuki kepala 3. Bahkan banyak gadis muda yang melirik nya.


Aditya turun ke bawah, lantas salah satu pelayan tergopoh-gopoh hendak naik ke lantai atas.


"Ada apa bik?"


Pelayan itu berhenti, dia bingung akan menyampaikan sesuatu.


"Katakan saja pada ku nanti ku sampaikan pada mamah"


"Baik den, tuan besar bilang bahwa den Arvin tidak jadi datang berkunjung"


"Baik lah, simpan makanan yang sudah di buat, nanti untuk makan malam papah kalau lebih untuk kalian"


"Baik den"


Aditya segera mengirim chat ke Camelia agar bersiap untuk berangkat, sementara diri nya menemui Elian.


"Mah"


"Masuk"


"Aku mau berangkat menjalankan rencana bersama Camelia"


"Apa mereka tidak jadi datang?"


"Tidak mah, aku berangkat dulu ya"


"Kalian hati-hati"


Aditya segera bergegas menuju mobil nya di lantai bawah.


"Ayo kak"


Aditya mengangguk dan langsung duduk di kursi kemudi, mereka akan menempuh perjalanan jauh sekitar 3 jam. Dan akhir nya sampai di tengah hutan di markas pembunuh bayaran.


"Maaf ada keperluan apa?"


Aditya menyerahkan kartu nama yang ada dalam dompet nya.


"Baik silahkan masuk tuan dan nyonya"


Camelia dan Aditya bergegas ke ruangan seperti ruang tamu, bersih indah lagi mewah.


"Kami ingin kau melakukan sesuatu"


Ucap Aditya kepada seorang lelaki seumuran Rei papah adopsi nya.


"Bagiamana dengan bayaran nya?"


"Hanya menculik seorang wanita dari rumah sakit jiwa, hilangkan jejak dan kegaduhan nya"


"Baik lah, berikan aku 2 miliar"


"Mahal sekali, apa keamanan kami terjamin"


"Benar memang mau kau apakan orang gila itu"


"Disiksa hingga mati, agar bisa menimbulkan tekanan mental pada seseorang, jadi setiap kalian menyiksa nya kalian harus mengirimkan video nya, lakukan dengan menampakkan penderitaan nya saja tanpa ada kalian di dalam nya"


Pria tua itu mengangguk lantas tersenyum.


"Baik lah, tapi aku mau wanita yang kau bawa menemani ku disini"


"Hanya 2 jam saja"


"Beres"


"Kak"


"Sudah ikut sama dia"


Aditya menyerahkan koper yang berisi 2 miliar lantas dibawa anak buah lelaki tua itu. Begitu pun Camelia dibawa lelaki itu juga memasuki salah satu kamar di lantai bawah itu. Tak lama terdengar jeritan, juga ******* Camelia dari kamar yang tak jauh dari tempat Aditya duduk. Memang ruangan yang ada di tempat itu tanpa ada nya sistem kedap suara.


Sesuai janji nya lelaki tua itu, dia keluar dari kamar dengan hanya memakai celana nya saja. Keringat mengucur deras di tubuh nya.


"Aku puas, nanti malam akan ku kerjakan tugas itu, wanita mu enak dia sedang mandi di kamar 03, nanti dia akan keluar"


"Baik lah, hubungi aku jika kalian sudah melaksanakan tugas nya malam nanti"


Aditya melihat Camelia keluar dari kamar tadi dengan sudah berpakaian lengkap namun dengan pakaian berbeda.


"Kak"


Aditya segera menggendong Camelia untuk keluar dari rumah itu.


"Apa lelah?"


"Lumayan"


"Kita menginap di hotel ya, aku sudah berbicara pada suami mu jika kau ada urusan ke luar kota"


Camelia hanya mengangguk saja, tak berapa lama mereka sampai di hotel tak jauh dari hutan tadi. Aditya memasuki kamar hotel bersama Camelia.


Aditya mengunci kamar hotel itu, lantas memeluk istri gelap nya. Mereka memiliki hubungan bukan sekedar adik kakak adopsi tapi lebih tepat nya suami istri gelap. Mereka menikah sirih saat ada di desa 20 tahun lalu, tidak ada yang tahu hubungan mereka yang menjijikan itu.


Dengan cepat Aditya menggendong istri sirih nya itu lantas, Camelia mencoba menahan lelaki yang sudah menggendong nya.


"Kak aku lelah, biarkan aku istirahat"


"Kau menolak ku!"


Aditya langsung membuang Camelia di atas ranjang, tanpa menunggu lama lelaki itu melepas pakaian istri sirih nya. Tanpa melakukan pemanasan sek, seketika dia sudah menghujamkan kejantanan nya pada Camelia. Camelia meringis sakit meski pun baru 15 menit lalu dia di gagahi lelaki tua di rumah itu.


"Bukan kah kau masih lembab sayang!"


Camelia terdiam percuma menolak Aditya, akhir nya mereka melakukan pergumulan panas hingga hampir pagi.


"Cape?"


"Aku takut kalau hamil lagi"


"Bukan kah aku tidak memiliki anak dengan wanita lain"


Camelia terdiam, mereka segera tidur.


Malam setelah sepasang orang itu pergi pria tadi segera menyuruh anak buah handal nya untuk segera melaksanakan tugas nya.


Mereka sudah mengintai rumah sakit jiwa yang Aditya tunjukan, juga foto wanita tua yang harus mereka culik.


"Cepat sabotase listrik nya"


Perintah ketua tim itu, mereka bergerak dengan cepat menyabotase aliran listrik rumah sakit jiwa. Lantas masuk ke rumah sakit dikala petugas jaga menuju aliran listrik itu berada. Tim pembunuh itu mengambil kunci menyeret semua pasien yang ada dalam setiap kamar untuk keluar.


Jeritan para pasien rumah sakit jiwa, teriakan mereka membuat gaduh sehingga para petugas jaga mengabaikan tindakan mereka. Para tim pembunuh sudah membawa ibu Amelia keluar ruangan rumah sakit dengan membius wanita tua itu.


Setelah mereka menghack seluruh cctv yang ada di rumah sakit jiwa dan sekitar nya. Mereka di tengah malam itu kemudian membawa ibu Amelia ke markas mereka. Sementara wanita tua itu pingsan, mereka memborgol dan memposisikan wanita itu berdiri tanpa menunggu nya untuk sadar terlebih dahulu.


Flashback off.


BERSAMBUNG.