
Hampir 3 jam Cinta berada di pangkuan sang suami, bokong nya sudah kebas seperti mati rasa. Belum lagi tubuh bagian lainnya dari Cinta, rasa nya tenaga Aksara selalu penuh terisi.
Sudah hampir sebulan lama nya Cinta melakukan nya untuk suami nya, sehingga Cinta merasakan tubuh nya begitu lemas. Dimana pun hasrat Aksa timbul Cinta melayani nya, karena lelaki itu akan menggigil tubuh nya jika tidak dituntaskan hasrat nya. Setiap kali Aksara meminta nya ke ruangan lelaki itu, maka sudah pasti akan Cinta disana menemani nya. Cinta menyandarkan kepala nya di meja dapur, lelah tentu saja hingga membuat diri nya terlelap tanpa melihat jam kerja nya. Sofialy sudah selesai dengan bagian pekerjaan nya, sudah sebulan lebih, sahabat nya ini selalu kelelahan ketika bekerja.
"Indy"
Sofialy membangunkan dengan lembut namun tanpa respon sedikit pun.
"Wajahnya sangat pucat, apa dia kurang tidur?"
Gumam Sofialy.
"Ya sudah biar aku kerjakan pekerjaan nya, kasihan dia"
Sofialy bergegas untuk mengerjakan bagian pekerjaan Cinta dengan cepat, sehingga tidak di skors. Sudah 2 jam Cinta tertidur, dia melihat jam sudah mau menjelang makan siang.
"Ya ampun, kenapa aku bisa ketiduran"
Cinta panik, dia menengok ke kiri dan ke kanan. Dengan segera Cinta bergegas menuju ke ruangan yang biasa dia bersihkan.
"Sof"
Sofialy melambaikan tangan untuk mengkode Cinta agar pergi dari sana. Namun itu sudah terlambat kepala bagian OG sudah tahu jika Cinta membolos.
"Jadi kamu enak-enak membolos kerja dan menyuruh teman mu yang mengerjakan ya"
"Maaf Bu"
"Bu Sofi yang mau mengerjakan kok, kasihan Indy lelah, kalau Sofi lelah juga Sofi yang minta Indy mengerjakan"
"Kamu sangat tidak bertanggung jawab"
"Maaf Bu"
Ibu kepala OG itu mendorong Cinta hingga terjatuh, tubuh Cinta membentur pembatas.
"Awww....sakit sakit sekali"
Ibu kepala OG itu hanya berkacak pinggang melihat Cinta yang kesakitan itu. Darah merembes dari celana yang Cinta pakai.
"Indy, darahh......"
Sofialy berteriak histeris lantas dia gemetar melihat.
"Tolong........."
Pada saat itu jam makan siang hingga Aksara keluar dari kantor nya, awal nya Aksara akan bertemu seseorang yang akan memberitahukan bukti-bukti penting pada nya. Namun melihat kerumunan itu Aksa berlari, Aksara membopong Cinta dan segera berlari.
"Cepat panggil ambulans"
"Baik tuan"
Melki menelpon ambulan agar bersiap.
"Mana brankar, siapkan brankar untuk istri ku!"
Teriakan Aksara menggema di seluruh kantor, lantas semua pegawai perusahaan Alkatiri kaget mendengar itu.
"Hei kau yang gemetar disana ayo ikut"
Ucap Dino, Sofialy segera berlari mengikuti langkah panjang tuan mereka yang membopong Cinta.
"Mana ambulans nya?"
Brankar sudah ada di depan Aksara .
"Tuan brankar nya"
"Maaf tuan ambulans ada mengangkut orang kecelakaan"
"Siapkan mobil!"
"Sudah tuan, silahkan masuk"
Dino dan Melki duduk didepan, sementara Sofialy duduk dan memangku kaki Cinta. Sedangkan Aksara memangku kepala Cinta.
"Sakit......sakit sekali"
"Cepat bawa mobil nya!"
Aksara berteriak dengan lantang, Dino segera mengebut laju mobil nya menuju rumah sakit.
"Nona bagaimana kronologinya?"
"Apa kau buta dan tuli, istri ku kesakitan bodoh!"
Mereka semua diam tanpa ada yang bersuara 1 jam sudah sampai di rumah sakit itu. Aksara membaringkan Cinta di brankar, lantas mendorong nya ke bagian operasi.
"Dokter tolong istri saya di dorong orang membentur besi"
"Tenang dulu pak, tunggu di luar"
"Apa kalian mumi kenapa diam saj, usut kasus nya, beli makanan aku lapar"
'Wah bos masih bisa lapar'
Gumam Dino.
"Aku usut kasus, kau temani nona ini"
"Baik"
Dino pergi mengusut kasus sedangkan Melki pergi membeli makan dengan Sofialy.
Dino sampai di kantor dengan beberapa pengawal mereka, menahan kepala OG. Menstabilkan kantor dengan segera, lantas mengerjakan pekerjaan bos nya.
"Tuan"
"Masuk lah"
"Ini file yang bos Rayz inginkan"
"Bagus"
Dino dengan segera menyimpan File itu segera disaku jas nya hendak bergegas kembali ke rumah sakit dengan membawa pakaian bos nya, dompet juga ponselnya.
Dino dengan tergesa berjalan melewati tempat kejadian saat Cinta di dorong.
Klaang.....
Dino mencari benda itu, liontin cantik berwarna ungu.Dino segera mengantonginya, dan pergi ke rumah sakit.
"Dokter bagaimana istri ku?"
Cinta sudah ditangani di ruang UGD, tapi tak berapa lama dia sudah dipindahkan ke ruang perawatan.
"Istri anda mengandung pak, sudah 3 minggu ini, entah ada berapa janin yang jelas luka punggung nya tidak terlalu serius, tapi yang berat adalah banyak nya janin ini karena saya rasa istri anda baru melahirkan sepasang bayi kembar sekitar 3 bulan lalu, jadi bisa di pastikan kehamilan ini berbahaya"
Deg......
Aksara terdiam, membeku dan membisu. Dia seolah tersambar petir disiang bolong, kenyataan demi kenyataan bermunculan. Apakah ini nasib baik yang sedang berpihak pada nya, apakah Tuhan sedang menjawab permintaan nya. Air mata Aksara meleleh dengan deras nya, dia hanya melihat wanita itu terbaring lemah.
"Bos"
"Katakan"
"Ini ada titipan dari agen A"
Dino memberikan map itu.
"Bos saya juga menemukan benda ini di TKP barusan"
Dino juga memberikan sebuah liontin bermata ungu tua yang sangat cantik.
"Dimana Melki bos?"
"Aku sudah makan, Melki ku suruh antarkan gadis itu!"
"Saya permisi bos"
"Ya"
Aksara segera masuk, mengantongi liontin itu. Membuka berkas yang selama setahun tiga bulan ini Aksara nantikan. Dalam amplop itu terdapat bagaimana istrinya di culik, peretasan cctv yang di pasang di jalan, istrinya diketahui hamil, bagaimana melalui hari-hari yang buruk, di siksa, makan seadanya, melahirkan, operasi wajah, dikirim ke rumah wanita yang menjadi ibu palsu istrinya, masuk ke kantornya, bahkan menikahi wanita istrinya kembali. Aksara sangat terpukul, dia mencari dengan berbagai kesulitan nyata nya ada disisi nya selama ini. Namun tidak sia-sia pencarian nya, dia juga tidak ingin bertindak dengan gegabah.
Hingga pagi menjelang Aksara tidak tidur dan terus menjaga istrinya dengan telaten. Mengelap keringat, dia juga sudah mandi dan berganti pakaian. Aksara meminta Melki untuk datang ke rumah sakit, mengantarkan sarapan untuk tuan dan istrinya.
Tok...tok.
"Masuk"
"Ini sarapan dan semua yang tuan minta"
"Iya taruh semua nya disitu"
Aksara menunjuk sofa tunggal yang terdapat di ruang rawat VVIP itu.
"Saya pamit tuan"
"Ya, kerjakan semua pekerjaan jika sudah maka kau bersama Dino datang lah kemari"
"Baik tuan"
Selepas Melki pergi, Aksara memandang wanita nya yang tergolek lemah di brankar itu. Memandang liontin milik wanita itu, seraya tersenyum, mengelus rambut nya.
'Selamanya tuhan menciptakan mu menjadi milik ku, cinta akan selalu kembali kepada pemilik nya'
Gumam Aksara.
BERSAMBUNG.