TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
EPS.76


"Wah sepertinya obrolan kalian seru?"


Aksara membuka pintu ruang rawat istri nya, nampak kedua orang tua nya sedang bercanda dengan mamah Paramitha juga Sheyla. Sementara istri dan teman nya hanya tertawa riang.


"Kau sudah kembali?"


"Iya mom"


"Ada irisan buah juga kue-kue kering"


"Iya mom, makasih"


Aksara mendekat kearah sang istri untuk duduk disebelah ranjang pasien. Cinta yang baru sadar suami nya merangsek duduk di samping nya hanya menunduk.


"Buka mulut mu"


Cinta membuka mulut nya, potongan kecil apel mendarat di mulut Cinta. Cinta mengunyah nya, begitu pun Aksara memakan buah dari garpu yang sama. Mommy Diah tersenyum manis melihat kemesraan mereka berdua.


"Kalian ini makan buah aja sambil bermesraan!"


Ucap mamah Paramitha.


"Ih mamah suka usil deh sama anak muda, kaya tidak pernah muda aja"


Mereka semua tertawa, bahkan Aksara memegang pinggang Cinta.


'Kenapa tuan rasanya semakin aneh'


Gumam Cinta dalam hati nya.


"Tuh kan kalau mau jadi seorang ayah itu sangat perhatian Daddy Ditya juga begitu, anak itu pelengkap keluarga kecil kita, dengan adanya buah hati maka rumah kita akan meriah"


Ucap mommy Diah seketika tersenyum manis.


Waktu sudah hampir sore mereka semua pamit, sedangkan Aksara sudah terlelap sambil memeluk perut Cinta dengan erat.


"Hubby, Cinta sangat merindukan mu, maaf Cinta tidak bisa berbuat apa pun"


Aksara secara jelas mendengar rintihan Cinta, bahkan istri nya terisak menangis. Namun seolah Aksara terlelap dalam mimpi tanpa ada pergerakan sedikit pun.


'Siapa pun orang yang membuat mu meneteskan air mata maka aku berjanji akan membuat nya mati dengan tragis'


Janji Aksara dalam diam nya.


"Kau tahu byy, sungguh Cinta menantikan saat-saat seperti ini bersama mu walau hanya dalam mimpi"


Cinta mengelus kepala Aksara yang berbaring miring di dekat nya.


Cinta segera terdiam, sementara Aksara pura-pura baru terbangun dari tidur nyenyak nya.


"Belum tidur?"


Cinta hanya tersenyum manis.


"Ayo istirahat dulu biar cepat pulih, nanti bisa cepat pulang"


"Baik tuan"


Cinta segera merebahkan tubuhnya, memunggungi Aksara karena takut Aksara tahu jika dia barusan menangis.


Greepp......


Aksara memeluk tubuh Cinta dengan hangat memberikan kenyamanan pada istri nya.


"Tuan"


"Biar baby nya nyaman"


Cinta terdiam meski dia agak sedikit aneh dengan tingkah laku suami nya itu. Aksara mengelus perut istri nya dengan lembut agar menimbulkan rasa hangat. Tak berapa lama nafas Cinta sudah teratur, Aksara segera meraih tubuh mungil istri nya itu ke dalam pelukannya.


'Aku sungguh merindukan mu sayang'


Gemuruh dalam hati Aksara meledak, lelehan bening mengalir di pelupuk matanya. Sembari membenarkan rambut istri nya yang menutupi wajah cantik itu, Aksara dengan tanpa berkedip memandang wajah istri tercinta nya.


'Sehrus nya aku yang meminta maaf, kau tentu sudah berusaha dengan keras sekali, tapi aku mengapa begitu bodoh'


Aksa memeluk istri nya itu, masih ingat Aksa dengan gadis OG yang selalu menarik perhatian nya. Jujur Aksara akui jika setiap pertemuan mereka bukan tanpa disengaja. Bahkan setiap saat mata indah di hadapan nya ini selalu memandang ke arah nya, seolah memberitahu bahwa wanita milik nya telah datang.


'Aku sangat bersyukur kau datang saat malam itu, maaf aku tidak mengenali mu sayang'


Aksara mengecup lembut bibir istri nya dengan bibir nya yang basah karena air mata.


'Sekarang giliran ku, peran mu sudah cukup, suami mu yang akan melanjutkan perang ini'


Aksara ikut memejamkan matanya ingin seranjang, seselimut bahkan semimpi dengan istri nya tercinta.


Klek.


Kedua orang perawat masuk memeriksa pasien, diantara nya sepasang mata melihat mereka tidur satu selimut. Mereka keluar lantas salah satu nya mendial nomor asing untuk memberikan laporan pada tuan nya.


BERSAMBUNG.