TERJERAT MENIKAHI OM TUA

TERJERAT MENIKAHI OM TUA
S2 EPS.109


Hampir jam 22.00 malam ketika sampai di pemukiman warga di kota.


Awal nya kakek berencana ke perumahan komplek elit, namun si paman dari Rei tidak setuju, bahkan sampai ke perkomplekan yang cukup megah pun di tolak lelaki paruh baya itu.


"Lantas apa mau mu?"


Si lelaki berjubah itu tetap diam.


"Baik lah ini juga masih mewah, kita ke gang xxx saja, itu rumah terakhir"


Jujur niat kakek kesini juga untuk menenangkan diri nya, dia sudah tidak ingin berpura-pura menjadi miskin lagi. Di tambah saran dokter harus sesegera berobat jika tidak, maka kaki nya akan lumpuh total.


"Mah bangun, kita sudah sampai!"


Suara kakek membangunkan nenek sekaligus cucu lelaki mereka.


"Kita sudah sampai kek"


"Benar, cepat bangun lah"


Rei bangun melihat sekeliling, mobil mereka sudah masuk ke gerbang rumah.


"Kita dimana?"


Tidak ada yang menggubris, pria berjubah hitam itu menurunkan koper mereka lantas membawa nya masuk.


"Rumah ini sangat besar kek!"


Si pria berjubah melirik sang kakek, sementara kakek hanya nyengir kuda saja.


"Ini lantai 3, kau pilih kamar mu ya"


Ucap nenek sambil mengelus rambut lebat cucu nya.


"Ini rumah kita nek?"


"Benar, bagaimana apa Rei suka?"


"Suka, ini sangat mewah sekali nek, persis seperti di tv itu"


Kakek dan pria berjubah itu saling pandang, pria berjubah menghembuskan nafas nya.


'Apa aku bilang, pria tua ini tak percaya!'


Gumam pria berjubah itu.


Puukk....


Kakek menepuk punggung pria berjubah itu.


"Pilih kamar mu Rei di lantai atas, semua sudah dibersihkan"


"Baik kakek, terimakasih"


Rei berlari dengan energik, melihat setiap kamar.


"Kakek di lantai 3 apa masih ada kamar?"


Rei berteriak dengan semangat dari lantai 2.


"Masih tapi hanya 1 kamar saja!"


Sang kakek menjawab dari lantai dasar.


"Anak itu sangat bersemangat, apa kau sudah mendaftarkan nya ke universitas?"


"Tentu, cucu kita harus mendapat pendidikan di kampus yang terbaik di kota ini"


"Apa dia tidak ingin ke luar negeri"


"Ada teman ku yang datang untuk mengajarkan les"


"Baik lah"


"Jadi kita tidak usah berpisah dengan dia"


"Kadang otak mu encer juga pak tua"


"Hei, aku belum tua ya nenek cantik"


Mereka tertawa, sementara pria berjubah itu mendengarkan percakapan mereka.


Pagi hari sekali nenek sudah sibuk di dapur dengan para asisten dapur yang kesan kemari.


Harus masakan menguar di seluruh ruangan, membuat perut keroncongan. Kakek sedang menikmati kopi panas dan pisang goreng nya, sementara pria berjubah sedang memangkas perkebunan di samping.


"Selamat pagi nenek"


"Selamat pagi cucu tampan nenek!"


"Nenek masak apa?"


"Semua makanan kesukaan mu"


"Wah pantas perut Arei langsung ngamuk"


"Baik lah"


Rei pergi sejenak untuk berolah raga di pagi hari.


"Paman"


Krriiing......krriinnngg.


Rei bersiap untuk melatih otot tubuh nya agar bugar dan sehat. 2 jam selesai dengan aktifitas latihan nya, mereka kembali ke dalam rumah.


"Ayo sarapan pagi dulu"


Ucap sang nenek.


"Arei mandi dulu ya nek!"


"Baik lah"


Nenek dengan cepat menghidangkan makanan di atas meja.


"Kemana mereka?"


"Arei mandi dulu kata nya, ayo kakek mau lauk apa?"


"Semua nya kakek suka"


Nenek mengambilkan satu slice semur daging dan beberapa macam sayur.


"Kok semur nya cuma satu nek?"


"Jaga kolesterol"


"Kakek sudah tua, masa harus jaga kolesterol juga"


"Tentu saja harus"


Tak berapa lama Rei datang bersama pria berjubah, mereka mengambil piring lalu mengisi nya. Acara makan pagi sangat nikmat karena semur daging masakan nenek.


"Rei nanti kita daftar ke universitas ya?"


"Baik kek"


Rei tidak bertanya lagi, dia hanya mengangguk menuruti semua perkataan kakek.


Tepat jam 10 pagi mereka berangkat menuju kampus Rei akan kuliah nanti. 2 jam karena saat ini kena macet di jalan, lantas merek sampai di kampus.


"Kampus nya indah ya paman?"


Si paman yang disebut Rei hanya mengangguk.


Mereka berempat turun, pria berjubah mendorong kakek, sementara nenek menggandeng Rei.


Rei hanya memakai kemeja coklat tua bergaris putih dengan celana jeans hitam, juga sepatu hitam nya. Beberapa mahasiswa dan mahasiswi melihat Rei, ada yang berbisik bahkan ada yang mengolok nya.


Selesai mendaftar, mereka berjalan pulang menuju parkiran.


"Kakek Rei ke toilet dulu ya?"


"Cepat kembali ya"


"Baik"


Dengan terburu Rei berlari, Dduuukk...........


"Ahhh......."


Rei menabrak seorang gadis yang berjalan di depan nya.


"Maaf nona"


"Maaf apa! lihat baju ku sampai kotor"


"Maaf, tadi saya buru-buru, mari saya bersihkan"


"Jangan sentuh!"


Rei kaget dengan bentakan gadis itu. Gadis itu segera pergi tanpa berkata apa pun lagi. Rei segera masuk ke toilet, dan dengan cepat kembali mencari mobil kakek nya.


"Lama sekali"


"Maaf kakek, tadi Rei menabrak seseorang jadi di omelin dulu"


"Seorang gadis kah?"


Jawab kakek sambil tersenyum.


"Jangan meledek kek"


Merek segera melaju dengan kecepatan sedang kembali ke rumah.


BERSAMBUNG.