TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.139


Sepulang dari rumah kakek Aryandy, Aksara sudah di perbolehkan oleh dokter untuk pulang ke rumah, Cinta mengemasi semua pakaian nya. Sementara Rieka sibuk menerima telepon dari para endors luar negeri nya.


"Mah, pah, Rieka gak bisa pulang, sore ini langsung ke bandara ya"


"Loh memang ada apa?"


"Produk kemaren meledak, jadi Rieka harus ke acara fans meeting"


Ucap Rieka dengan sangat bahagia senyum nya terkembang cantik bak bunga mekar. Cinta sangat bahagia anak kedua nya ini sudah sukses sejak masih muda.


"Hati-hati di jalan"


"Baik pah, mah"


Keluarga Alkatiri segera kembali ke rumah, saat ini Aksara sedang berbaring di kasur kamar mereka yang empuk, Aksara bangkit lalu mengambil laptop nya mengecek semua pekerjaan Melki.


"Pah"


Cinta menyuguhkan teh untuk sang suami yang sedang bekerja melalui laptop nya.


"Kenapa mah?"


Aksara menjawab tanpa menengokan muka nya pada sang istri.


"Mamah pengen masukin lagi anak-anak ke perut mamah"


Aksara berhenti dari kerja nya, menengok ke arah sang istri yang cuek.


"Mamah kok begitu? ngapain mereka di masukin lagi, mana muat"


"Biarin aja kan papah nya sudah tidak peduli pada mamah"


"Peduli dong"


"Mamah pengen ketemu Rei?"


Aksara menarik nafas nya dengan berat, pasal nya anak bungsu lelaki nya itu bukan tak menerima mungkin belum siap menerima mereka.


"Rei kan harus mengelola resort kakek nya"


"Itu papah kandung ku loh"


"Nggak ngaku!"


"Tapi mamah kangen"


"Kan wajah papah mirip dia"


"Beda pah"


"Anggap aja papah itu Rei"


"Tidak ya, papah sudah tua, Rei itu kesayangan mamah"


"Kalau tidak ada papah pasti Rei juga tidak akan jadi milik mu"


Cinta mencubit sang suami yang keterlaluan menurut nya.


"Ah, sakit mah"


"Papah yang mulai"


"Terus mamah mau apa?"


"Mamah boleh ya kembali ke rumah kakek Aryandy"


"Lusa ya, karena papah masih butuh bantuan mamah buat mandi"


"Iya deh"


Dengan lesu Cinta menjawab nya, lalu berbaring di sebelah suami nya untuk tidur.


Rei pulang ke rumah kakek saat menjelang akan makan malam.


"Anak nakal baru pulang kamu?"


Rei langsung memeluk sang nenek lalu mencium sebelah pipi nya.


"Seperti nya ada yang lagi jatuh cinta nih?"


"Nenek bisa saja, Rei mandi dulu ya"


Nenek Aryandy lalu tersenyum melihat cucu nya sangat bahagia.


"Kenapa nek?"


"Bocah lelaki kecil kita sudah jatuh cinta"


"Ohh, siapa yang mau menjadi pacar nya?"


"Kau ini, dia sangat tampan, dia seperti pangeran"


"Dia sejak kecil memang pangeran kita"


"Kau bisa saja"


Mereka makan malam bersama setelah Rei turun dari lantai atas untu mandi dan berganti pakaian bekas pantai.


"Sekarang katakan siapa gadis itu?"


"Gadis mana, nek?"


"Gadis yang ke pantai bersama mu"


Ucap Kakek kemudian menyela.


"Kok kakek tahu, gak asik ah selalu memata-matai Rei"


"Siapa yang memata-matai mu!"


Ucap kakek sambil meletakan sendok serta garpu makan nya.


"Lalu kok kakek bisa tahu apa karena punya mata batin?"


"Kau kira kakek mu dukun?"


"Mana Rei tahu"


"Sembarangan kau bocah"


Cucu lelaki dan kakek nya itu selalu bertengkar.


"Sudah lah sana nonton tv kek"


Namun kakek sudah pergi terlebih dahulu"


Rei hendak bangun menuju kamar nya di lantai atas.


"Bawa gadis itu untuk makan siang, jangan buat mainan, nenek tidak mau kau tidak bertanggung jawab pada anak gadis orang"


"Baik nek"


Rei tersenyum dengan gembira sambil menaiki tangga. Nenek menggelengkan kepala nya, kemudian membersihkan meja makan dan menyiapkan teh jahe serta camilan untuk kakek yang ada di ruang keluarga.


"Bagaimana dengan kedua orang tua nya?"


Kakek bertanya ketika nenek sudah duduk di sebelah kakek, nenek melirik dari ujung ekor mata nya.


"Kita beritahukan setelah kita melihat gadis nya, cocok atau tidak dengan identitas dua keluarga besar milik Rei"


"Benar juga"


Mereka menikmati teh jahe buatan nenek sendiri. Sambil menunggu jam tidur tiba karena masih pukul 8 malam, tidak baik tidur setelah makan itu akan menaikan asam lambung yang menjadi penyakit maag.


BERSAMBUNG.