TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.176


Rei berangkat pagi sekali bersama Elia, gadis itu akan ditempatkan di bagian perencanaan perusahaan. Rei percaya gadis itu tak akan berkhianat.


Di perusahaan Ravenda tersenyum kala akan istirahat di jam makan siang, dia memang memiliki waktu dua kali lipat dari jam karyawan biasa.


"Mau kemana?"


"Makan siang"


"Makan siang kok keluar segala"


Ravenda segera berlari terburu-buru, dari lantai atas Rei bisa melihat sahabat karib nya sangat bahagia.


"Bahagia sekali seperti nya, bagaimana jika hancur berkeping-keping seketika?"


"Sedang membicarakan apa?"


Elian datang saat Rei mengawasi Ravenda yang makan siang di luar.


"Kau sudah datang, bagaimana?"


"Semua nya beres"


"Apa kau berencana keluar atau ingin meeting di luar?"


"Iya kenapa?"


"Antarkan aku pulang ke villa!"


"Baik lah"


Ravenda dengan kecepatan penuh memacu mobil nya menuju villa milik Rei, dia berencana mengajak gadis cantik yang tinggal di villa untuk makan siang.


Min sedang menyiram bunga lantas menoleh saat ada mobil yang dia kenal berhenti di depan gerbang villa.


"Min!"


"Mas Rave"


"Lagi senggang gak?"


"Kenapa memang?"


"Makan siang yuk?"


"Aku......"


belum selesai Min berbicara, Ravenda sudah menarik tangan Min untuk menaiki mobil nya pergi ke restoran terdekat.


20 menit kemudian mobil milik Elian datang dan mengantarkan Rei untuk pulang.


"Tuan muda sudah pulang?"


"Di mana nyonya?"


Rei bertanya kepada paman James yang menyambut nya.


"Tadi nyonya masih menyiram bunga tuan di halaman depan"


"Oh, cari dia, katakan aku sedang sakit, aku ada di kamar"


Seluruh pelayan, tukang kebun bahkan satpam ikut mencari yang di sebut nyonya di rumah itu. Hampir 40 menit, tiba-tiba ada mobil mewah berhenti di halaman. Ternyata itu nyonya yang merek cari dengan tergesa-gesa.


"Nyonya cepat masuk, tuan mencari mu, dia sedang sakit berada di kamar"


"Benar kah? baik lah"


Min bergegas masuk ke dalam kamar, namun sepi.


"Kata nya sakit, kok tidak ada di kamar?"


Klek.


Rei baru mandi dari kamar mandi, bau harum maskulin menguar dari tubuh nya. Lelaki itu hanya melilitkan handuk di pinggang nya.


"Tuan kata nya sakit?"


"Iya, aku sedikit tak enak badan"


"Mau saya belikan obat, atau saya pijit"


Rei tidak menjawab malh di duduk di tepi ranjang dan dengan santai menuju sofa.


"Kemari lah"


Min mendekat ke meja yang sudah penuh dengan minuman itu.


"Tuan minuman beralkohol tidak baik untuk tubuh"


"Kalau begitu jika pikiran ku penat dan stres harus bagaimana?"


"Tuan bisa jalan-jalan, atau pergi berwisata"


"Itu untuk seorang gadis remaja, sedangkan aku lelaki matang"


Min menunduk diam, Rei melirik lantas menarik tangan Min hingga tubuh langsing nya menimpa paha Rei dan secara spontan berada di pangkuan lelaki matang yang seharus nya menjadi om nya itu.


Rei memeluk tubuh Min sambil menuangkan minuman dengan kadar alkohol yang cukup berat.


"Tuan"


"Hanya sedikit, aku tidak akan mabuk"


"Baik lah"


1 atau dua gelas tak akan membuat Rei mabuk tapi ini sudah akan habis satu botol.


"Tuan, sudah mau habis satu botol loh"


"Iya kah?"


Min mengangguk.


Rei memandang lekat istri gadis nya itu, memandang kearah dada yang sintal meski kurus namun sangat padat. Juga bibir gadis itu yang bervolum, hingga tak sadar Rei sudah ******* bibir tebal yang sexy itu dengan lembut.


BERSAMBUNG.